jump to navigation

Memburu Rupiah Hingga Bibir Kawah Maret 29, 2007

Posted by indra kh in travel and places.
trackback

Bermacam-macam cara orang mencari nafkah. Dari mulai jadi kuli angkut, buruh pabrik, pedagang, pegawai negeri, artis hingga menjadi anggota dewan. Semuanya dilakoni orang dalam rangka mempertahankan hidup.

Tak peduli panas, tak peduli hujan kemanapun ada peluang rupiah orang akan berusaha mengejarnya. Tempat pun demikian, tak peduli ada di kota, atau desa bahkan hingga bibir kawah pun bila perlu akan diburu.

Pemandangan seperti itulah yang bisa kita lihat jika berkunjung ke gunung Tangkuban Parahu, Lembang, Jawa Barat. Selain akan disuguhi pemandangan alam yang mempesona, di tempat yang terkenal dengan legenda Sangkuriang ini kita akan bisa menyaksikan kegigihan orang-orang yang memeras keringatnya demi menafkahi keluarga.

belerang

Pedagang ketan bakar dan batu belerang di sekitar Kawah Ratu (ikh/indrakh.wordpress.com)

Seperti di lokasi keramaian lainnya, di sini pun tentu kita akan mudah menjumpai banyak warung atau kios yang menjual makanan. Dagangan yang dijajakan warung-warung di sekitar Kawah Ratu dan dan Kawah Upas sangat bervariasi, dari mulai nasi dan lauk pauk hingga makanan khas Lembang semacam ketan bakar tersedia di sini.

Selain dagangan yang kerap dijajakan warung pada umumnya, salah satu ciri dagangan khas kios-kios yang ada di sini adalah batu belerang. Batu-batu belerang yang diambil dari kawah gunung Tangkuban Parahu tersebut konon mampu menyembuhkan penyakit-penyakit kulit dan pegal-pegal. Untuk menggunakannya cukup campurkan beberapa bongkah batu belerang (ada juga bentuk serbuk) ke dalam air mandi kita.

angklung

Berjualan angklung hingga ke bibir kawah (ikh/indrakh.wordpress.com)

Selain warung, banyak juga pedagang kaki lima dan pedagang asongan yang menjajakan beraneka jenis barang dan makanan di bibir kawah ini. Ada penjual mainan anak-anak, penjual alat musik angklung, hingga pedagang asongan yang menjajakan strawbery.

dagangan2

Sayang anak-sayang anak, ….Pedagang mainan anak-anak di pegunungan antara Lembang dan Subang (ikh/indrakh.wordpress.com)

Bagi Anda yang tak ingin capek berkeliling daerah wisata Tangkuban Parahu dengan berjalan kaki, menyewa kuda-kuda tunggang bisa menjadi pilihan alternatif. Namun sayang saya tidak sempat menanyakan berapa tarif kuda sewaan itu saat berkunjung ke sana.

kuda

Kuda sewaan yang siap mengantarkan Anda berkeliling di tempat legenda Sangkuriang (ikh/indrakh.wordpress.com)

Ya, selain bisa menikmati pemandangan yang indah, datang ke Tangkuban Parahu Anda pun bisa mendapat pelajaran tentang kehidupan dari orang-orang yang setiap hari ada di sana. Belajar tentang sebuah kegigihan dalam mencari nafkah bagi keluarga mereka. Belajar tentang usaha mereka : Memburu rupiah hingga ke bibir kawah.

***

Tulisan terkait tentang Lembang:

  • Lembang Pesona Pegunungan
  • Tangkuban Parahu yang Tetap Mempesona
  • Kawah-kawah Gunung Tangkuban Parahu
  • Strawbery walk wisata strawbery petik sendiri
  • Wisata Kebun Anggrek dan Kaktus Lembang
  • Susu Sapi dan Yoghurt KPSBU Lembang
  • Tahu Tauhid Lembang
  • Rute Alternatif Bandung – Lembang
  • Bumi Perkemahan Cikole
  • Paint Ball Sindang Reret Cikole
  • Komentar»

    1. grandiosa12 - Maret 29, 2007

    Pelajaran yang berharga. Bukan berarti saya harus meniru ikut2an dagang di gunung, sanes kitu nya kang? hhehehe.. ya betul kegigihan mereka, semangat hidup itulah yang harusnya saya contoh.

