Taman Lalu Lintas, Wahana Rekreasi Anak Legendaris
Hari sebenarnya masih pagi ketika kami melangkah masuk ke gerbang Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani, Jl. Belitung no 1, Bandung, Minggu (30) kemarin. Meski begitu, ternyata wahana bermain tersebut sudah ramai dengan suara riang para bocah yang seakan memecah kesunyian. Lalu lalang para pengunjung dan pedagang mainan anak-anak terlihat di berbagai sudut salah satu tempat rekreasi anak tertua di kota Bandung itu.
“Berkeliling Taman Lalu Lintas menggunakan KA mini (indrakh)”
Jika dipikir, entah kapan saya terakhir kali menjejakkan kaki ke taman yang di jaman kolonial dikenal dengan nama Insulindepark ini. Mungkin pada tahun 80-an, waktu masih Sekolah Dasar. Kini, baru sekitar dua dekade kemudian saya masuk ke tempat ini lagi. Namun kali ini bukan sebagai anak-anak, melainkan mengantar anak sendiri. Kalau begitu pengunjung Taman Lalu Lintas berarti sudah beberapa generasi.
Taman yang dulunya berupa rawa-rawa itu mulai diresmikan menjadi sarana pendidikan informal untuk menanamkan etika berlalu lintas bagi para bocah pada tanggal 1 Maret 1958. Pemberian nama “Ade Irma Suryani” dimaksudkan untuk mengenang putri Alm. Jend AH Nasution yang meninggal tertembak pada peristiwa G30S/PKI.
Letak Taman Lalu Lintas termasuk strategis, dan berada di pusat kota. Lokasinya tak jauh dari Bandung Indah Plaza, Jl. Merdeka dan kawasan Factory Outlet , Jl. LLRE Martadinata (Riau). Rute angkutan kota yang melewati Taman Lalu Lintas, diantaranya: Abdul Muis – Dago, Abdul Muis – Ledeng, atau Antapani – Ciroyom.
Harga tiket masuk ke wahana rekreasi ini juga masih terbilang murah. Pada hari biasa Rp. 4000, - / orang, sedangkan pada hari libur adalah Rp. 5000, - / orang. Hanya saja harga tersebut tidak termasuk tiket untuk menikmati berbagai permainan yang ada di dalamnya. Jika putra putri Anda ingin menaiki sebuah permainan atau masuk ke sebuah wahana harus membayar lagi. Harganya bervariasi, namun rata-rata sekitar Rp. 3000, - / orang.
Konsep Taman Lalu Lintas didesain sebagai miniatur jalan raya lengkap dengan berbagai rambu lalu lintas. Tujuannya untuk mengenalkan anak-anak terhadap pengetahuan berlalu lintas. Taman yang pada era 1915 – 1920 masih berupa lapangan tempat latihan militer ini juga dilengkapi stasiun kereta mini, termasuk pintu lintasan. Anak-anak maupun orang tua juga bisa berkeliling Taman lalu Lintas menggunakan alat transportasi tersebut.
“Mengenalkan anak kepada lalu lintas jalan raya berikut rambu-rambunya (indrakh)”
Untuk mengajarkan anak berkendaraan dan berlalu lintas di jalan raya, Taman Lalu Lintas menyediakan sepeda sewaan dan mobil-mobilan. Trek yang dilalui didesain menarik. Ada jalan menanjak, menurun, tikungan bahkan terowongan.
“Kolam renang khusus bocah di Taman Lalu Lintas (indrakh)”
Tempat permainan bocah lainnya yang ada di tempat ini adalah jungkat-jungkit, ayunan, korsel, kiddie rider, kolam pancingan, kolam renang, dan masih banyak lagi. Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani juga memiliki sekolah taman kanak-kanak. Singkatnya berkunjung ke Taman Lalu Lintas Bandung, Anda ibarat masuk ke surga mainan anak-anak.
Semoga saja wahana rekreasi anak legendaris ini tetap dipertahankan seterusnya, dan tidak menjadi korban alih fungsi menjadi Mal, pusat perbelanjaan, atau perkantoran. Bahkan mungkin setiap daerah harus memiliki tempat semacam ini. Selain berfungsi sebagai sarana rekreasi anak, tempat semacam ini sekaligus bisa menjadi sarana pendidikan dan memfasilitasi rasa keingintahuan para bocah.
Pernah berkunjung ke tempat semacam ini, atau punya kisah menarik tentang Taman Lalu Lintas, silahkan berbagi cerita.











April 2, 2008 pukul 2:43 am
“wach pak- aqu jadi pengin ke taman lalu lintas, dulu sama ortu sering di ajak ke situ, masalahnya aqu ke situ dengan siapa ya he..he.. putrimu ada gak di photo pak?”
April 2, 2008 pukul 4:40 am
Aku jadi kepengen ngajak anakku kesini, Mang Indra. Lain kali bilang-bilang dong kalau main. Aku ada foto zaman kecil naik mobil kecil. Ya, pergi ke taman terbuka memang menyenangkan!
