Pasar kaget di negeri ini biasanya muncul di tempat-tempat kerumunan orang yang berolahraga atau jalan kaki di Minggu pagi, seperti alun-alun kota, tanah lapang, atau jalan-jalan yang digunakan untuk program car free day. Awalnya mungkin hanya penjual makanan saja yang berjualan di tempat-tempat kerumunan semacam ini, namun lambat laun pedagang berbagai macam jenis barang lainnya pun akan ikut nangkring juga untuk mengadu untung.
Keberadaan pasar kaget ini memang dilematis. Di satu sisi menguntungkan untuk pertumbuhan ekonomi rakyat, dan memberikan alternatif tempat berbelanja murah bagi masyarakat, namun di sisi lain keberadaannya kerap menjadi biang kerok kemacetan dan membuat kotor kota. Pasalnya usai pasar beroperasi saya amati sampah sering dibiarkan menumpuk atau mengotori jalan begitu saja oleh para pedagang dadakan ini.
Pasar kaget memang unik. Segala jenis barang dan makanan dijajakan di sana. Dari mulai gunting kuku, peniti, gantungan gordyn, bantal-guling sampai sepeda motor ada. Dari mulai cakue mini, warung makan lesehan hingga pizza bisa ditemui di tempat keramaian semacam ini.
Berbelanja di pasar kaget memang bak berbelanja dengan konsep one stop shopping, sekali berbelanja dua tiga barang/makanan akan terlampaui. Apalagi jika Anda mahir menawar harga, niscaya akan banyak barang yang bisa dibawa pulang. Hanya masalah kualitas barang biasanya jadi nomor kesekian.
Namun keberadaan pasar kaget ini ternyata banyak merugikan juga. Apalagi jika berada di jalur jalan utama sebuah kota, seperti di Gasibu Bandung. Kemacetan yang disebabkan oleh pasar pekanan yang mulai ada sejak tahun 2000 ini saya amati semakin ke sini semakin parah saja, karena pedagang yang berjualan di tempat itu terus bertambah.
Belakangan ini jika akan bepergian ke arah Timur atau Selatan Bandung pada Hari Minggu, saya pun jadi enggan untuk lewat ke sana. Terpaksa harus memilih jalan lain yang memutar lebih jauh, tapi itu masih lebih baik ketimbang kendaraan terjebak di rimba pedagang Gasibu.
Saya meyakini Pemerintah Kota plus Kepolisian pun dibuat pusing untuk mengatasi hal ini. Jika yang dilakukan adalah penertiban ala Satpol PP tentu akan lebih banyak mudharatnya. Relokasi? Bukan pilihan yang mudah juga. Para pedagang pasti tidak akan mau jika direlokasi ke tempat yang tidak strategis dan diyakini akan didatangi banyak pembeli. Di samping itu, mencari lahan yang luas untuk menampung ratusan pedagang juga bukan perkara yang simpel, apalagi di kota besar.
Entahlah apakah masalah pasar kaget ini sudah menimbulkan masalah kompleks yang sama juga di daerah Anda? Atau justru Pemkot di tempat Anda tinggal sudah memiliki solusi yang jitu untuk mengatasinya.
Anda punya opini atau sekedar komentar tentang masalah ini, silahkan berbagi di sini.



Pasar Kaget? Waduh, baik pembeli dan penjualnya pada kaget dong
Pasar Kaget adalah salah satu bentuk perlawanan ruang publik terhadap hegemoni mereka yang bermodal besar (komentar edisi pecinta ruang publik dan benci kapitalis).
Awug beras tea naon Mang?
Pasar Kaget seharusnya dijadikan atraksi pariwisata. Di Semarang tampaknya lebih tertata karena tidak menimbulkan kemacetan seperti di Bandung. Pasar Kaget tertua sebenarnya ada di Mekkah, ya Pasar Ukas itu, tempat Sayyidina Umar r.a. pernah menjadi premannya. Dari sisi romantisisme saya cenderung menyukai keberadaan Pasar Kaget, sebab dari Pasar Kaget Ukas-lah orang-orang Madinah pertamakali mengetahui keberadaan agama Islam yang secara diam-diam diajarkan diantara halaqoh keramaian Pasar. mudah2an Pasar Kaget di Bandung pun demikian. menjadi jalan kebaikan bagi orang banyak.
bener. setuju sama komen di atas saya itu. pasar kaget itu bisa jadi pariwisata,
misalnya aja pasar kaget minggu pagi di daerah kampus saya,
tiap ada temen saya yang dateng dari luar kota, saya ajak ke pasar kaget itu.
macet iyah, rame iyah, panas iyah.. tapi ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.
dan mengamati mereka yang tumpah ruah ke pasar itu, membuat kita berpikir : ini pasar tiap minggu ada loh. kenapa mash rame ajah yah?
seperti laboratorium perilaku raksasa..
Yang jelas pemda harus mempunyai aturan jelas dan tegas untuk masalah ini. Jangan sampai mereka menerapkan standard ganda karena itu akan membuat senjata makan tuan. Kalau tidak boleh yang tetap tidak boleh, kalau boleh harusnya dibuatkan areal yang nyaman dan tidak menganggu lalu lintas jalan yang liwat disana.
