jump to navigation

Floating Market Lembang Januari 3, 2013

Posted by indra kh in Bandung, Jalan-jalan, Lembang, travel and places.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Kian hari kian sedikit situ, atau danau yang masih bertahan di kota besar, terutama yang dekat ke pusat kota. Sebagian sudah beralih fungsi menjadi permukiman  atau pertokoan. Tengok saja Situ Aksan, salah satu peninggalan Danau Bandung Purba yang sekarang hanya tersisa dongengnya saja karena sudah berubah menjadi real estate.

Di Lembang, tak jauh dari pusat kotanya ada dua situ yang cukup besar, yakni Situ Umar, dan Situ Karang Putri. Keduanya masih bisa bertahan dan masih ramai dikunjungi karena menjadi arena pemancingan.

Situ Umar menjadi Floating Market Lembang

Situ Umar menjadi Floating Market Lembang (dok-indrakh)

Beberapa waktu lalu saya melihat banyak alat berat di sekitar Situ Umar. Awalnya saya merasa khawatir, jangan-jangan akan bernasib sama dengan Situ Aksan, yang berubah menjadi permukiman atau cluster mewah. Jika itu benar terjadi tentu sangat disayangkan, karena Lembang akan kehilangan satu danau penyimpan air, dan juga akan berisiko membahayakan  penduduk yang memililih bermukim di Situ Umar dan sekitarnya. Mengapa berbahaya? Karena Situ Umar ini sebenarnya merupakan salah satu bagian lereng dari patahan Lembang yang masih aktif bergerak hingga kini. Para peneliti LIPI sebagaimana yang mungkin pernah Anda lihat di program acara Cincin Api, KompasTV  telah menemukan fakta tanah yang berlapis-lapis di Situ tersebut, yang diduga akibat gempa bumi yang terjadi berulang kali.

***

Situ Umar jadi Pasar Terapung

Syukurlah ternyata kekhawatiran saya sirna. Beberapa pekan lalu Situ Umar tersebut ternyata diubah menjadi tempat wisata pasar terapung yang dinamakan “Floating Market Lembang.” Ada perasaan senang tentunya karena danau tersebut akhirnya bisa bertahan keberadaannya. Semoga saja aktivitas wisatawan yang akan datang ke Situ Umar nantinya tidak banyak merubah ekosistem yang ada di dalamnya.

Konsep desain Floating Market ini adalah seperti sebuah desa yang memiliki danau. Di sekitarnya ada gazebo, pusat jajanan, kebun strawberry dan sayuran, factory outlet serta wahana air.  Tiket masuk per orangnya adalah 10 ribu rupiah. Dari gerbang masuk ke tempat jajanan atau wisata air Anda bisa berjalan kaki atau menyeberang dengan perahu dengan tarif 1000 rupiah/orang.

Menyebrang ke tempat kuliner dan wisata air (dok indrakh)

Menyeberang ke tempat kuliner dan wahana air (dok indrakh)

Berada dalam kawasan seluas 7 hektar, sambil menikmati panorama danau dan hijaunya pepohonan Anda bisa menikmati kuliner lokal maupun mancanegara. Ada juga yang menjual asesoris atau barang-barang kerajinan. Sebagaimana di pasar terapung lainnya, para penjual di sini berdagang dengan menggunakan perahu, hanya bedanya konsumen di Floating Market Lembang belum bisa berbelanja lewat perahu seperti di tempat lain.

Pedagang berperahu (dok -indrakh)

Pedagang berperahu (dok -indrakh)

Beberapa jajanan atau makanan yang dijajakan diantaranya: Durian bakar, jagung dan ketan bakar, sosis, tahu goreng, serabi khas Solo, nasi timbel, dan lain-lain. Sebagian besar jajanannya berasal dari jaringan tempat wisata kuliner milik Perry Tristianto, sang raja factory outlet yang mengembangkan pasar terapung tersebut. Sehingga tidak aneh jika sejumlah menu seperti tahu berasal dari Tahu Lembang, lalu sosisnya dari Rumah Sosis.

Tempat makan para pengunjung (dok-indrakh)

Tempat makan para pengunjung (dok-indrakh)

Mengenai rasa masih standar sih, belum enak surenakk!, hanya saja dari sisi harga menurut saya masih kemahalan. Sebagai contoh untuk satu porsi duren bakar yang berisi satu butir duren Anda mesti merogoh kocek hingga 25 ribu rupiah.

Transaksi dengan koin

Salah satu hal yang menarik dari tempat  wisata ini adalah cara bertransaksinya yang menggunakan koin. Anda tidak bisa membeli sesuatu langsung dengan uang, namun harus terlebih dahulu menukarkannya ke dalam koin. Ada beberapa  nominal koin yang bisa Anda beli: 5 ribu, 10 ribu, 50 ribu, atau 100 ribu rupiah.

Koin yang digunakan untuk transaksi (dok-indrakh)

Koin yang digunakan untuk transaksi (dok-indrakh)

Koin tersebut nantinya bisa digunakan untuk membeli jajanan atau menyewa perahu untuk berwisata air di Situ Umar. Hanya saja Anda mesti cermat dalam membeli koin tersebut, karena koin yang sudah dibeli tidak dapat ditukarkan lagi. Lebih baik membeli secukupnya, kalau kurang baru ditambah lagi.

Wahana air

Selain menawarkan wisata kuliner, di tempat ini Anda juga bisa mengajak anggota keluarga untuk menikmati wahana air. Ada berbagai jenis kendaraan yang bisa disewa untuk menjelajahi atau “lalayaran” di Situ Umar ini. Anda bisa  memilihnya sesuai selera: ada perahu dayung, sepeda air, atau perahu kayuh. Harga sewanya ada di kisaran 50 ribu hingga 70 ribu koin/30 menit. Memang cukup mahal juga, namun satu perahu bisa muat untuk satu keluarga “kecil.”

Bersepeda air sambil menikmati panorama Tangkuban Parahu (dok-indrakh)

Bersepeda air sambil menikmati panorama Tangkuban Parahu (dok-indrakh)

Sawah dan kebun

Di Floating Market Lembang ini saya sempat melihat  juga ada semacam persawahan dan perkebunan, sayangnya venue wisata sawah yang  diberi nama “Kampung  Leuit” itu belum rampung dibangun sehingga belum tahu konsepnya akan seperti apa. Di sini Anda juga dapat membeli sayuran dengan cara memetik sendiri.

Kampung leuit (dok-indrakh)

Kampung leuit (dok-indrakh)

Bus wisata

Ada hal unik lainnya yang dimiliki tempat wisata yang satu ini, yakni bus wisata berbentuk perahu. Sang pemilik  tampaknya menginginkan konsep wisata yang terintegrasi antara satu tempat wisata dengan tempat lainnya, sehingga para pengunjung nantinya bisa memarkirkan kendaraan di salah satu tempat wisata namun tetap bisa berkunjung ke tempat lain dengan menggunakan bus wisata tersebut.

Bis wisata berbetuk perahu (dok-indrakh)

Bus wisata berbentuk perahu (dok-indrakh)

Bis wisata berbentuk perahu ini bisa Anda gunakan jika Anda sedang berada di POM Tahu Lembang  akan ke Floating Market, atau sebaliknya.

Kemudahan akses

Untuk menjangkau lokasi tempat wisata ini sebenarnya cukup mudah. Anda tinggal menuju kota Lembang (bisa melalui Bandung atau Subang). Setelah tiba di Lembang selanjutnya menuju ke arah Pasar Lembang. Dari Pasar Lembang Anda perlu melanjutkan perjalanan ke Jalan Grand Hotel (jalan untuk menuju arah Bandung). Floating Market ini berada di Jl. Grand Hotel No. 33 E, Lembang (terletak sebelum Hotel Takashimaya).

gpsUntuk lebih jelasnya Anda bisa melihat peta di bawah ini, atau memasukkan koordinat GPS -6.817949,107.618809 via Google Map.

About these ads

Komentar»

1. Strawbery Walk, Wisata Strawbery Petik Sendiri | Indra KH - Januari 4, 2013

[...] Floating Market Lembang [...]

2. canmasagi - Januari 4, 2013

Wah mantap tah Mang…

Kamari Mamang ngalangkung ka Lembang… aya plang Floating Market… kaduhung teu kadinya hu hu hu…..

indra kh - Januari 4, 2013

Engke mah mun ngider ka Lembang ulah ka Takashimaya wungkul, mang, hehe

3. Yudhi Hendro - Januari 4, 2013

Pemandangannya bagus-bagus, Kang. Ini apa termasuk obyek wisata baru di Bandung?

indra kh - Januari 4, 2013

Iya mas, masih gress, belum lama dibukanya :)

4. Sawali Tuhusetya - Januari 5, 2013

pengelolaan situ umar agaknya unik juga, mad indra. transaksinya pakai koin, hehe …. kapan ya saya bisa mengunjunginya?

indra kh - Januari 5, 2013

Saya siap mengantar, Pak Sawali. Ditunggu di Lembang :)

za - Januari 7, 2013

Yah, kalau saya diantar juga gak? Hehehe…..

indra kh - Januari 8, 2013

Ayo datang saja ke sini, saya siap mengantar. Ditraktir kan? hehe

za - Januari 9, 2013

Siap! Ngumpulin koinnya dulu. Hihihi….

Tempo hari saya dari Lembang, tapi baru baca saja tulisan Floating Market di salah satu papan pariwara.

5. nayanuggetsayur - Januari 6, 2013

Salam kenal :) Minta izin dipake foto floating marketnya buat post di twitter ya :D

indra kh - Maret 27, 2013

Silahkan :)

6. Delia - Januari 9, 2013

wah saya yg rumahnya di Lembang ketinggalan nih belum sempet kesitu :D

indra kh - Maret 27, 2013

Cobain atuh, biar gak ketinggalan :)

7. nengthree - Januari 9, 2013

Waw seru..

25rb buat durian 1 biji?
Untung ngga suka durian

indra kh - Maret 27, 2013

Yaituh gak suka dengan harga duriannya, hehe

8. GO Outbound - Januari 10, 2013

Ulasan tentang Floating Market Lembang nya sangat renyah dibaca.
Dan kayaknya memang perlu untuk dikunjungi.

Salam,

indra kh - Maret 27, 2013

Salam juga. Trims sudah mampir

9. Azinudin Rifki S - Januari 31, 2013

harus nyobain kesan ah… hunting spot’ motret baru nih.kang..hhaa

indra kh - Maret 27, 2013

Sip, semoga hasil potretnya bagus-bagus :)

10. Bang Aswi - Februari 2, 2013

Sejuk ya, Kang. Insya Allah nanti bakal diundang sama ownernya ke situ. Mudah-mudahan terlaksana. Oya, Kang, kapan-kapan kopdar atuh di Bandung … ^_^

indra kh - Februari 7, 2013

Siap Bang Aswi, trims ajakannya, mudah2an ada kesempatan. Sudah lama juga tidak kopdar dengan kawan2 blogger Bandung :)

11. guruproduktif - Februari 20, 2013

Kangen Lembang jd ingat nostalgia :-)

indra kh - Maret 27, 2013

Wahh pernah lama di lembang, pak?

12. eggy - Februari 27, 2013

wajib dikunjungi ni…jangan mahal2 ya

indra kh - Maret 27, 2013

Iya, harusnya bisa lebih murah :)

13. chris13jkt - Maret 28, 2013

Bulan lalu sudah dekat-dekat situ pengen mampir, yang ada malah akhirnya kebablasan dan karena malas buat mutar balik lagi, ya jadinya batal deh :(

indra kh - Maret 29, 2013

Mudah2an ada kesempatan lagi. Nyamannya sih bukan hari libur supaya tidak penuh. Tadi siang saya lewat ke situ gerbang masuknya sudah ditutup tidak menerima lagi pengunjung saking penuhnya.

14. ira - Maret 30, 2013

Kang Indra, kalau boleh tau di areal itu ada cottage utk kel yg disewakan ? Kalau ada cara bookingnya gmn ?

indra kh - Maret 30, 2013

Waktu terakhir saya ke sana ada, tapi belum tahu sudah bisa disewakan atau belum? Coba kirim email ke pemiliknya langsung: info[at]perrytristianto.com

Atau kalau mau cari penginapan yang dekat lokasi bisa coba ke sini: http://www.buahsinuan.blog.com/

15. adminbajubranded - Maret 31, 2013

nice info…

16. chipi - April 18, 2013

Ijin kopas kang..,
buat dipajang di blog saya..
trims sebelumnya

17. Sri Rahayu - Mei 16, 2013

Insyaalloh tanggal 18 Mei mau bawa anak murid ke FML ….

18. meidi - Juni 16, 2013

Alhamdulillah sabtu tgl 15 juni rombongan pengajian PKK rt pd brkt ke situ. Menurut mereka OK, unik dan pada ngga bosen utk bqn foto. Untungnya cuaca mendukung saat itu. Kyknya next time blh jg tuh bw pasukan yg lbh banyk…

19. superboy - Juni 25, 2013

wouw tempat wisata gokiiilll coy ……. tempat yang uenak buat liburan euy. ojo larang-larang mas… ben tambah seru …!!!

20. Irfansyah Creativity (@irfansyah82) - Agustus 31, 2013

kang, ada villa atau hotel terdekat di floating market ini ?

indra kh - September 20, 2013

Setahu saya di seberang floating market ada hotel buah sinuan, kemudian tak jauh dari pintu gerbang floating market ada juga hotel takashimaya. Mungkin itu bisa jadi pilihan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 159 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: