Jelajah Masjid Bandung Raya: Masjid Istiqamah Oktober 4, 2007
Posted by indra kh in Bandung, Islam, Jalan-jalan, Masjid, ramadhan, religion, travel and places.trackback
Tulisan ini merupakan lanjutan cerita jalan-jalan ke sejumlah masjid di kota Bandung pada bulan Ramadhan 1428 H. Setelah berkunjung ke Masjid PUSDAI Jabar beberapa waktu lalu, jalan-jalan kita kali ini akan singgah ke Masjid Istiqamah, di Jl. Taman Citarum. Daerah ini terletak tak jauh dari salah satu kawasan wisata belanja (factory outlet)Jl. LLRE Martadinata (Riau), atau sekitar 500 M arah Selatan Masjid PUSDAI.
“Bangunan lama dan baru pada Masjid Istiqamah (indrakh)”
Pendirian salah satu masjid raya di kota kembang ini tak bisa dilepaskan dari sosok dua orang ulama besar, yakni Alm. KH EZ Muttaqien dan Alm. KH Rusyad Nurdin. Di masa hidupnya kiprah kedua tokoh ini tak hanya dikenal di lokal Bandung saja, namun juga di tingkat nasional. Alm.KH EZ Muttaqien pernah menjadi ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), sedangkan KH. Rusyad Nurdin dikenal sebagai tokoh Masyumi dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).
Sebelum menempati lokasi yang sekarang, rumah ibadah yang lokasinya juga dekat dengan Gedung Sate ini awalnya hanyalah sebuah masjid kecil di pasar Cihapit Bandung. Konon baru di era 60-an tempat ibadah yang satu ini dipindahkan ke lokasi di sekitar Taman Citarum.
Sekitar tahun 1968 mulailah berdiri Yayasan Istiqamah yang digagas oleh sejumlah ulama dan tokoh masyarakat kota Bandung. Istiqamah yang awalnya hanya sebagai tempat ibadah biasa saja aktivitasnya menjadi kian berkembang bahkan melebar ke dunia pendidikan. Demikian ungkap sebuah artikel di harian Republika pada 22 Mei 2002 yang saya baca. Diawali dengan pendirian Taman Kanak-kanak (TK) di pertengahan dekade 80-an, lalu Sekolah Dasar (SD) pada 1992, dan SLTP lima tahun kemudian.
Interior Masjid tiga lantai ini banyak didominasi oleh kaca-kaca berukuran besar. Sentuhan marmer hanya terlihat di bagian mihrab. Karpet biru yang melapisi lantai dan ornamen kayu pada beberapa bagian mendominasi ruangan utama masjid.
“Interior Masjid Istiqamah Bandung (indrakh)”
Bangunan utama terbagi dua; bangunan lama dan bangunan baru. Bangunan baru yang terletak di bagian belakang bahkan bersifat lebih terbuka karena didesain tanpa dinding samping dan jendela, dan hanya ditopang oleh tiang-tiang. Jika kita shalat di bagian ini akan terasa lebih segar karena sirkulasi udara lebih terjaga. Kondisi lingkungan di sekitar Masjid Istiqamah yang dikelilingi banyak ruang terbuka hijau kian menambah kesejukan tempat ibadah ini.Masjid Istiqamah dilengkapi satu menara dan tanpa kubah. Bangunan atap didesain cenderung berbentuk segi empat trapesium.
Bangunan utama Masjid berada di lantai 2, sementara di lantai dasar terdiri dari ruangan kelas, fasilitas wudhu dan kamar mandi, kantor yayasan, serta aula yang biasa disewakan untuk aktivitas resepsi pernikahan. Lantai 3 dikhususkan untuk jamaah wanita dan ruangan perpustakaan.
Hanya saja lahan parkir di masjid ini kurang luas sehingga jamaah yang membawa mobil banyak yang terpaksa harus parkir di pinggir jalan sekitar Jl. Taman Citarum jika saat shalat Jum’at atau kuliah dhuha.
Yang menarik masjid ini kelihatannya selalu ramai pada waktu shalat dhuhur. Pasalnya banyak jamaah yang memanfaatkan waktu istirahatnya untuk shalat dhuhur di sini dan kemudian melanjutkannya dengan makan siang di kedai-kedai maupun restoran yang banyak terdapat di sekitar Masjid Istiqamah. Misalnya saja Timbel Citarum, baso malang, restoran Raja Melayu, dsb.




baru mau ditanyain. udah ada ternyata.
Misalnya saja Timbel Citarum, baso malang, restoran Raja Melayu, dsb.
@ Rully: Tetap ada nuansa makan2 walau membahas wisata religi
tah pami masjid ieu mah teu acan kantos mampir sok ngalangkungan hungkul pami uih kuliah teh he he…
@ taryan: tah nya sok isinan akang mah, kalebet weh tong asa-asa, lebar ngalangkung wungkul mah,
sekilas dari foto 1 diatas masjidnya mirip kantor.
@ Agam: iya sih, kalau yang baru melihat mungkin akan menyangka bangunan ini hanya sekolahan atau kantor
Pak Indra kalau shalat tarawih biasanya di mana nih? Kalau saya meskipun lebih dekat ke Islamic Centre Supratman, tetapi saya lebih suka di Masjid Istiqamah Taman Citarum, sebabnya kultumnya lebih pendek, dan shalat tarawihnya juga lebih cepat selesainya! Huehehehe…
@ Yari NK: Ke Salman, pak. Justru tahun ini belum sempat tarawihan di Istiqamah, baru shalat fardhu saja
yup bener pak , kemarn jumatan- 5/10 sya di istiqomah euy, mau nanya nich kalo kegiatan itikaf ada juga gak ya? plus kalo itikaf bawa makanan sendiri ato beli ya?
@ andri: setahu saya untuk iktikaf biasanya ada program khusus dan kita daftar di sana (include materi, makan sahur, buka, dll)
Saya baru tahu kalo kang Indra itu menulis repotase jelajah masjid di Bandung Raya .. cool. Jarang2 ada blog yang mengulas soal masjid. Kalo saya hanya jelajah masjid pada saat tarawih. Untuk merasakan perbedaan dalam pelaksanaan sholat tarawih. Dan alhamdulillah .. saya menikmati perbedaan tersebut.
@ erander: jelajah masjidnya hanya iseng2 saja, kok pak
[...] Sop Konro Marannu yang berada di Jl. RE Martadinata (Riau) no 62, Bandung. Letaknya tak jauh dari Masjid Istiqamah, RSIA Tedja atau sekolah Taruna [...]
[...] Masjid Istiqamah [...]
masjid istiqamah…
jadi teringat masa dulu..
tempat aku saat kecil belajar islam..
setiap ahad ikut kuliah dhuha..