jump to navigation

Bandung Adopsi Aturan Menyalakan Lampu Motor di Siang Hari Januari 23, 2007

Posted by indra kh in culture.
trackback


Memang aturan ini dinilai memboroskan aki dan lampu. Bahkan bukan tidak mungkin para penjual asongan yang biasa hanya menjual rokok, permen atau air mineral nanti menyediakan juga lampu sepeda motor, hehehe lucu juga

Hari Jum’at (19/1) Adjie Kunto datang ke kantor saya untuk sebuah pekerjaan desain. Saat dia mau pulang dengan supra fit-nya saya tengok headlamp sepeda motornya menyala, “Kok lampu gedenya dinyalain, ini kan masih sore ?” Tanya saya. “Nggak tahu tuh, soalnya di jalan tadi banyak polisi nyuruh kita yang pake motor buat nyalain lampunya,” ujarnya.

Usut punya usut ternyata Polda Jabar telah mengikuti langkah Polda Metro Jaya untuk mewajibakan pengendara sepeda motor agar selalu menyalakan lampu utama, termasuk di siang hari.

Sejak hari Sabtu (20/1) aturan ini sudah mulai disosialisasikan. Billboard milik pabrik sepeda motor yang dipasang di beberapa lokasi strategis pun kini ada yang berisi himbauan untuk menyalakan lampu di siang hari. Para petugas Polantas yang biasa mengatur lalu lintas di setiap perempatan kota Bandung juga kerap memberi isyarat tangan untuk meminta para pengendara motor menyalakan lampunya.

Pada hari Minggu (21/1) dan Senin (22/1) saya lihat sudah semakin banyak para pengendara sepeda motor di kota kembang yang menyalakan lampunya. Unik juga melihatnya. Pemandangan seperti itu jadi mirip kampanye partai politik saat menjelang pemilu. Atau jika pawai bobotoh Persib Bandung saat akan menuju stadion atau sekembalinya mereka menonton.

Kendati demikian saya menyambut baik aturan ini. Menurut saya dengan menyalakan lampu di siang hari akan menguntungkan seluruh pemakai jalan. Bagi para pengendara baik mobil ataupun motor kini saat akan menyalip kendaraan di depannya akan lebih berhati-hati karena bisa jelas melihat lewat kaca spion apakah ada kendaraan di sebelah kanannya yang akan menyalip juga atau tidak. Orang yang akan menyebrang jalan pun akan lebih waspada.

Bila dibandingkan kota Surabaya memang Bandung ketinggalan. Di kota Pahlawan ini aturan seperti itu sudah lama diberlakukan. Menurut rekan saya Ivan Suci, di Surabaya kewajiban tersebut dikenal dengan istilah safety rider.

Memang aturan ini dinilai memboroskan aki dan lampu. Bahkan bukan tidak mungkin para penjual asongan yang biasa hanya menjual rokok, permen atau air mineral nanti menyediakan juga lampu sepeda motor, hehehe lucu juga.

Namun yang penting kewajiban menyalakan sepeda motor di siang hari saya nilai sangat baik dan saya mendukungnya. Semoga saja langkah ini bener-benar efektif dalam mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

Komentar»

1. junthit - Maret 31, 2007

memang kenapa nyalain lampu siang hari ? maaf saya agak kuper niih , maklum orang udik..

*bingung*

@ junthit : Konon peraturan ini efektif mengurangi angka kecelakaan pengendara motor. Sudah terbukti di Surabaya yang telah menerapkan aturan ini lebih dulu dibanding DKI Jakarta dan JAwa Barat. Hanya jadi boros energi nih mas.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: