Nilai Sebuah Pengalaman April 20, 2007
Posted by indra kh in my-life.trackback
Dua hari lalu, istri saya meminta tolong untuk menukar tabung gas elpiji kompor yang sudah kosong. Saya pikir hal tersebut adalah sesuatu yang mudah dikerjakan, toh sudah biasa. Namun kali ini agak aneh, setelah regulator dihubungkan dengan tabung gas, kompor tetap tidak mau nyala. Ada apa ini ?
Karena penasaran, saya lalu mengoprek kompor, tabung gas hingga regulator dan selang. Pertama, saya cek karet di dalam output tabung gas, lalu menggantinya dengan yang baru, karena siapa tahu sudah usang. Hasilnya kompor tetap enggan menyala.
Kedua, saya cek baterai kompor, karena pemantik kompor yang saya gunakan memanfaatkan energi dari batu baterai. Dua batu baterai ukuran sedang kemudian saya ganti dengan yang baru. Hasilnya kembali nihil.
Ketiga, saya cek selang dan regulator, siapa tahu ada yang tidak beres dengan keduanya. Dengan kemampuan seadanya, ternyata saya tidak menemukan masalah dalam pemasangan selang maupun regulator. Semuanya sudah sesuai prosedur.

Tak cukup mengandalkan kemampuan sendiri, istri pun ikut nimbrung. Bahkan tetangga-tetangga dekat pun penasaran ingin membantu. Dan hasilnya tetap sama : gagal maning.
Akhirnya, karena hari sudah mulai gelap saya pun memutuskan untuk menundanya sampai besok. Siapa tahu tukang gas elpiji yang biasa lewat di depan rumah bisa menyelesaikan masalah. Namun keesokan harinya, hingga pukul 09.00 WIB ternyata tukang gas belum juga menampakan batang hidungnya. Karena hari sudah siang, saya memutuskan untuk pergi ke kantor saja.
Kemarin sore, adik ipar saya datang berkunjung. Dia pun berinisiatif untuk ikut ngoprek kompor gas. Tak sampai 5 menit, setelah mengecek kondisi kompor, tabung elpiji, maupun selang dan regulator, kemudian dia meminta sebuah karet gelang kapada istri saya. Dalam pikiran saya terlintas, buat apa karet gelang ? Ternyata karet gelang tersebut ia masukan ke dalam output tabung gas elpiji. “Lubang pengeluarannya terlalu rendah sehingga suplai gas tidak bisa masuk ke regulator dengan baik,” katanya. Setelah selesai memasang semua perangkat, istri saya pun mencoba menyalakannya, dan kompor pun “cek gur,” menyala.
Waah, hebat juga ! Selidik punya selidik ternyata adik ipar saya ini kerap mengalami kondisi serupa. Kebetulan, di rumah orang tua ada warung kecil-kecilan yang juga menjual gas elpiji bagi penduduk sekitar. Dan adik saya ini kerap diminta tolong oleh para pelanggan yang kesulitan menyalakan kompornya.
Ternyata pengalaman dan jam terbang seseorang dalam berbagai hal sangat berharga. Dengan pengalaman yang dimiliki, seseorang dapat menyelesaikan suatu masalah lebih cepat dibanding orang lain yang belum mencicipi pengalaman serupa. Seseorang yang memiliki pengalaman, hanya menghabiskan waktu lima menit untuk menyelesaikan masalah kompor gas. Namun bagi saya, kendati menghabiskan waktu dua hari tetap saja tanpa hasil.
***
Yap, postingan kali ini memang dangkal, bukan berupa hasil perjalanan (travellog) ke suatu tempat pariwisata ataupun lokasi wisata kuliner. Namun semoga tetap bisa menyuguhkan sedikit manfaat bagi yang membacanya.


Lumayan buat tambahan siapa tahu nanti mengalami hal serupa kan ada penyelesaiannya. *Catet*
@ taryan : Siap lah, parantos dicatet yeuh
syukurlah kompornya dah ngebul lagi, pengalaman
@ kangguru : alhamdulillah, mun teun mah bade robih kanu hawu deui meh gampil, hehe
kadang hal2 kecil seperti itu malah sangat penting, hampir mirip kang kejadiannya dengan penelitian saya sekarang, walaupun ceritanya berbeda. Alhamdulillah pengalaman pahit hasil penelitian serta harus mengulang penelitian kemarin menjadi pelajaran dan sekarang hasil penelitian cukup menggembirakan. Kejadiannya sama.. cuma gara2 hal sepele aja.
@ roffi : kadang memang hal sepele itu kang yang sering luput dari prioritas kita, padahal sama-sama penting. Sing enggal beres penelitianna atuh, juragan. Mung tiasa ngabantos ku du’a wungkul abdi mah.
wah, buka usaha baru ya? “reparasi kompor gas. 5 menit beres.”
he he.
coba pakai lem biru, alias lempar dan beli yang baru
makanya mas… perhatikan tugas istri juga.. kalau perlu mas bantu juga NYUCI , STRIKA , Mandiin Si KEcil juga biar ngeras betapa beratnya seorang istri.
):)):)) hee.hh
Jangan Cuma mandiin adik kecilnya doang…
trima kasih atas bagi2 pengalamannya. jadinya saya tidak perlu otak-atik kompor gas selama 2 hari
@ madsyair : sama-sama, mas
artikelnya bermanfaat kok , siapa tau besok saya mngalami masalah yang sama..tengkyu ajah…
@ junthit : Alhamdulillah, sama-sama mas. Senang kalau ada manfaatnya.
Secara kalau kita lihat itu hal yang sepele, tapi ternyata tidak semudah itu menilai suatu hal, pengalaman memberikan pelajaran yang lebih berharga walaupun dari hal yang kecil.
@ xwoman : Hal sepele memang kerap terabaikan, padahal kita sering menghadapi masalah karena mengganggap remeh hal yang kecil itu.
Benar sepertinya klo pengalaman itu guru terbaik ya….
Salam kenal aja kang…
@ mathematicse : salam kenal juga, mas
halo, salam kenal..
kebetulan saya sekarang mengalami hal yg tersebut (kompor tidak dapat menyala pas baru ganti gas, padahal kompor tidak dioprek sebelumnya).
saya sudah membaca postingan ini, cuman belum jelas di bagian “..karet gelang tersebut ia masukan ke dalam output tabung gas elpiji” itu maksudnya bagaimana ya? karetnya diikat atau dimasukkan begitu saja ke dalam selang output gas elpiji?
mohon penjelasannya ya pak.. terima kasih..
Salam kenal juga. Karet gelangnya diikatkan di sekeliling output gas elpiji