jump to navigation

Gasibu di Hari Minggu Juni 15, 2007

Posted by indra kh in culture, travel and places.
trackback

Gasibu di hari Minggu pagi memang tak akan pernah sepi. Gasibu di hari Minggu pagi selalu jadi tujuan rekreasi penuh sensasi. Untuk mencari sarapan pagi ataupun sekedar mengajak jalan-jalan anak istri. Gasibu di hari Minggu pagi, sepertinya akan selalu ramai hingga nanti

Ada pemandangan yang berbeda bila Anda datang ke lapangan Gasibu pada hari Minggu pagi. Tanah lapang yang tepat berada di seberang Gedung Sate ini (diantara Jl. Diponegoro dan Jl.Surapati) selalu berubah menjadi lautan manusia pada setiap hari Minggu pagi atau hari libur. Padahal di hari biasa, kondisi Gasibu dan sekitarnya biasa-biasa saja, paling hanya dilewati oleh para pengendara motor maupun mobil. Bagian tanah lapangnya pun cenderung kosong melompong, kecuali memang ada kegiatan upacara atau aktivitas olahraga para PNS di lingkungan Gedung Sate pada hari Jum’at.

 

gasibu1 - courtessy of  indra kh

Badan jalan di depan lapangan Gasibu yang tergusur oleh para pedagang kaki lima setiap hari Minggu pagi (indra kh)

Namun kondisi Gasibu di hari Minggu bisa berubah drastis. Salah satu areal terbuka yang masih tersisa di kota kembang ini seakan menjadi pusat keramaian warga Bandung di pusat kota. Ribuan warga kota seakan tumplek blek mendatanginya. Diantara mereka ada yang berniat berolahraga (semisal aerobik atau lari pagi), ada juga yang berniat sekedar mencari menu sarapan pagi atau jalan-jalan saja. Bahkan bila saya amati kebanyakan orang yang datang ke tempat tersebut hanya ingin berbelanja di pasar dadakan ini. Pasalnya banyak barang-barang di tempat ini yang dipasarkan dalam harga miring dan bersaing. Saat ini para pedagang kaki lima yang berjualan di tempat tersebut tak hanya terkonsentrasi di sekitar lapangan Gasibu saja, bahkan sudah melebar hingga ke Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat di sekitar Jl. Dipatiukur.

gasibu2 - courtessy of indra kh

Pusat keramaian yang meluas hingga Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat – sebelah utara lapangan Gasibu (indra kh)

Tak cuma kalangan menengah ke bawah yang mendatangi Gasibu di hari Minggu pagi. Kalangan atas berkantong tebal dan bermobil mewah pun tidak pernah sungkan untuk berjalan-jalan dan bahkan berbelanja di tempat ini. Warga kota yang datang tak hanya didominasi anak muda atau ABG. Orang tua, pria-wanita, anak-anak bahkan kakek nenek pun berbaur di Gasibu pada Minggu pagi.

gasibu3 - courtessy of indra kh

Pemandangan pasar kaget sekitar Gasibu yang dipadati penjual dan pembeli (indra kh)

Gasibu di hari Minggu pagi seakan berubah menjadi lokasi belanja one stop shopping. Para pengunjung tempat ini tinggal memilih barang-barang maupun makanan yang mereka inginkan. Dari mulai pakaian, alat rumah tangga, aneka assesoris, hingga janji manis penawaran cicilan motor dari para dealer ada di sini. Untuk makanan, di Gasibu tersedia beraneka macam dan rasa. Dari mulai menu sarapan seperti kupat tahu, nasi kuning, lontong kari, lalu makanan modern seperti zupa-zupa hingga makanan tradisional seperti serabi ada di sini.

gasibukosong - courtessy of indra kh

Pemandangan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat pada hari biasa (indra kh)

Sedikit merunut ke belakang tentang sejarah lokasi ini. Sumbernya saya ambil dari berbagai tulisan di media. Salah satunya bersumber dari tulisan seorang warga masyarakat (tinggal di Taman Sari) bernama Bapak Ruchiyat yang dimuat HU. Pikiran Rakyat pada 19 Juni 2005 lalu. Menurutnya, sekira tahun 1953 berdiri sebuah lapangan sepak bola yang berlokasi di Jalan Badaksinga. Di sana sering diselenggarakan pertandingan antar persatuan sepak bola (PS) yang ada waktu itu bola yang digunakan masih sangat sederhana (menggunakan pentil dan digosok pakai lilin).

Berhubung lokasi lapangan tersebut akan dibangun proyek air bersih dengan nama HBM (sekarang PDAM), para pengurus PS berembuk dan meminta izin kepada pemerintah untuk memakai lokasi di depan Gedung Sate, yang pada saat itu masih berupa semak belukar. Setelah mendapat izin dari pemerintah, para pencinta sepak bola waktu itu melakukan kerja bakti untuk membangun lapangan sepak bola tersebut, dan pada tahun 1955 lapangan sepak bola yang sangat sederhana terbentuk dan diberi nama Gasibu (Gabungan Sepak Bola Indonesia Bandung Utara). Inilah sebenarnya yang menjadi cikal bakal awal munculnya nama Gasibu.