April 2, 2008 pukul 8:42 am
Saya malah belum pernah kang ke situ. Kalo sedang ke Bandung, paling pol ya ke BIP aja .. padahal taman lalu lintas itu dekat ya dengan BIP hik hik
April 2, 2008 pukul 10:26 am
gyaaahhhh,, dulu waktu masih kecil pnah kesitu,, diajakin tante nung,, hihihihi,, fotnya masih ada loh,, naik kereta gitu,, hihihihihi,, taon brapa yah itu,, skitar 91,, udah lama bgt ya??
April 2, 2008 pukul 11:27 am
Sudah waktunya Bandung mempunyai
fairplayfairground seperti Ancol ataupun Taman Ria yang canggihApril 2, 2008 pukul 12:32 pm
jadi pingin anak kecil lagi nih. bisa main sepur-sepuran (baca: naik kereta). Main prosotan sampai puas…
hehe
April 2, 2008 pukul 3:41 pm
beruntung warga bandung, masih ada taman publik seperti itu, memang saya tak layak menilai dan membandingkan tapi Gresik? waduh… ampun deh mas!
April 2, 2008 pukul 4:46 pm
waduh, hanjakal urang sakulawargi teu jadi ngilu. lain kali mang, kita kesindang lagi. geus lila pisan (leuwih ti 10, teuing 15 tahun) teu kadieu.
April 3, 2008 pukul 1:55 am
joohh..saya SMA deket situ tapi gak pernah maen ke taman lalulintas..

semoga fungsinya gak beralih, karena selain taman bermain juga berfungsi sebagai salah satu paru2 kota. dulu saya seneng banget tinggal di daerah situ. suasananya adem pol, banyak pohon2 gede
April 3, 2008 pukul 2:26 am
Saya pernah berjalan disini, selepas subuh… indah
April 3, 2008 pukul 2:07 pm
Pernah tapi kapan ya ? Diajak om Dim waktu kecil. Main mobil-mobilan yang harus dimasukin koin dulu.
April 4, 2008 pukul 2:59 am
Sekolahku dulu bertentangga dgn TLL….dulu mampir dan istirahat sambil minum air soda yang dibikin biar agak tumpah dikit… Sekarang mampir sambil makan “timbel kumplit”…tapi tetep sogar.
Salam kenal
April 4, 2008 pukul 5:21 pm
Wah, saya pernah ke sana puluhan tahun yg lalu kalau liburan ke bandung. Sekarang kalau ke sana pasti di sangka nganter cucu … ha ha ha
April 7, 2008 pukul 3:28 am
Ya, taman ini sangat rindang dan cocok buat jalan2 sekeluarga, murah, sejuk dan menyenangkan bagi anak2.
Daripada ngajak jalan ke mall mending ke tempat ini deh
Salam,
idebisnisusaha.com
April 17, 2008 pukul 11:24 am
1. Seandainya Aku pada masa kecil mengunjungi taman lalulintas, tidak akan begini jadinya ? SIM banyak bekas hekteran.
2. Seandainya para supir angkot yang sering melanggar rambu2, pada masa kecilnya mengunjungi taman lalulintas ?
3.
April 24, 2008 pukul 9:48 am
Dulu jika libur sekolah, anak-anak saya setor ke Bandung (maklum suami kerja di Bandung dan saya di Jakarta), nanti sama si mbak diantar jalan-jalan ke taman lalu lintas seharian, si mbak bawa bekal makanan. Hari Jumat malam baru ibu datang naik KA, dan bisa berjalan-jalan sama ibu…setelah mereka sekolah lagi balik ke Jakarta.
Sekarang si Bungsu suka mengingat ini, kalau pergi ke tempat kuliahnya, melalui taman lalu lintas.
April 24, 2008 pukul 12:10 pm
hwaa sejak dtg pertaa kali k bdg, taman lalu lintas inilah yg pengen kusambangin…sayangnya teman2 pada gamau d ajakin k sana
katanya malu ma umur
harus nunggu ngajak ponakan siapa dulu baru berani kali yaa…ato nyulik bocah kecil yg lucu aja buat diajak main ksini…buat tameng hehehehe….
April 27, 2008 pukul 10:46 am
Nanti insya alloh kalau Nadine udah agak gede, pengen ngajak dia ke situ ah. Mudah2an masih ada (gak dijadiin FO)
Mei 19, 2008 pukul 3:12 am
waaaaaaaaaa kasiaaaaaaaaaaan kenapa selalu rakyat ku menderita, apa salahnya tentang pengaturan ekonomi padahal banyak sudah pakar ekonom ku gunaka addduuuuuuuuuuuuuuuuuuuu pening jdnya atur nagari
Juni 6, 2008 pukul 11:02 am
duh, masa kecilku kang indra bahagia juga
simkuring ge baheula sabulan sakali ka taman lalu lintas, selang seling jeung kebon binatang
salamhangat.
berbagi cerita..