    @ Roffi : Yap, sumuhun kang, kegigihan mereka yang patut diteladani. Tapi kalau ada peluang bisnis besar mah teu nanaon kang, dagang di gunung oge. Sugan weh tiasa kapeser laptop 21 juta😀

    2. [irwan] - Maret 30, 2007

    Semua cara, sesulit apapun, dilakukan untuk anak istri.
    Semua rintangan jadi lebih mudah dilalui.

    Nyari remah di dasar kawah pun dilakukan jika anak istri sudah sangat kelaparan.

    *… itu bagi ortu yang bertanggung jawab dunk… *

    @ Irwan : Iya, kang. Ini juga menjadi bukti bahwa pintu rejeki itu sangat luas, berada di seluruh hamparan dunia. Mungkin tinggal kemauan dan kgigihan kita untuk mencarinya.

    3. junthit - Maret 31, 2007

    semua mereka lakukan karena nggak ada pilihan , daripada nggak makan ??
    btw , salut dg perjuangan hidup mereka ..

    4. kangguru - April 2, 2007

    duh jadi kangen tangkuban parahu euy, ketan bakar, dingin, sepi kala malam menjelang duh iraha deui bisa jalan-jalan di jaya giri halah teu nyambung pisan🙂

    @ Kangguru : Hayu atuh kang, gank wordpress urang ngarempel iraha-iraha di ditu. Bari di sasarung, tuang kulub jagong, ketan bakar, sareng bandrek susu.😀 (tambih kabita jigana)

    5. kangguru - April 2, 2007

    nyaeta atuh yi ari ngeus kolotmah sigana moal kuat nikreuh ti jayagiri nepi ka puncak mah, padahal baheulamah ampir unggal malem minggu nongkrong di si abah, halah bati waasna we

    @ Kangguru : Upami kitu mah sapertosnamah anu aranom kedah ngajugjug ka Sukabumi jigana🙂

    6. grandiosa12 - April 2, 2007

    punten … aya makan²? ulah hilap ngajak sim kuring

    # Roffi😀 pasti, kang . Yuu atuh, iraha-iraha urang ngarempel ameh rame.

    7. kangguru - April 3, 2007

    siap lah lamun aya nu ngalanto ka pelabuhan ratu pasti liwat ka payuneun rorompok, ulah hilap nyimpang, bilih bade ngabedahkeun kulah mangga diantos

    @ Kangguru : Insya Allah, mudah-mudahan tiasa kalaksanakeun kang. Hayo-hayo !! Saha anu bade janten panitiana ??🙂

    8. ..:X W O M A N:.. - April 3, 2007

    seru juga jalan-jalannya, udah lama nih ga kesana… nanti ah kapan-kapan kesana. Palagi rame-rame… pulangnya lewat jalan belakang menyusuri perkebunan teh🙂
    emut botram sareng rerencangan nuju sakola!

    @ X Woman : Ehh sok geura dicobian jalan-jalan deui ka ditu, komo bari botram mah dijamin ngalimed, tambih deui-tambih deui sanguna😀

    9. deking - April 9, 2007

    @xwoman:

    … nanti ah kapan-kapan kesana.

    Kapan…kapan…???
    *lumayan…kayaknya makan gratis nich😀 *

    10. ilyas - Juli 21, 2009

    POKOKNA HIDUP URANG LEMBANG LAH……

    11. Strawbery Walk, Wisata Strawbery Petik Sendiri | Indra KH - Januari 4, 2013

    […] Kawah-kawah Gunung Tangkuban Parahu […]


    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: