jump to navigation

Tangkuban Parahu Yang Tetap Mempesona Februari 20, 2007

Posted by indra kh in travel and places.
trackback

“Berbeda dengan Kawah Ratu dan Kawah Upas yang mudah dicapai, untuk mengunjungi Kawah Domas Anda membutuhkan sedikit usaha, pasalnya Anda harus berjalan kaki melewati jalan setapak sekitar 2 km. Jangan bermimpi bisa menggunakan mobil atau motor untuk menjangkau kawah ini. Rute jalannya yang menanjak dan menurun dan terdiri dari ratusan tangga akan sangat sulit untuk dilewati kendaraan”

Minggu (18/2), jam di ponsel saya telah menunjukan waktu pukul 10.00 WIB. Cuaca mendung disertai hujan rintik-rintik akibat kabut yang menggelayut di sekitar Gunung Tangkuban Parahu seakan tidak mampu menghalangi niatan para pengunjung untuk tetap menikmati keindahan gunung yang terkenal dengan legenda Sangkuriang ini.

Photobucket - Video and Image Hosting

Pemandangan Kawah Ratu yang mempesona (ikh/indrakh.blogspot.com)

Tangkuban Parahu berjarak sekitar 30 km arah utara Kota Bandung. Lokasi ini dapat ditempuh lewat Jl. Cagak, Kab. Subang atau Lembang, Kab. Bandung. Atau bagi Anda yang berminat menempuhnya dengan berjalan kaki, jalur lewat Jayagiri dapat menjadi pilihan.

Saat masa mahasiswa dulu saya kerap memilih rute melalui Jayagiri ini. Namun karena kunjungan saya kali ini membawa tamu dan keluarga – sebagian bahkan sudah lanjut usia- tentunya tidak memungkinkan untuk mengajak mereka melewati jalur tersebut sehingga memilih menggunakan kendaraan roda empat.

Bila Anda mengunjungi tempat ini dengan menggunakan mobil atau sepeda motor, baik datang dari arah Subang atau Lembang, Anda dapat memilih dua pintu masuk. Pertama, lewat pintu masuk yang berada tepat di seberang bumi perkemahan Cikole. Sedangkan pintu masuk kedua berada sekitar 3 km arah utara dari pintu pertama. Keduanya berada di jalur jalan utama yang menghubungkan kawasan Lembang dan Subang. Harga tiket masuk ke tempat wisata ini cukup terjangkau yakni Rp. 12000, – / orang.

Salah satu gunung berapi aktif di tanah air ini memiliki ciri yang khas yakni bentuknya yang mirip perahu terbalik, sehingga dinamakan Tangkuban Parahu. Bentuk yang unik ini disebabkan Gunung Tangkuban Parahu memiliki banyak kawah yang memanjang dan berdekatan, sehingga bila kita lihat dari kejauhan tidak membentuk kerucut seperti gunung pada umumnya.

Terdapat 10 kawah di Tangkuban Parahu. Terdiri dari : Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Baru, Kawah Lanang, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, Kawah Domas, Kawah Jarian dan Pangguyangan Badak. Demikian menurut informasi yang saya baca di website Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana.

Tidak ada yang jauh berbeda dengan kunjungan-kunjungan saya sebelumnya. Gunung yang berada di ketinggian 2084 m dpl tetap mengundang pesona banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.

Untuk mencapai Kawah Ratu, jika beruntung Anda dapat memarkirkan kendaraan tepat di bibir kawah tersebut. Sehingga dapat melihat dari dekat keindahan kawah yang mirip mangkuk raksasa ini. Tak jauh dari lokasi ini Anda dapat meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki ke Kawah Upas yang bersebelahan dengan Kawah Ratu.

Berbeda dengan Kawah Ratu dan Kawah Upas yang mudah dicapai, untuk mengunjungi Kawah Domas Anda membutuhkan sedikit usaha, pasalnya Anda harus berjalan kaki melewati jalan setapak sekitar 2 km. Jangan bermimpi bisa menggunakan mobil atau motor untuk menjangkau kawah ini. Rute jalannya yang menanjak dan menurun dan terdiri dari ratusan tangga akan sangat sulit untuk dilewati kendaraan. Mungkin bisa dicoba dengan menggunakan sepeda gunung, tapi akan sangat membutuhkan usaha yang gigih.

Namun perjalanan Anda dijamin akan langsung terobati begitu melihat keindahan Kawah Domas. Di tempat ini Anda dapat turun untuk melihat dari dekat pemandangan Kawah Domas yang memiliki banyak sumber air panas. Bila penasaran, Anda bisa merebus telur di kawah ini. Cukup 10 menit, telur yang Anda rebus sudah bisa disantap. Tidak perlu repot-repot untuk membawa telur ayam dari rumah, pasalnya warung-warung di sekitar Kawah Domas telah menyediakannya. Memang harganya cukup mahal yakni Rp. 2000, – per butir.

Photobucket - Video and Image Hosting
Merebus telur di Kawah Domas (ikh/indrakh.blogspot.com)

Di Kawah Domas Anda juga dapat berendam di kolam air panas yang kaya akan sulfur dan belerang. Konon kandungannya mampu mengobati penyakit-penyakit kulit.Untuk mengunjungi Kawah Domas saya sarankan Anda untuk menempuh jalur lewat Kawah Ratu agar tidak terlalu lelah. Pasalnya rute ini jalannya menurun, sedangkan bila Anda masuk di pintu kawah domas dan baru melanjutkan perjalanan ke Kawah Ratu, maka bersiaplah untuk latihan jantung karena medannya yang menanjak dan terjal.

Photobucket - Video and Image Hosting

Berendam air panas di salah satu kolam yang berada di Kawah Domas (ikh/indrakh.blogspot.com)

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya ceritakan tentang Gunung Tangkuban Parahu ini, namun bila tulisan ini terlalu panjang akan sulit dipahami. Lebih baik saya lanjutkan pada tulisan selanjutnya.Jadi, apakah Anda tertarik berwisata ke Tangkuban Parahu ?

***

Tulisan terkait tentang Lembang:

  • Lembang Pesona Pegunungan
  • Tangkuban Parahu yang Tetap Mempesona
  • Kawah-kawah Gunung Tangkuban Parahu
  • Strawbery walk wisata strawbery petik sendiri
  • Wisata Kebun Anggrek dan Kaktus Lembang
  • Susu Sapi dan Yoghurt KPSBU Lembang
  • Tahu Tauhid Lembang
  • Rute Alternatif Bandung – Lembang
  • Bumi Perkemahan Cikole
  • Paint Ball Sindang Reret Cikole
  • Komentar»

    1. rivafauziah - Juni 16, 2007

    tangkupan perahu.. oh indahnya… mampir cianjur ya..? oleh2nya ayam pelung dan taucho

    @ riva : Yap, Tangkuban Parahu masih mempesona. Ke cianjur sempat beli tauco, cuman kalau ayam pelung belum😀

    2. jmsdani2007 - Desember 19, 2007

    hai,boleh knlan gak?

    @ jmsdani2007: silahkan bos

    3. dhani - Desember 19, 2007

    kalo,kebdg jgn lupa cobain peyeum bdg oc

    4. mayla - Januari 5, 2008

    wuihhh….jd nambah pengetahuan aq ttg tangkuban perahu. Palagi ttg macam2 kawah yg ada disana. pkknya hrs ksn..

    @ mayla: sip deh, senang kalau infonya bermanfaat. Trims sudah mampir.

    5. LieZMaya - Maret 17, 2008

    beu akang abimah naha teu apal aya kawah2…mung ka tangkuban parahu na w wungkul…:(

    6. Andhi - April 27, 2008

    Udah lama gak ke Tangkuban Perahu. Waktu masih kuliah, lebih dari 5 kali saya naik turun gunung tbs menggunakan motor Suzuki Cristal ’93. Dan gak bosen-bosen. Tapi belum pernah ke kawahnya.

    7. rista - Juni 24, 2008

    wah dah lama bgt ngak ke Tangkuban Perahu. terakhir tuch aku msh SLTP, skrg aku dah punya 2 anak. apakah msh seindah dulu ya?..

    8. solihin - Juni 26, 2008

    oia bayrnya kalo borongan gimana ??? kita masih pelajar…. u know lah uangnya kaya gimana?????

    9. marliana - Juli 21, 2008

    Hai, thans informasinya, sangat detail dan sangat membantu

    10. Agusjthen_Batam - Januari 30, 2009

    Ass….
    Saya dari Kota Batam.
    Saya sangat terpesona melihat poto2 pemandangan di lembang. Betapa indahnya dan sejuknya bila ada di kota itu…membuat saya ingin bertemu dengan seseorang yang saya rindukan…

    Thanx…Lembang…

    11. Nurhayati - Juni 6, 2009

    hai Indra,

    saya ada rencana mengantar tamu ke Tangkuban Perahu. Apa punya brosur dalam bahasa Inggris ttg tangkuban perahu.

    Ya akhir2 ini saya beberapa kali ke Jayagiri, terutama di areal perhutani. Saya lihat tempat tracking, offroad. Asyik ya. Tapi jadi jalannya jelek ya.

    Salam
    Nurhayati

    12. rois_nganjuk - November 3, 2009

    Baru sekali ke Tangkuban Perahu, pas hujan disana….. belum puasss….
    kapan2 balik lagi????

    13. maryanti - Oktober 1, 2010

    pingin kesitu lg lho..

    14. Strawbery Walk, Wisata Strawbery Petik Sendiri | Indra KH - Januari 4, 2013

    […] Tangkuban Parahu yang Tetap Mempesona […]


    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: