Lukisan Dinding Siliwangi Penuh Kreasi Juni 27, 2007
Posted by indra kh in Bandung, travel and places.trackback
Hari sudah senja.Lampu-lampu penerang jalan satu persatu mulai dinyalakan. Kamis (14/6) petang itu saya pun sebenarnya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Namun saat melewati Jl. Siliwangi, Bandung sebuah pemandangan sejenak mencuri perhatian. Dinding tembok yang memanjang lebih kurang 500 M mulai dari pertigaan Sangkuriang (Cisitu) hingga tepian sungai Cikapundung ini ternyata sedang dilukis lagi. Kendati hari mulai gelap, namun sejumlah mahasiswa seni rupa ITB yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (KMSR) ITB terlihat masih asyik menggoreskan kuasnya ke dinding pembatas jalan kediaman keluarga Kasoem yang terkenal dengan bisnis Optical-nya ini.
Dinding tembok Jl. Siliwangi saat sedang dipoles (indra kh)
Sebelum membuat mural ( melukis pada permukaan yang lebar), sejumlah mahasiswa terlebih dulu menggoreskan cat dasar berwarna putih. Hal tersebut dilakukan juga untuk menghapus lukisan yang sebelumnya. Seusai dipoles cat dasar dilanjutkan dengan pembuatan sketsa, untuk mempermudah pembuatan lukisan dinding. Dari tahapan pembersihan/ pengecatan dasar hingga penyelesaian lukisan membutuhkan waktu sedikitnya 1 pekan, mulai Sabtu (9/6) hingga Jum’at (15/6).
Semangat menyelesaikan lukisan dinding hingga malam hari (indra kh)
Mural Siliwangi tak hanya mengusung satu tema. Sedikitnya 20 kreasi lukisan dilekatkan di dinding tembok jalan penghubung Dago menuju Cihampelas dan Ciumbuleuit itu. Mural kali ini mengangkat tema Bandung dan lingkungannya. Konon 20 lukisan yang dipilih untuk menghiasi dinding tersebut merupakan hasil seleksi dari sayembara lukisan yang digelar seni rupa ITB.
Seorang mahasiswa tengah asyik melukis dinding tembok siliwangi (indra kh)
Aktivitas seni mural pada dinding tembok Jl. Siliwangi sebenarnya bukan kali pertama. September 2003 adalah saat pertamakali tembok ini dipercantik oleh sejumlah mahasiswa. Mural perdana kala itu mengusung tiga tema : Bandung tempo dulu, Bandung masa kini dan Bandung yang akan datang. Mural tersebut bahkan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Mural terpanjang di Indonesia.
Sejak akhir tahun 2003 itulah Jl. Siliwangi mulai berubah. Sebelumnya, dinding tembok di jalan tersebut bak papan reklame dan kanvas grafiti gratisan. Berbagai pamflet, flyer, hingga coretan cat piloks yang cenderung terkesan sebagai aksi vandalisme bercampur baur di atas dinding yang kian tua itu. Kendati menurut penilaian sebagian orang, aksi corat-coret semacam itu masih bisa dianggap sebagai sebuah karya seni.
Lukisan setengah jadi pada mural siliwangi (indra kh)
Kini dinding tembok Jl. Siliwangi seakan kembali muda karena telah bersolek lagi. Para pengendara yang melewati jalan itu bisa menikmati pemandangan baru, terutama saat macet di akhir pekan. Mural siliwangi ibarat pameran lukisan jalanan yang tak hanya membuat enggan brosur, flyer, dan sejenisnya maupun coretan piloks untuk kembali mampir di dindingnya, namun juga memperindah bagian utara kota Bandung. Salut untuk kreasi para mahasiswa seni rupa ITB.






Memang tembok itu tampak jauh lebih indah. Baheula keur leutik, saya ingat betapa senangnya mengecat sebuah bis, karena kelas kami memenangkan perlombaan desain yang diadakan pemerintah kota brisbane.
Resep lah, salut oge
@ roffi : Yup, teu pati sareukseuk teuing upami ngalangkung kadinya teh ayeuna mah, kang. Mengecat bis ? bagus juga idenya. Siapa tahu kawan-kawan seni rupa ITB berminat mengadakan perlombaan serupa.
wah, udah di-update ya? kalo kebetulan lewat, liat ah …
@ Rully : Kalau mau ke Starbuck Ciwalk lewat situ aja, om:D
warna-nya lebih berani dibanding pendahulu-nya. apa cukup aman bagi pengendara di sebelahnya ?? kali ajah kehilangan konsentrasi saat mengendara.
@ ipans : biar aman liatnya waktu macet aja kali, ya
He..he..he..malah gak sempet mampir kesana Pak, beberapa waktu lalu pengen juga melintasi jalan itu, tapi berhubung waktunya mepet, gak jadi deh..
tapi kalo aku maen ke Bandung lagi, pasti mampir…
@ RS ngalam : waah sayang sekali, ya. Silahkan mampir ke Jl. SIliwangi kalau berkunjung ke Bandung lagi
Terima Kasih atas kunjungannya ke majalah Dewa Dewi. Selamat menulis, Mas !
@ Redaksi Dewa Dewi : Trims juga atas kunjungannya.