Jadi bila saat ini ada yang menamakan atau menulis Gasibu dengan nama atau sebutan lain, semacam : Gazeebo, Gazibu, maupun nama lain yang menjadi merubah nama asli maupun artinya, tentu sangat disayangkan. Karena hal tersebut tidak sesuai dengan sejarah tempat ini. Intinya, Gasibu bukan Gazeebo, Gasibu bukan Gazibu, Gasibu tetaplah Gasibu (Gabungan Sepak Bola Indonesia Bandung Utara).

gasibu - courtessy of indra kh

Pilih-pilih pilih pilih, acak corak ! Hiruk pikuk Gasibu di Minggu pagi (indra kh)

Gasibu di hari Minggu pagi memang tak akan pernah sepi. Gasibu di hari Minggu pagi selalu jadi tujuan rekreasi penuh sensasi. Untuk mencari sarapan pagi ataupun mengajak jalan-jalan anak istri dan famili. Gasibu di hari Minggu pagi, sepertinya akan selalu ramai hingga nanti.

Komentar»

1. yan - Juni 15, 2007

gasibu, macettttttttttttttttttttt………………………………..

@ yan : apalan euy nu sok meuli koran ti Gasibu mah😀

2. zakiakhmad - Juni 15, 2007

Ruang publik, satu hal yang sering dilupakan. Setiap kota membutuhkan ruang dimana publik bisa berkumpul. Bandung bagiku termasuk kota yang mengasyikkan. Banyak taman bisa dijumpai di kota ini.
Pernah satu waktu, sendiri, aku melepas satu sore di taman cilaki. Banyak pasangan duduk, melepas rindu mungkin. Satu dua tiga empat orang berolahraga, mengitari taman.
Kembali ke Gasibu. Fenomena ruang publik ini bisa juga dianalisis dari lapangan pekerjaan yang kurang. Tak bisa dipungkiri, acara mingguan ini membuka lapangan kerja yang tidak sedikit. Atau bisa juga sebagai pertanda urbanisasi di Kota Bandung.
Wah aku baru tahu asal-usul Gasibu🙂
Aku tak terlalu suka keramaian. Karena terkadang sulit menjadi diri sendiri di dalamnya. Walau larut dalam kesepian bisa jadi sangat menakutkan.

@ zakiakhmad : kerap menyepi juga kalau menurut saya kurang asyik zak. Mendatangi pusat keramaian sekali-sekali, bisa membuat kita ceria, banyak yang dapat dilihat dan banyak yang dapat dipelajari. Asal jangan keseringan datang ke tempat rame, bisa-bisa memang prusing😀

3. UrangBandungKaler - Juni 16, 2007

<blockquote>Pilih-pilih pilih pilih, acak corak ! Hiruk pikuk Gasibu di Minggu pagi</blockquote>
oohh… pantesss… anu icalan piring teh kang Indra nya??? terang kitu mah meser salosin kanggo icaleun deui hahaha…
pami balanja diskon nya kang😆

@ xwoman : euleuh euleuh kamana wungkul teh, iraha atuh ngeblog deui. Kangen sareng postinganna😀 Abdi mah teu ical piring kamari, dagang odading, teh😀

4. Rully - Juni 16, 2007

pernah sekali bareng istri ke gasibu pas hari minggu. beli ini itu. <em>lieur … rarungsing. cape teu puguh. </em> [img]http://www.cosgan.de/images/more/bigs/i047.gif[/img]

@ Rully : Beli apa atuh juragan sampai ka rungsing jiga kitu ?😀

5. urang bandung wetan - Juni 16, 2007

keun ah Gasibu kanggo rakyat kecil saminggu sakali mah, asal ulah unggal poe.
Karunya nu nyiar rezeki, sanes kitu tukang odading? (ceuk tukang lauk teh)
Kumaha sih carana lamun hoyong dagang di dinya? saha nu terang aya niat icalan.. hehehe

@ roffi : meni seueur nya urang Bandung Wetan anu sok ka Gasibu, hehe. Upami teu lepat mah basa ngobrol ka tukang lauk, asal paboro-boro weh cenah, papayun payun dongkap ka dinya. Engke kantun mayar TPR (sejenis kitu lah) ka petugas plus biaya non petugas😀

Bade icalan naon atuh juragan teh, udang ?🙂

6. Hendra Ciptawan - Juni 16, 2007

Wah, gedung Monra tuh yang paling berkesan. Ada tembok yang berlukiskan sejarah kepahlawanan pejuang kita melawan penjajahan Jepang sampai detk-detik kemerdekaan…. tapi lucunya banyak anak pelajar — yang notabene cuman pacar-pacaran di deket monumen itu — nyoret-nyoret temboknya pake nama mereka, hikz… *sedih*

@ Hendra : iya memprihatinkan. Mungkin karena belum tahu sejarahnya, mas.

