jump to navigation

Kembali ke Siliwangi Adalah Pilihan Bijak Desember 19, 2006

Posted by indra kh in sport.
trackback


Keputusan Pengurus Persib yang akhirnya memilih kembali Stadion Siliwangi Bandung sebagai home ground ketimbang Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung pada Minggu (17/12) malam lalu bagi saya cukup melegakan. Kenapa saya hanya meyebut cukup melegakan ? Karena yang sangat melegakan adalah jika Persib benar-benar memiliki stadion yang representatif di kota Bandung – minimal sekelas Jalak Harupat.

Ini adalah postingan kedua tentang sepakbola di blog ini. Kendati saya sudah relatif lama belum menonton lagi di stadion, namun sebagai orang Bandung sekaligus bobotoh, saya tetap memperhatikan perkembangan Maung Bandung. Belakangan, yang menarik untuk saya cermati adalah terkait pemilihan home ground bagi tim berjuluk Pangeran Biru ini.

Keputusan Pengurus Persib yang akhirnya memilih kembali Stadion Siliwangi Bandung sebagai home ground ketimbang Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung pada Minggu (17/12) malam lalu bagi saya cukup melegakan. Kenapa saya hanya meyebut cukup melegakan ? Karena yang sangat melegakan adalah jika Persib benar-benar memiliki stadion yang representatif di kota Bandung – minimal sekelas Jalak Harupat.

Memang, bila melihat besarnya animo penonton saat ujicoba “derby” Persib vs Persikab, Minggu (17/12)sore, tidak bisa dipungkiri akan membuat panitia pelaksana (panpel) kian bertambah ketar-ketir dan kebingungan untuk menentukan lokasi home ground. Betapa tidak, dengan skuad barunya ini, bobotoh yang datang ke stadion dalam satu pertandingan kini bukan lagi berada di kisaran 20 ribu atau 25 ribu, namun sudah menyedot di angka 40 ribu hingga 50 ribu.

Tapi untung manajemen akhirnya memutuskan tetap menggunakan Stadion Siliwangi sebagai home ground. Dan ini saya anggap merupakan pilihan bijak, kendati opsi ini sifatnya boleh dibilang darurat. Karena ujung-ujungnya, solusi terbaik tetap saja Kota Bandung harus memiliki stadion baru yang berkapasitas besar.

Photobucket - Video and Image Hosting

Dari sisi kapasitas dan fasilitas, si Jalak Harupat memang lebih unggul dibanding Siliwangi. Namun akses jalan menuju ke sana ternyata menjadi permasalahan serius yang tidak mungkin dapat ditangani dalam jangka waktu sesaat. Pengalaman pertandingan hari Minggu lalu telah memberi bukti betapa seriusnya dampak dari permasalahan akses jalan tersebut.

Seperti dikutip HU. Pikiran Rakyat (18/12), usai pertandingan uji coba tersebut, bobotoh memacetkan hampir semua akses pulang dari Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kab. Bandung. Sepeda motor dan mobil konvoi bobotoh terjebak kemacetan parah lebih dari tiga jam, terutama di Jln. Terusan Kopo, depan Kompleks Margahayu Permai.

Bus rombongan Persib pun tidak luput dari kemacetan. Perjalanan dari stadion menuju mess di Jln. Bali Bandung harus ditempuh sekira 3 jam. Padahal, bus mendapat kawalan empat kendaraan keamanan.

Melihat fakta di atas tentu sulit membayangkan bagaimana kondisi yang akan terjadi pada pertandingan liga yang sesungguhnya. Sudah dapat dipastikan faktor keamanan bagi rumah penduduk dan tempat usaha masyarakat yang dilewati bobotoh, maupun tim lawan menjadi lebih beresiko.

Namun dengan memilih kembali ke Siliwangi, kini fokus manajemen akan lebih terarah. Faktor manajemen penonton-lah yang harus menjadi pekerjaan rumah utama. Semoga saja pihak terkait akan memiliki perencanaan yang matang terkait distribusi tiket yang mampu meminimalisir kasus percaloan dan tiket keriting. Penempatan big screen di wilayah sekitar stadion atau di beberapa lokasi strategis kota Bandung sepertinya juga efektif untuk memecah kerumunan massa di satu titik. Selain siaran langsung televisi yang tetap harus ada tentunya.

Sekarang kita tunggu saja langkah manajemen dan panpel Persib dalam menghadapi liga mendatang. Semoga bisa berlangsung sukses tanpa membuat Persib terkena sangsi. Dan solusi yang paling tepat untuk semua permasalah ini tetap saja bahwa Persib Bandung harus memiliki stadion sendiri yang lebih reperesentatif. “Jadi kapan atuh akan terlaksana, Pak Dada ?.” Hidup Persib, !!!. ^-^

* picture courtessy of persib.wordpress.com

Komentar»

1. za - Desember 28, 2006

Wah bobotoh juga tho, Mas Indra. Eh jadinya Aa Indra ya harusnya😉. Kapan-kapan ajak-ajak aku mas kalau mau nonton Persib di stadion. Dari dulu kepengen sih. Apalagi pas masih pegang kamera.

2. Uchuy - Agustus 22, 2007

PERSIB sing meunang lawan PERSELA Lamongan, Amin..

@ Uchuy: Nuhun ah tos keresa rurumpaheun ka rorompok. Urang du’akeun mudah2an Persib sing nanjeur deui jiga putaran ka I


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: