jump to navigation

Masjid Agung Garut, Saksi Bisu Sejarah Kota September 12, 2008

Posted by indra kh in Islam, Jalan-jalan, Masjid, ramadhan, religion, travel and places.
trackback

Salah satu tempat yang nyaris selalu saya singgahi jika berkunjung ke kota Garut, Jawa Barat adalah Masjid Agung Garut. Suasananya yang teduh dan lokasinya yang strategis, tak jauh dari pusat keramaian membuat masjid yang satu ini kerap menjadi tempat transit bagi para pelancong dalam negeri untuk shalat dan beristirahat sejenak. Pilihan mereka tidak keliru. Terlebih di area halaman masjid dan sekitar alun-alun Garut terdapat sejumlah pedagang makanan yang bisa kita pilih untuk mengisi perut setelah lelah menempuh perjalanan. Apalagi pada bulan Ramadhan. Menjelang senja, tempat ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi para wisatawan lokal dan penduduk kota Garut untuk mencari menu tajil.

“Masjid Agung Garut Menjelang Senja (indrakh)” From Garut

Berbicara mengenai Masjid Agung Garut sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari tapak-tapak sejarah kota maupun Kabupaten Garut itu sendiri. Setelah sempat dibubarkan pada era Daendels akibat rendahnya produksi kopi dari daerah ini, Kabupaten Limbangan yang menjadi cikal bakal Garut akhirnya dibentuk kembali sekitar tahun 1813. Karena Suci yang sebelumnya menjadi ibukota dianggap sudah tidak layak, maka wilayah yang terletak sekitar 5 Km dari arah Suci menjadi pilihan.

Seperti konsep yang banyak diterapkan di mayoritas kota-kota di Indonesia, dimana pusat kota biasa terdiri dari alun-alun, masjid, penjara, pusat pemerintahan, dll, pemerintah zaman itu pun menerapkan hal yang sama pada kota ini. Maka bila ditilik dari sisi sejarah, Masjid Agung Garut ini termasuk salah satu masjid tertua di bumi Priangan.

“Interior Masjid Agung Garut (indrakh)” From Garut

Wajah masjid yang bisa Anda lihat saat ini juga bukan rupa yang sama dengan Masjid Agung Garut pada awal abad ke 19. Perubahan mencolok terletak pada bentuk kubah. Seperti umumnya masjid di Priangan termasuk Masjid Agung Bandung, Masjid Agung Garut pada masa itu pun menganut konsep tajuk tumpang tiga atau lebih dikenal dengan atap “nyungcung.” Itulah mengapa di tanah sunda jaman baheula (dulu – red) sering kita dengar istilah “ka bale nyungcung” untuk menggambarkan pasangan yang akan melakukan akad nikah di masjid agung.

Masjid yang terletak di Jl. Ahmad Yani, Garut ini entah sudah berapa kali mengalami renovasi. Namun yang tercatat pada batu prasasti di Masjid tersebut menyatakan bahwa renovasi pernah dilakukan pada 10 November 1994 dan rampung pada 25 Agustus tahun 1998.

Semoga saja keberadaan salah satu saksi bisu sejarah peradaban kota Garut ini bisa terus terpelihara. Tetap nyaman, asri dan tidak terdesak oleh bangunan lain yang berpotensi merusak wajah masjid itu sendiri. Sebagai warga Bandung, saya sendiri sering merasa iri bila melihat masjid-masjid di kota lain yang bisa menjadi landmark bagi kotanya. Sungguh beda dengan nasib Masjid Agung Bandung, yang meski sudah direnovasi namun tetap saja tidak bisa tampil ke depan sebagai icon pusat kota karena sudah dikepung oleh Mal dan gedung perkantoran.

***

Tulisan ini boleh jadi merupakan sequel dari episode jelajah masjid yang pernah saya tampilkan pada bulan Ramadhan tahun lalu. Berikut ini kupasan jelajah masjid sebelumnya.

About these ads

Komentar»

1. Saut - September 15, 2008

seorang rekan saya memiliki hobi fotografi. setiap dia pergi ke satu kota, dia selalu memoto masjid Agung yang ada di kota itu. sepertinya koleksinya sekarang sudah banyak sekali karena dia sering “jalan-jalan”.

saya sendiri memandang masjid (terutama masjid Agung) dengan sejarah Indonesia, karena itu sangat menghargai tulisan-tulisan semacam ini. great posting bung Indra!

2. hmcahyo - September 15, 2008
3. peyek - September 15, 2008

Biar gresik sudah punya masjid agung gresik, dengan arsitektur yang nggak jelas menganut apa, bercirikan masjid jawa tidak, apalagi bercirikan masjid di timur tengah, pokoknya nggak jelas.

Penyelesaian terkesan buru-buru dan berbau politis kental, dan sepertinya kurang nyaman, beda dengan masjid jami’ gresik di alun-alun kota, adhem dan rasa religiusnya terasa ketika berada didalamnya.

4. Jay - September 15, 2008

Wah, jdi kepingin untuk jalan2 ke kota Garut, melihat Masjid Agung -nya…. Dari fotonya, dah dpt dipastikan bagaimana nikmatnya sholat di masjid tsb.

Salam kenal.. dari Jambi.

5. kangguru - September 15, 2008

jadi rindu garut nih ndra hhehheh makasih reportnya

6. amru - September 15, 2008

wah saya belum pernah ke garut sama sekali..
setelah baca postingan ini jadi pengen jalan2 ke garut

7. edratna - September 15, 2008

Saya beberapa kali ke Garut untuk penelitian, saat masih menjadi mahasiswa…saya suka situasi kotanya, dan lingkungan pedesaannya.

