Bermain Tanah dan Pasir


Ada permainan baru yang sedang digemari si sulung beberapa pekan belakangan ini, yakni bermain tanah. Kebetulan di halaman rumah sekarang sedang banyak gundukan pasir dan tanah liat bekas galian. Setiap pulang sekolah dia akan mengajak teman-temannya di sekitar rumah untuk bermain masak-masakan dengan menggunakan tanah, pasir, dan air sebagai bahan-bahannya.

Bermain tanah melatih kreativitas (dok - indrakh)

Saking sedang semangatnya, ketika disuruh makan siang pun susahnya minta ampun! “Sudah kenyang,” alasannya. Cuaca panas terik pun bukan halangan sepertinya. Mungkin yang ada dalam benak mereka adalah yang penting main!!

Buat saya sih hobi baru anak-anak ini tidak menjadi masalah. Biarlah mereka menikmati dunianya. Toh’ banyak juga manfaat yang bisa diperoleh dari aktivitas tersebut. Dalam sebuah artikel yang pernah saya baca, bermain tanah atau pasir ini juga konon merupakan salah satu permainan yang bisa merangsang perkembangan otak, terutama otak kanan.

Kalau saya amati, bermain dengan menggunakan tanah atau pasir ini bisa melatih anak menjadi kreatif. Dengan menggunakan bahan yang sama, setiap anak berbeda-beda keinginannya. Ada yang membuat kue dengan berbagai macam cetakan, ada juga yang membuat pasir ditambahi macam-macam seolah-olah jadi nasi goreng, lalu ada yang membuat juice dengan campuran tanah dan air, dan masih banyak lagi.

Di samping itu bermain tanah atau pasir di lingkungan rumah biayanya sangat murah. Coba kalau ke tempat arena bermain yang saat ini banyak ditemui di mal-mal? Ingin anak bermain satu jam saja, orangtua harus mengeluarkan kocek sedikitnya 10 ribu/anak. Nah kalau ini mah kan gratis. :)

Memang sih ujung-ujungnya orang tua juga yang dibikin repot. Baju dan badan mereka jadi kotor penuh tanah, belum lagi kalau bolak-balik keluar masuk rumah karena ingin mengambil benda yang lain untuk kebutuhan permainan mereka, wwaaahh…..!!! Sudah deh kalau begitu pasti ibunya atau si bibi yang bantu-bantu di rumah yang akan mengomel.

Namun itulah dunia anak-anak, aktivitas paling menyenangkan buat mereka memang bermain. Kalau risikonya kotor ya biarkan saja, nanti juga gampang dibersihkan. Kalau mereka banyak dilarang khawatir terhambat kreativitasnya. Kita juga kan sebenarnya senang kalau melihat anak-anak asyik bermain dan belajar bersosialisasi.

Satu hal lagi, bagi orang tua melihat anak tumbuh berkembang dan mereka bermain kalau disadari sebenarnya hanya sebentar saja, karena waktu kanak-kanak itu sangat singkat. Tahu-tahu mereka sudah besar, dan punya kegiatan sendiri. jadi, selama masih ada kesempatan mereka bermain biarlah mereka berkreasi. Asalkan tidak berbahaya kita cukup mengamatinya saja dari jauh

18 pemikiran pada “Bermain Tanah dan Pasir

  1. Masa kecil masa penuh kebahagiaan….

    salam Pengelola kerjasyariah.com
    Peluang kerja syariah, bisnis syariah, berdakwah sekaligus berbisnis, meningkatkan keimanan, keilmuan dan ekonomi ummat

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s