7. helgeduelbek - Juni 16, 2007

Hem baru tahu/dengar bahwa gasibu adalah…. Kapan2 mau main ke bandung ah

@ Pak Urip : Waah oke pak guru ditunggu, nanti saya antar😀

8. Budi Rahardjo - Juni 17, 2007

Begitu selesai itu pasar kagetnya, sampahnya … wah banyak banget. Apalagi sampahnya kebanyakan plastik. (Mestinya diganti dengan yang lebih ramah lingkungan ya.) Untungnya ada tukang sampahnya setelah selesai acara. Kebayang kalau habis selesai, sorenya hujan. Wih.

@ Budi Rahardjo : iya, pak. Masalah sampah seolah menjadi masalah rutin setiap pasar kaget, bahkan pasar tradisional sekalipun.

9. kangguru - Juni 18, 2007

resep nya kang pasar senggol hehheheh, kapungkurmah jaman nyuprih elmu di ledeng, dinten jumaah bagean di halaman masjid al-furqon ngadadak rame teh

@ wak guru : sami wak, nuju abdi kapungkur damel sekitar dinya (Setiabudhi) keneh mah, Al Furqon masih rame ku kaki lima upami saba’da jumaahan. Mung duka kaayaan ayeuna mah, sakaterang abdi mah masjidna nuju dirombak ayeuna teh.

10. kampret nyasar! - Juni 20, 2007

Sepertinya saat cuti mudik nanati harus nyempetin kesini deh, Bandung: tempat jajanan masakan enak dan wisata belanja. Moga2 krisis sampah disan abisa segera teratasi yah..

@ kampret nyasar : salam kenal mas, trims sudah berkunjung ke sini. Yap, Bandung memang surga wisata kuliner dan wisata belanja. Ditunggu. Tiap akhir pekan/ libur jalan-jalan macet oleh wisatawan lokal. Orang Bandungnya sendiri mah males ketemu macet, diam aja di rumah😀

11. zulfanahrielly - Juni 22, 2007

wagh bandung ya…gasibu.. baru denger mas!!

@ Zulfanahrielly : yap Gasibu adalah salah satu pusat keramaian kota Bandung – semacam Alun-alun. Letaknya tepat di seberang Gedung Sate (kantor Gubernur Jabar). Alun-alun kota Bandung sendiri ada seberang kediaman Walikota Bandung (sekitar 7 km ke arah barat dari Gasibu)

12. hendriadi - Agustus 15, 2007

tapi yang membikin saya senang adalah gazebo kalau hari minggu benar-benar menjadi tempat wisata yang murah-meriah untuk yang mencari barang-barang murah

@ hendriadi: yup one stop shopping, ya kang. mau apa aja ada, murah lagi.

13. Sunda Kadarieu (Catatan Wisuda UPI Bandung) « Indra KH - Oktober 26, 2007

[…] ke kampus hari Kamis (26/10) kemarin sangat banyak. Bahkan kampus di Bandung Utara ini sudah mirip Gasibu. Pedagang yang menjajakan beraneka barang dan makanan mudah dijumpai di berbagai sudut. Ternyata […]

14. Bebersih Taman Lansia; Memungut Sampah, Ngopi Hingga Nonton Ular Sanca « Indra KH - April 28, 2008

[…] wilayah sekitar Gasibu di hari Minggu memunculkan hiburan tersendiri bagi para partisipan. Banyaknya pedagang kaki lima dan aneka […]

15. ADHE - Januari 9, 2010

saya sangat senang ke gasibu hari minggu,,,
karena bisa menghilangkan stress,,
bisa blanja,,,
trus hargnya relatif murah,,

I LOVE GASIBU

16. yanz - Februari 17, 2010

klo bsa makh jangan tiap hari minggu….bila saya ingin lati 2 taw bermain bulutangkis sering tidak nyaman,,,klo bsas makh diprogram,,,2 kali sbulan…

17. ujang saepulrohman - April 17, 2010

selain bsa jln2 jga bsa lrik sana lirik situ,,hee,,he,,gasibu d hri minggu ok lah……..

18. ujang saepulrohman - April 17, 2010

bsa mencari rejeki yg pd jualan lg……….

19. Dilema Pasar Kaget « Indra KH - Januari 12, 2011

[…] ternyata banyak merugikan juga. Apalagi jika berada di jalur jalan utama sebuah kota, seperti di Gasibu Bandung. Kemacetan yang disebabkan oleh pasar pekanan yang mulai ada sejak tahun 2000 ini saya amati […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: