Syukurlah Timnas Kembali Menjejak Bumi


“Indonesia membawa kembali skuad kebangsaan ke alam nyata.” Demikian kutipan berita dari sebuah surat kabar di Negeri Jiran edisi 2 Desember 2010 lalu, usai tim sepakbola Malaysia dipecundangi Timnas Indonesia dengan skor telak 5-1. Kalau tidak mau disebut bernasib baik, prestasi Malaysia di Seagames Laos dan Asian Games di Guangzhou hanyalah sementara, demikian kurang lebih isi berita tersebut.

Menanti selebrasi gol lagi dari El Loco dkk (foto dari arenabola.com)

Bila melihat penampilan Malaysia tadi malam sepertinya mereka telah memetik banyak pelajaran usai dikalahkan Indonesia beberapa waktu lalu. Diganyang Indonesia pada babak penyisihan telah menyadarkan Harimau Malaya bahwa tim mereka butuh evaluasi untuk memperbaiki banyak kekurangan. Janji pelatih Rajagobal untuk menampilkan permainan yang berbeda memang terbukti.

Sebaliknya dengan Indonesia, kemenangan demi kemenangan yang terus diraih Tim Garuda di pentas AFF hingga laga semifinal telah membuat banyak pihak lupa diri dan merasa jumawa.  Euforia berlebihan dan keberhasilan melaju ke babak final benar-benar melenakan diri. Akibat euforia tersebut mungkin membuat banyak orang lupa bahwa tim ini sebenarnya belum juara!.

Liputan berlebihan yang dilakukan oleh sejumlah media, undangan di sana sini untuk para punggawa timnas benar-benar telah melambungkan anak asuh Alfred Riedl ini ke awang-awang. Apalagi tim yang akan dihadapinya di babak final adalah Malaysia yang pernah mereka gebuk 5-1. Timnas sepertinya menjadi terlalu percaya diri dan lupa menjejak bumi. Gelandang bertahan timnas Ahmad Bustomi seperti membenarkan hal ini. “Sebuah tamparan dr Alloh untuk kta semua bahwa kta blm juara blm apa2 tp sdah byk yg takaburrr…….!!!” demikian tulis gelandang Arema Indonesia itu dalam akun twitter @bustomi_19, seperti dikutip detikcom.

Indonesia seakan sudah menjadi jawara Asean. Pemain diwawancara di sana sini, diundang di sana sini. Padahal yang semestinya dilakukan adalah fokus kepada faktor teknis bagaimana menghadapi pertandingan final melawan Mohd Safee Sali dkk. Belum lagi banyaknya kepentingan non teknis terhadap timnas jelang laga final termasuk politisasi timnas demi pencitraan yang dilakukan oleh sejumlah oportunis politik menambah persiapan tim sepakbola tanah air jadi kurang maksimal.

Kalau kita ingat sebenarnya prestasi Christian Gonzales dkk di ajang AFF 2010 ini belum bisa dianggap yang terbaik, karena keberhasilan melaju ke babak final di ajang yang sama sebenarnya sudah pernah tiga kali dilakukan oleh timnas, yakni  pada tahun 2000, 2002, dan 2004. Singkat kata kalau masih jadi juara kedua berarti prestasinya masih sama  dengan pencapaian timnas di era Aji Santoso dkk (2000), Bejo Sugiyantoro dkk (2002), dan di era Ilham Jayakesuma dkk (2004).

Syukurlah kekalahan 0-3 di babak final leg pertama semalam kembali menyadarkan banyak pihak, bahwa Irfan Bachdim dkk masih memiliki banyak kekurangan. Menurut saya kita mesti mengesampingkan laser sebagai biang kekalahan. Kalah dan menang dalam pertandingan adalah hal yang biasa. Bila kita lihat pertandingan semalam persiapan Malaysia dari sisi teknis dan mental sepertinya memang lebih baik ketimbang Timnas Indonesia.

Syukurlah kini Timnas Indonesia kembali menjejak bumi, dan tidak terlalu lama terbang di awang-awang. Kemenangan 5-1 beberapa waktu lalu belum bisa jadi jaminan Malaysia akan mudah dikalahkan. Semoga saja Coach Alfred Riedl bisa memperbaiki kekurangan-kekurangan anak asuhannya di sisa waktu menjelang leg kedua di Gelora Bung Karno, hari Rabu mendatang.

Kekalahan 0-3 di Bukit Jalil semalam memang menyesakkan dan bukan hal yang mudah untuk membalasnya di Jakarta. Namun masih ada satu kesempatan di depan. Selama El Loco dkk berusaha secara maksimal, memiliki motivasi yang kuat untuk mempersembahkan kado terbaik bagi para pecinta timnas di tanah air, tentunya peluang memboyong gelar juara AFF 2010 masih belum pupus. Semoga berhasil. Indonesia !!!!

28 pemikiran pada “Syukurlah Timnas Kembali Menjejak Bumi

  1. Uho~ Uho~ Iya sih, tweet Bustomi kemarin memang ada benarnya menurut saya. Ketakaburan beberapa media di Indonesia menjadikan mental kita demikian. Semoga banyak pelajaran yang didapat. Tetap kita doakan untuk timnas, yang terbaik :)

  2. iyah benar banget mas, kembali menjejak bumi setelah diawang2 :)
    apapun alasannya, teknis permainan yang harus diperbaiki utk menjadi juara.
    Juara belum tentu bagi saya itu menang kompetisi ini, juara artinya bermain apik dan sportif, tentunya kita akan bangga ;)

  3. Pagiiiiii om
    Maaf baru kunjungan balik ^_^
    Iya bener banget kesalahan bukan di Timnas,, tapi pihak pihak luar terlalu banyak yang mempolitisasi kepentingan mereka,,
    Mereka tertekan,, dan terbebani
    Dan jeleknya bangsa kita adalah
    Menang dipuja kalah di hujat
    Bagi saya yang terpenting adalah proses,,perjuangan bukan hasil akhir,, toh mereka sudah berjuang
    Garuda tetap di Dadaku

  4. Ping-balik: Tweets that mention Syukurlah Timnas Kembali Menjejak Bumi: -- Topsy.com

  5. sebuah pelajaran berharga buat timnas. faktor kelelahan dan menurunnya konsentrasi menjadi penyebab kegagalan waktu tampil di bukit jalil. semoga pengalaman buruk seperti itu ndak terulang lagi di GBK. bravo timnas.

  6. selama timnas bermain jujur dan suporter tdk macem2, yakinlah apapun hasilnya nanti kita semua patut bangga karena skor yg didapat murni dari hasil perjuangan bukan taktik licik, Love Indonesia!! Timnas lo gak sendirian!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s