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Saya demen sama pasar2 bginian. Biasanya murah dan yg tadinya ga ada d sekitar situ jadi ada…
Saya pernah jalan-jalan ke pasar kaget Sesko AU ini saat menginap di Lembang. Memang dilema….tapi saya lihat sebetulnya yang laku juga hanya makanan, atau barang-barang kecil. Jika pembeli ingin beli pakaian yang agak awet tetap memilih di toko.
di kampus saya juga ada pasar kaget setiap minggu. terkenal dengan nama sunmor alias sunday morning. di sana penjual buka lapak baju, warung makanan, dll.. tapi tertib dan tidak begitu mengganggu lalu lintas karena pemilihan lokasinya pas.
kalo di Cibinong tuh di daerah pusat pemerintahan (Pemda)
kalo di Tasik tuh di Dadaha
Pasar kaget
malah selalu seru kalo belanja di pasar kaget, soalnya barangnya murah-murah
salam kena.
maaf baru berkunjung maklum lagi sibuk nguli
salam kenal dari farus
idealnya pasar kaget memang dibarengi dengan car free day agar arus lalu lintas dipastikan tidak mengganggu pejalan kaki dan pedagang. toh hari minggu, warga juga berhak menikmati suasana kota tanpa asap knalpot kan?!
tapi kalau di bandung sih, mungkin udah gak ketolong ya. mending bubarkan saja pasarnya sekalian
salam kenal, pak.
laen ya kalo orang kaya sombong
yg ngomong…
komentarnya ga membangun.
Duh, di kampus IPb darmaga juga kalo dah pasar kaget, macet banget, bayangkan, gak usah ada pasar aja macet, gimana ada pasar, wkakakaka…
wihhh banyak jajanan nya tuh… tp sayang sekali jauh.
saya suka sekali mampir ke pasar2 sepeti ini,deket dari rumah dan murah2 lagi barangnya.
sampe2 saya hafal jadwal pasar kaget didaerah sekitar rumah saya secara bergiliran.heheheeeee
pasar kaget terbentuk awalnya karena ketidak disiplinan masyarakat yang menjadi pembeli,karena ada pemintaan jadi ketagihan,lama2 menular ke yang lain permintaan malah terus meningkat dan seterusnya,tapi coba kalau semua pembeli disiplin hanya membeli di tempat2 resmi,pasar2 resmi dll,maka permintaan kepada merekapun kurang dan akhirnya tidak dilanjutkan
Dibutuhkan kesadaran kita bersama untuk menciptakan suasana yang nyaman di daerah kita masing-masing. Sebaiknya pasar kaget itu dicarikan tempat (tanah lapang), agar tidak menggangu pengguna jalan yang lain.
Bukan di jalanan umum contohnya : di Jl. Juanda Depok dan depan Kantor Pemda Cibinong.
Silahkan berusaha tapi jangan dengan mengorbankan orang lain.
Saya beberapa hari kemarin nulis tentang pasar malam di Belanda..
Ada juga pasar gebrak yang ada di Tangsel..
Saya suka sama pasar2 bgini. Biasanya murah dan yg tadinya ga ada d sekitar situ jadi ada.. thanks..
pasar kaget soal’a banyak orang yang menggantungkan rejeki dari dahulu dr pasar kaget,mudah2an pasar kaget dikelola dengan baik supaya dapet bermanfaat bagi orang bnyak
Pasar “kojengkang” di Gazibu bisa jadi objek wisata baru kota Bandung. Kabarnya perputaran uangnya ratusan juta bahkan milyaran setiap minggunya, dan itu nggak masuk ke PAD
Mantap banget artikelnya…
Salam kenal bro Indra……
Musti banyak belajar neeh saya…
Boleh kan ..?
gw cuma mau coment blog lo bgs bgt gimana nih bikin blog bisa kayak gini nih
mengaggetkan, rame tapi g tertib, jelas mengganggu pengguna jalan, kasihan
Pasar kaget ternyata ada dimana-mana, ya. Kadang serba salah juga kalau sudah menimbulkan kemacetan dan buat sampah berserakan di jalan. Karena di satu sisi memang bikin kumuh. Mungkin perlu belajar dari walikota Solo yang sukses merelokasi PKL di jalan Slamet Riyadi.
Lama tak mampir kesini. Apa kabar, Mas Indra?
pasar kaget yang tidak tertata rapi bikin macet,menyulitkan pengguna jalan
hampir di setiap kota terdapat yang namannya pasar kaget,dan selalu mengagetkan dengan permasalahannya,dan sampai sekarangpun tidak terselesaikan
saya suka maen klo ada pasar kaget, abiznya lebih rame dari hari biasanya, trus yang jualan juga bukan cuma dari satu daerah aja.cuma ya itu, kotor sama ga teratur tempat dagangan kadang bikin malez datang.
pasar kaget ada di amsterdam namanya mandagmark setiap hari senini sampai jam 1siang,hari minggu di beverwijk bazaar,
kalau di chiang may thailand pasar kaget sore sampai tengah malam setiaphari .demikian juga kawasan khaosan road bangkok. sudah terkenal keseluruh dunia sebagai dayatarik turisme dan menghasilkan devisa ratusan jutaan dolar.
memang dilemma,serba slah…satu sisi mereka butuh cari uang, satu sisi lagi banyak orang yg mengeluhkan akibat/dampak dari pasar kaget tsb
pasar kaget menyimpan sensasi tersendiri yang unik ya mas
mudah2an pemerintah memprhatikan kebutuhan dari komunitas pasar kaget ini,walau bgaimnapun mreka lebih baik dari hanya skedar minta2 apalagi melakkan yg merugikan orang lain
pasar kaget,pasranya rakyat kecil,tlong bapa2 pejabat lindungi dan perhatikan mereka, walau bgaimnapun juga mereka rakyat anda
Pasar kaget sudah mulai menjamur, mudah2an membantu erekonomian rakyat kecil dan membantu konsumen mendapatkan barang2 murah yang diinginkan