jump to navigation

Bikin galian kok di musim hujan ? Desember 14, 2006

Posted by indra kh in topics.
trackback

Bahkan di beberapa lokasi, lubang lubang galian itu dibiarkan menganga begitu saja tanpa diberi penghalang atau dipasang garis kuning. Bila tidak hati-hati, bukan tidak mungkin para pejalan kaki atau pengguna kendaraan di malam hari terancam tercebur ke dalam lubang yang menjadi berisi air karena curahan hujan.

Memasuki Bulan Desember, intensitas hujan di kota Bandung cukup tinggi. Nyaris setiap hari, entah itu pagi ataupun sore hari kota kembang diguyur hujan lebat. Di saat musim penghujan datang, satu hal yang menjadi pemandangan rutin di sini adalah hadirnya banjir cileuncang sebagai akibat tidak lancarnya surface run off ke badan air penerima.

Banjir cileuncang ini kerap menyulitkan para pejalan kaki maupun pengendara mobil atau motor. Bahkan bila kita kurang piawai dalam mengatur kecepatan kendaraan, bisa jadi kendaraan kita mogok akibat terjebak genangan banjir.

Namun di musim penghujan kali ini para pejalan kaki maupun pengguna kendaraan tampaknya harus ekstra hati-hati. Pasalnya selain banjir cileuncang, ada juga ancaman lain yakni hadirnya proyek-proyek galian di beberapa sudut kota.

Galian kabel ataupun galian untuk kebutuhan lainnya telah menyebabkan jalan yang dilewati para pengendara menjadi tambah licin dan mengundang bahaya di saat musim hujan. Seperti yang terlihat di sekitar Jl. Cikutra dan proyek fiber optik PT Telkom di Jl. Raya Bandung Lembang – dekat seskowad.

Photobucket - Video and Image Hosting

Di beberapa lokasi, saya bahkan pernah melihat lubang lubang galian itu dibiarkan menganga begitu saja tanpa diberi penghalang atau dipasang garis kuning. Bila tidak hati-hati, bukan tidak mungkin para pejalan kaki atau pengguna kendaraan di malam hari terancam tercebur ke dalam lubang yang menjadi berisi air karena curahan hujan.

Entah kenapa, saya pun tidak mengerti mengapa dinas-dinas di pemkot/ pemkab ataupun perusahaan terkait itu memilih menjadwalkan proyek penggalian di musim hujan ? Apakah tidak bisa dijadwalkan saat musim kemarau ? Atau memang proyek itu dilakukan untuk menghabiskan anggaran di akhir tahun ?

Aaagh….tau ah gelap. Pertanyaan seperti itu tampaknya sama rumitnya dengan mencari jawaban dari pertanyaan ‘’Mengapa perbaikan jalan oleh Dinas Bina Marga kerap dilakukan di musim hujan’’ ? Bukankah umur jalan menjadi tidak akan lama, karena setelah diperbaiki kembali digerus air hujan ? Ayoo, TANYA KENAPA-TANYA KENAPA ?

*picture courtessy of Pikiran Rakyat

About these ads

Komentar»

1. Rully - Desember 19, 2006

wah … bahaya euy. paur menggedebut tigebrus. :D


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 184 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: