Lembang dan Dunia Strawberry Mei 19, 2009
Posted by indra kh in Jalan-jalan, Lembang, food and drink, kuliner, my-life, serbaneka, topics, travel and places.Tags: Lembang, strawberry, travel, wisata kuliner
trackback
Buah strawberry seperti sudah berjodoh dengan kota Lembang. Betapa tidak pesona buah merah berbentuk hati ini tampak kian melekat saja dengan kota di kaki Gunung Tangkuban Parahu itu. Strawberry kini menjadi salah satu tanaman idola bagi para petani di daerah tersebut. Para pengusaha pun seakan berlomba untuk memanfaatkan berbagai potensi dari buah asal negeri Paman Sam itu. Sudah banyak lahan kosong yang disulap menjadi tempat wisata dengan menjadikan strawberry sebagai daya tariknya. Bisnis makanan dan minuman olahan dari strawberry pun tak kalah menggeliatnya.

"Strawberry, buah merah yang mempesona" (doc/ikh)
Sejumlah tempat baru yang menawarkan wisata strawberry dengan menggabungan dengan konsep lain seperti arena outbound banyak bermunculan bak jamur di musim hujan. Alhasil beberapa tempat yang kalah dalam berinovasi harus rela gulung tikar. Posisi mereka digantikan oleh tempat-tempat wisata strawberry yang lebih menarik, dan memiliki tempat lebih strategis. Sebagai contoh, sejumlah tempat wisata strawberry yang pernah saya angkat pada tulisan “strawbery walk, wisata strawberry petik sendiri,” saat ini banyak yang sudah lenyap, diganti oleh tempat wisata lainnya.

"Strawberry petik sendiri, masih jadi primadona" (doc/ikh)
Salah satu tempat wisata strawberry yang kini sedang laris dikunjungi misalnya saja Dapur Lembang, yang terletak tak jauh dari gerbang masuk kota. Setiap akhir pekan lokasi ini tampak selalu dipenuhi para wisatawan, terutama wisatawan asal ibukota. Tempat wisata petik strawberry lainnya bisa Anda jumpai di Cibogo (misalnya Dante), Ciburial, atau sekitar pabrik susu PT Baru Adjak. Anda juga bisa menyusuri jalan ke arah ke Maribaya, hingga Cibodas. Di sana terdapat sejumlah perkebunan strawberry yang bisa dikunjungi. Strawberry hasil petik sendiri ini dijual dengan harga rata-rata Rp. 50.000 – 80.000,-/kg plus satu cangkir juice strawberry.
Tak hanya bagi pariwisata, buah merah ini pun banyak memberi berkah bagi para petani strawberry. Selain mereka bisa menarik untung lewat penjualan bibitnya, strawberry asal Lembang dan sekitarnya ini pangsa pasarnya juga ternyata sudah merambah ke berbagai hotel dan restoran. Hal tersebut bisa dilakukan berkat bantuan koperasi atau sejumlah pengumpul di sekitar perkebunana mereka. Tak hanya melayani order dalam partai besar, kita juga bisa membelinya secara eceran. Buah tersebut bisa dibeli dalam kondisi yang masih segar, atau yang sudah beku, yang biasanya digunakan untuk bahan juice. Strawberry dalam bentuk beku itu harganya lebih murah, biasanya dijual pada kisaran Rp.20.000,-/kg.

"Suasana di salah satu pengumpul strawberry" (doc/ikh)
Pada sektor makanan dan minuman, bisnis hasil olahan buah strawberry ini pun tak kalah menggeliat dengan sektor perkebunan dan wisata strawberry. Beberapa industri skala rumah tangga banyak bermunculan. Dari mulai juice, yoghurt, es mambo, es buah, dan lain-lain. Gerai mereka bisa Anda datangi di kawasan Cijeruk atau Kompleks BTN Lembang. Aneka olahan makanan dan minuman tersebut dijual dengan harga yang terjangkau. Misalnya yoghurt yang dibandrol dengan harga Rp. 6000,-/buah.
Ulasan ini boleh jadi terlalu singkat untuk menggambarkan potensi bisnis strawberry yang telah dimanfaatkan warga Lembang maupun para pengusaha. Namun bila melihat uraian di atas strawberry memang seperti menemukan dunianya di Lembang. Buah strawberry kota tersebut seakan menambah manis pesona Lembang.


Wiihhh mahal… sekali-sekali coba ah nyicipin stroberi ..
iyah mahal euy
wew jd pingin euy …
@ Satrion: iya sih masih mahal
@ Lala: Jika ingin lebih murah memang lebih baik membeli ke petaninya langsung, atau pengumpul. Jika membeli di tempat wisata petik sendiri memang terbilang mahal.
@ Afwan: pelesiran ke Lembang, kang
Bagi seorang pengusaha, harus bisa bersaing bagaimana membuat para pelanggan mau datang mengengok usahanya.
Lembang dengan anggreknya, dengan strawberry, dengan kaktus, juga susu sapi perah….perlu dimaintain agar bisa menjadi daya tarik kota Lembang, karena sebenarnya masih banyak wisata yang bisa digali di wilayah ini.
prospek cerah, lhah wong dengan harga mahal aja kok masih tetep laku.
Walah.. makin macet ajah Lembang kalo gini mah Kang ha ha
Tapi jadi kabita pengen ke sana nih….
@ Adipati: itu yang aneh, meskipun mahal namun strawberry tetap diburu
@ Can Masagi: Nanti akan jadi obyek wisata: wisata macet
Meskipun macet pelesir ke Lembang tetep mengasyikkan.
wah, menarik banget objeknya, mas. lembang, hmmm…. ternyata cocok juga utk straberry. pingin juga sesekali mengunjunginya. terima kasih infonya, mas.
duh, komenku kok ndak muncul?
@ Sawali: komennya sudah muncul kok pak
Mudah-mudahan Pak Sawali berkesempatan mengunjungi Lembang.suatu waktu.
Iya. Saya juga pernah berkunjung ke sana. Tapi nggak boleh dimakan di tempat ya, bisa kena “denda”. Huehehe…..
Btw…. stroberi ini memang termasuk buah2an yang cepat rusak. Di simpan di lemari es saja, cuma tahan 4-6 hari. Kecuali kalau dibekukan. Tapi dibekukan ada kelemahannya juga, teksturnya biasanya jadi sedikit kasar dan kaku, apalagi jikalau pada saat pembekuannya tidak dikeringkan dulu, air yang terkandung dalam si stroberi bisa ikut membeku dan bisa merusak tekstur di dalam buah. Kalau di luar negeri stroberi banyak yang diradiasi pakai sinar gamma, hasilnya bisa tahan tiga minggu di lemari es. Biasanya yang disinar dengan sinar gamma ada cap RADURA-nya.
@ Yari NK: kalau bareng saya boleh langsung makan di tempat pak, hehe.
Wah baru tau ada metode pengawetan stroberi menggunakan sinar gamma. Mantap, info sains dari Pak Yari selalu menarik.
Aku lebih suka straw yg sudah jadi sirop…manis dan segar!
Aduh mani bareureum ukeun ih…
@ ammadis: kalau strawberrynya langsung asem ya
@ balisugar: teteh kumaha damang? puguh weh seger komo siang2 mah
Hampir mirip2 dengan yang di ciwidey kang. Tapi yang disana ada karedok leunca nya..lengkap pokonamah lah!
hmmmm….
stroberry….
bener2 mnggoda..
strowberry… kalo blueberry atau blackberry?
@ pakde: yup muhun kang, sebenernya Ciwidey merupakan pionirnya
@ Orido: Sluurrp seger kang
@ Huang: blueberry ada juga, kalau blackberry bisa ditukar dengan berkantong2 strawberry
wah jadi malu saya aku belum pernah ke lembang tahu> kasihan ya
bos, nie ti karawang pengen ikutan bisnis yogourt, masukannya dung, 4 kali 4 16 sempet teu sempet nyuhungken di waler. hatur nunuun
siapa yang mau ngajak saya ke Lembang ?
berapa sih modal yang diperluin dari awal ..terutama untuk persiapan penanaman dari bibit dan perawatannya..???
tolong bantu saya dong .,