Wah, lukisan di tembok siliwangi sebelum di lukis kembali emang sudah memudar warnanya……
Untungnya ada kesadaran untuk memperbaikinya lagi……
Moga-moga usianya nggak singkat deh…. alias warna catnya nggak cepat memudar ^_^.
Btw, pengalaman nge-bidik gambar di lokasi ini harus ekstra hati-hati. Mundur dikit ke arah belakang bisa-bisa mengganggu kelancaran lalu lintas
@ Hendra : Waah betul banget, mas nyari tempat yang pas dan aman untuk mengambil gambar di sekitar lokasi memang sulit (sempit terus jalannya agak menanjak dan menurun)
wah terkesan lebih nyentrik lebih, inddah, mestinya bisa ditiru daerah lain, tapi sayangnya nggak semua daerah itu setuju
@ peyek : Iya sih, cak.Beberapa daerah mungkin masih mengganggap lukisan dinding semacam ini akan mengurangi keindahan kota. Selain Bandung, saya pernah lihat mural di beberapa daerah lain ; Jakarta dan Yogyakarta.
bagus nih daripada ngelukis di baju seragam saat pesta kelulusan hehehe
@ Anang : kayaknya kalau pas kelulusan merayakannya bukan dengan corat-coret baju tapi dengan melukis tembok sekolahan asyik juga
Waktu balik ke Indo, saya sempat mampir ke Bandung tanggal 9 Juni yg lalu, persis pas kegiatan ini dimulai. Suatu usaha yg patut diacungkan jempol. Salut deh buat warga Bandung, semoga menjadi inspirasi bagi kota2 lain untuk memperindah kotanya
@ Socrates Rudy Sirait : Waah sipp itu pak, berarti kebayang juga usaha para mahasiswa ini untuk melukis dinding sepanjang Jl. Siliwangi. Ditunggu kedatangannya ke Bandung lagi.
Tema yang mengusung Bandung dan lingkungannya mudah-mudahan sesuai dengan kenyataannya. Mudah-mudahan Bandung tidak apa yang digambarkan dilukisan itu tetapi lebih baik lagi.
@ Taryan : Minimal bagus dari lukisannya dulu aja, kang
suatu saat insyaAllah saya lewat situ kalau saya pulang ke Indonesia
sekarang masih di republik mimpi, visa tinggal disini enak, tak usah diperpanjang, bisa tinggal semaunya
@ Roisz : Baru tahu saya kalau di Republik Mimpi ada Kopo
Lukisan dinding itu sebelumnya pernah saya lihat waktu tahun 2000an ya? Menarik sekali..Terakhir saya pulang tahun lalu itu sudah agak pudar, tp mungkin sudah diperbaiki..I love Bandung!
@ Saut : Salam kenal pak Saut, terima kasih sudah mampir ke blog ini. Semoga ilmu yang diperoleh di Jepang bermanfaat bagi bangsa kita. Betul pak lukisan dinding pertama sekitar tahun 2003, namun beberapa bulan ke belakang salah satu blok tembok tersebut roboh terkena tekanan air dari balik dinding saat hujan besar, sejak itu keindahannya mulai memudar. Beruntung KMSR segera mengganti dengan yang baru.
pencinta arts yah..
wahh..
@ Elly : Lumayan, dikit aja
mang, saya sudah tiga kali lewat sana, kebetulan lagi kembali ke Tanah Air. Tapi saya belum mengerti dengan tema maupun judul yang sedang dipampangkan kini. Bisa sedikit diceritakan pada saya yang cukup awam tentang grafis.
Hatur TengKyu sebelumnya.
di Republik Mimpi juga ada Kopo, Mang. Masa hanya di Indonesia saja yang boleh ada Kopo. Bedanya, kalau di Republik Mimpi, Kopo tidak macet seperti di Indonesia. hehehe
kreatif… sebelumnya kan tema nya tentang bola (memberi dukungan untuk PERSIB). Ayeuna tos digentos deui nya kang?
@ Aini : muhun tos digentos deui. Setahu saya tema sebelumnya adalah tentang Bandung masa lalu, Bandung masa kini dan Bandung yang akan datang.
kemarin siang, lewat jalan siliwangi. pelan-pelan bawa motornya sambil ngeliatin lukisan-lukisan dindingnya. warna-warnanya (karena kualitas cat?), ok bangget nih.
@ Rully : tapi harus hati-hati juragan, jangan malaweung, bisi ketabrak
dalam upaya pelestarian primata, orang utan khususnya, saya dari benefiz foundation of germany mempunyai proyek membuat sculpture orang utan dari fiberglass. dan kami membutuhkan painter yg bisa membantu kami melukis sculpture tersebut. saya ada contoh gambar mungkin saya bisa kirim via email, dan bila anda sekiranya tau seseorang/mahasiswa yang bisa membantu saya please contact me, n off course we pay, but social price. karena kami dalam misi sosial pelestarian orang utan. dan domisili saya di jakarta selatan. project ini kami harapkan selesai bulan desember. saat ini sedang dalam proses pembuatan. 50 sculptures. thanks.
@ anis: ok mudah-mudahan bisa membantu, bila ada perkembangan akan saya kontak.
bravo ITB,
kibarkan kontemporer artis INDONESIA
kasih gambarnya doooooonkkk,,!!!!! PELIT amat
saya suka asyik juga,,, emmmm terutema pengolahan warnanya asyik…
fotonya bagus-bagus bos!
keren abis!