8. indra1082 - September 16, 2008

Subhanallah…bukan cuma dodol yang terkenal… Keep our masjid..

9. tren di bandung - September 16, 2008

selamatkan dan jaga lingkungan kita…
dukung…

BLOGER SELAMATKAN BABAKAN SILIWANGI

http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/15/bloger-jangan-kalah-dua-kali/

10. Donny Reza - September 16, 2008

Ke heula, ari jalan A. Yani teh yang sebelah mana ? :D yang ke arah tasik bukan sih?

11. easy - September 16, 2008

ah dulu nyesel pas ke garut gak mampir ke masjid agungnya…

12. Yari NK - September 17, 2008

Insya Allah kalau warga Garut sendiri dapat menghargai masjid tersebut dan menggunakan sebagai tempat ibadah yang sesuai, masjid tersebut akan tetap jaya. Jaya bukan hanya dalam masalah adu hebat2an fisik saja. Jikalau masjid raya ini tetap menjadi pusat ibadah orang2 Garut, Insya Allah masjid raya ini akan tetap jaya, karena tetap bermanfaat dan ramai dikunjungi umatnya……

13. ardianzzz - September 21, 2008

salam kenal mas! hobi fotografi ya? aku juga tapi cuma foto-foto bukan fotografi.. heheh

14. indra1082 - Oktober 11, 2008

Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

15. za - Oktober 13, 2008

Wah bagus sekali masjidnya. Aku baru tahu ada masjid seperti ini di Garut. Garut tea di sebelah mananya Bandung tho?

16. Rayyan Sugangga - Oktober 29, 2008

Iya bagus mas Masjidnya. Tapi suka sedih mas, banyak masjid tapi yang datang kok terlihat sepi ya …

17. soerdjak - November 18, 2008

cakep banget gambar masjid sorenya.

jadi pengen kesono deh.

18. kang arif - Januari 20, 2009

salam
aduh, kapan saya pulang ka garut ya.
bawa anak-anak ke masjid agung…

salam

19. enamapril08 - April 8, 2009

aduh jadi pengen k garut euyyyy

20. rudiman - Mei 15, 2009

muhun Garut teh kota anu ramEE hehe…
simkuring hoyonG ngadamel karya tulis tentang, saurna mah aya lomba ti Dinas Parawisata

21. rudiman - Mei 15, 2009

karya tulis tntng garut hehe..

22. BUDI BUDIMAN - Desember 30, 2009

HIDUP GARUT

23. Bento - Januari 20, 2010

duh jadi hoyong ngengengkeun urang garut wkwkwkwkw

yusran - Mei 15, 2010

d’antos

24. sutisna brata - Februari 18, 2010

sekedar info kanggo urang garut anu aya dimana wae…he..he… sekarang ada lagi produk baru karya anak garut….”kaos garutan”….dengan obyek nuansa pariwisata garut……bilih peryogi ..ayana di jalan Panday 11 cipanas garut….02620540065 ..diantos kasumpingannana…

25. blak - April 25, 2010

garut yg terbaik

full - Desember 26, 2011

make sunda weh kalem

26. yusran - Mei 15, 2010

subhanallah

27. Rizal - Mei 16, 2010

Masjid Agung Garut, sebuah bangunan yang sangat berkesan bagi saya, dan banyak pengalaman-pengalaman berharga saya dapat dari sana.

28. dear_amin@ymail.com - April 12, 2011

Yang penting jamaah nya juragan, bukan mesjid nya, bagaimana keadaan sekarang sdh banyak mesjid kosong dari jamaah, sdh banyak yang sdh tertib lagi

29. DeKa Heni Herdia - Juli 21, 2011

harapan urang Garut asli mah unggal ganti tahun makin maju,baik dalm segi politik ekonomi dn lain hal sebagainya.
moal pupus kacinta urang Garut ka tanah kelahirannana.

30. Dadi rukmana - November 5, 2011

Sudah hampir 20th lebih saya tinggalkan Garut, kerinduanku terhadapmu semakin nampak! YaAlloh! perkenankanlah aku mengabdikan diri dikota kelahiranku ini…..

31. full - Desember 26, 2011

kumaha daramang urang garut

32. iman - Januari 21, 2012

dulu waktu sekolah,mesjid agung garut suka di pake tempat nongkrong sepulang sekolah

33. mang iman - Januari 21, 2012

mun ka garut panasaran lamun teu ka PENGKOLAN teh

34. alfin - Maret 11, 2012

garut memang kota santri byak pondok pesntern dan para ulma …..
apa lgi kita melihat masjid agung garut waduh udah mah gede rame lagy .coba kalu di adakan garut bersolwat bersama habib seyh assegaf dan para ajengan di masjid agung garut , wah bkal rame pisan pasti…..

محمد ألفيند يبوك - Maret 11, 2012

garut memang kota santri byak pondok pesntern dan para ulama …..
apa lgi kita melihat masjid agung garut waduh udah mah gede rame lagy .coba kalu di adakan garut bersolwat bersama habib seyh assegaf dan para ajengan di masjid agung garut , wah bkal rame pisan pasti…..

35. rijal paujan.16@yahoo.com - April 12, 2012

simkuring asli urang grt kahoymg th grt kudu lbh maju iye pejabat gtr lba koropsi cing karuny ka kolt bahela anu maju ken grt th tah pejabat grt cnh ningali awal na jdi grt th kudu era ey ku budak angon?

36. rijal paujan.16@yahoo.com - April 12, 2012

hidup garut cing maju santri na jing maju ulama na

37. siti maryam - April 12, 2012

MASJID AGUNG GARUT KEBANGGAANKU


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 159 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: