jump to navigation

Keroncong Stasiun Gambir Oktober 3, 2013

Posted by indra kh in Jalan-jalan, music, pertunjukan, serbaneka.
Tags: , , , , ,
trackback

Petang hampir datang di Stasiun Gambir. Di stasiun terbesar di Jakarta yang dulu bernama Koningsplein itu tampak lima orang pria sedang sibuk menyiapkan alat-alat musik keroncong: biola, ukulele, dan kontabass. Seusai menyetem  alat musik, mereka kemudian berganti kostum dengan pakaian putih-putih dan juga topi putih ala pengawas di zaman  Belanda.

Grup Keroncong Gambir Merdeka (Foto: indra kh)

Grup Keroncong Gambir Merdeka (Foto: indra kh)

Ada pemandangan unik waktu itu. Sambil mengganti kostum, salah seorang diantara pemain saya lihat meminum jamu tolak angin sachet terlebih dahulu. “Ritual supaya tidak masuk angin, mas?” Tanya saya kepadanya. Pria pemain ukulele ini hanya tertawa  saja mendengar pertanyaan saya.

10 menit jelang pukul 15.00 WIB. Beberapa saat lagi grup musik bernama Keroncong Gambir Merdeka ini akan mentas di atas panggung sebelah barat stasiun. Setiap harinya, hingga pukul 16.00 WIB, kelima pria ini membawakan sejumlah lagu keroncong untuk menghibur penumpang kereta api yang menunggu keberangkatan.

Jrengg! Akhirnya pertunjukkan keroncong pun dimulai. Awalnya saya mengira mereka akan menyajikan lagu-lagu keroncong terkenal macam Keroncong Kemayoran, Jembatan Merah, atau Bengawan Solo, namun dugaan saya keliru. Lagu yang pertama dinyanyikan justru sebuah lagu pop sunda “Tibelat” yang mereka ubah menjadi lagu keroncong.  Sungguh bagus improvisasi bermusik mereka. Lagu keduanya pun tidak kalah mengagetkan, ternyata grup musik Gambir Merdeka menyajikan lagu Autumn Leaves yang dipopulerkan oleh Nat King Cole  menjadi versi keroncong.

Respons penumpang KA di stasiun Gambir terhadap pertunjukkan keroncong bermacam-macam. Ada yang hanya bertepuk tangan, ada yang memberikan uang ke dalam kotak yang sudah disediakan, dan banyak juga penumpang yang diam saja dan lebih asyik dengan gadgetnya.

Sayang sekali saya biasanya hanya sempat mendengarkan 1-2 lagu saja, karena KA ke Bandung berangkat pukul 15.35. Meskipun tidak pernah lama menonton mereka, tapi bagi saya kehadiran pentas musik di stasiun benar-benar menghibur dan merupakan terobosan PT KAI yang patut diapresiasi.

***

Grup musik keroncong Gambir Merdeka ini terbentuk atas peran Direktur Komersial PT KAI Wimbo Hardjito. Lima orang pemain keroncong asal Semarang, Pekalongan, dan Kudus ini awalnya tidak saling kenal. Mereka bertemu di audisi pemusik untuk salah satu restoran di Jakarta. Setelah tiga tahun bermain musik di sebuah restoran Mbah Jingkrak milik Wimbo, Abdul, Sutikno, Sumardi, Agung, Suratno kemudian diajak mentas di stasiun Gambir sejak Januari 2013. Demikian kutipan dari hasil liputan Syarifah Nur Aida dari Detiknews tentang Alunan Merdu Keroncong di Stasiun Gambir.

***

Salah satu pertunjukkan musik keroncong dari grup musik “Gambir Merdeka” dapat disaksikan berikut ini.

Anda tertarik untuk menyaksikan mereka? Silahkan berkunjung ke Stasiun Gambir di sore hari.

About these ads

Komentar»

1. Imam Sujaswanto - Oktober 4, 2013

Iya iya saya juga pernah melihat kelihaian para pemusik keroncong di salah satu stasiun.

Mereka begitu kompak dan improvisasi nada dan suaranya memang bagus.

Terimakasih dan salam persahabatan dari Jember Mas.

indra kh - Oktober 8, 2013

Sepertinya sudah jadi program khusus KAI ya untuk menghibur penumpang dengan keroncong di sore hari, bukan hanya stasiun Gambir.

Salam persahabatan juga, mas :)

2. Yudhi Hendro - Oktober 4, 2013

terobosan yg cerdas dari PT KAI, kang. Selain menghibur penumpang KA, juga ikut mengenalkan kembali irama keroncong yg sudah jarang terdengar

indra kh - Oktober 8, 2013

Betul mas, makin ke sini KAI semakin bagus pelayanannya. Bisa dibilang KAI termasuk BUMN yang paling signifikan perubahannya.

3. lambangsarib - Oktober 4, 2013

Wah kereeen

indra kh - Oktober 8, 2013

Betul kereeen :)

4. Titis.A.N. (@TitisAyuningsih) - Oktober 4, 2013

Coba setiap stasiun ada hiburan seperti ini, bakalan terhibur penumpang keretanya hehe

indra kh - Oktober 8, 2013

Sepertinya sudah mulai ada di sejumlah stasiun mbak, hiburan keroncong di sore hari, dan pertunjukan lagu pop/nostalgia di malam hari

5. Efi Fitriyyah - Oktober 4, 2013

Terakhir kali saya ke Gambir itu sekitar tahun 2006, pulang tes CPNS hehehe. Sudah lama sekali saya enggak ke sana. Setelah itu saya ke Jakarta pake travel/rombongan.

indra kh - Oktober 8, 2013

Pake travel sekarang kenapa ya, berasa kurang nyaman. Makin banyak supir yang bawa kendaraannya ugal-ugalan. Makanya kalau memungkinkan saya lebih memilih KA, travel pilihan terakhir :)

6. BundaYeni - Oktober 12, 2013

Sebuah khasanah budaya warisan bangsa. Patut untuk terus dijaga kelestariannya. Jujur, musik keroncong semakin jarang sekali terdengar. kalaupun ada hanya diacara-acara tertentu saja. Mari kita lebih cintai musik produk bangsa ini. Bukan hanya produk asing yang selalu dielu-elukan oleh anak-anak muda kita.

indra kh - Oktober 18, 2013

Setuju dengan Bunda. Dengan adanya pertunjukan keroncong di tempat umum semacam stasiun harapannya semua generasi, terutama generasi muda dapat mengetahuinya dan menggemarinya.

7. Evi - Oktober 24, 2013

Meriah pastinya Gambir dengan group keroncong ini ya Mas. Sekalian juga memasyarakatkan musiknya :)

indra kh - Desember 7, 2013

Betul, jadi ada tontonan. Mengurangi kejenuhan penumpang saat menunggu kedatangan kereta.

8. cak max - Oktober 26, 2013

tidak hanya di stasiun.
saya juga melihat para penyanyi yg betul2 menghibur ini d terminal purabaya~surabaya.

indra kh - Desember 7, 2013

Wah baguslah kalau di terminal bus juga ada hiburan semacam ini. Mengihubur penumpang, pengantar dan menjadi ladang bagi para seniman.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 178 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: