jump to navigation

“Pohon Bermotor” Juli 17, 2007

Posted by indra kh in Bandung, Environment, topics.
trackback

Judul yang saya ambil dalam tulisan kali ini memang agak aneh : “Pohon Bermotor.” Bagi Anda yang masih kebingungan dengan pemilihan judul tersebut mungkin akan bisa mengerti jika sudah melihat gambar di bawah ini.

pohon_bermotor.jpg

Mengangkut pohon dengan sepeda motor (indra kh)

Photo tersebut saya ambil saat melintas di Jl. Setiabudhi (depan Villa Isola – Ledeng), lebih kurang dua bulan yang lalu. Dua pria yang berboncengan sepeda motor ini saya ikuti mulai dari pintu gerbang utama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) hingga daerah Cidadap (2 KM arah utara terminal Ledeng).

“Hebat banget bapak yang bawa dua pohon yang lumayan besar itu. Apa tidak pegal kaki dan tangannya? Apalagi perjalanan yang dilakukan lumayan jauh” Pertanyaan semacam itu yang ada dalam benak saya melihat aksi keduanya.

Aksi kedua pria tersebut memang mengundang resiko. Betapa tidak, beban pohon yang dipikul tentu akan menyulitkan bagi sang pengendara dalam mengendalikan sepeda motornya. Begitu juga bagi pria yang diboncengnya, jika lengah sedikit atau tidak kuat memikul beban bukan tidak mungkin sepeda motor yang mereka kendarai akan oleng sehingga membahayakan pengendara lainnya.

Entah dilandasi niat apa yang membuat mereka nekad membawa pohon besar di atas sepeda motor. Mungkin dilandasi motif ekonomi karena ada yang tertarik membeli pohon tersebut dengan harga mahal. Atau mungkin hanya sekedar koleksi untuk menyalurkan hobi.

Apapun motif yang mereka pilih, bagi saya usaha keduanya masih bisa dianggap berperan dalam menjaga fungsi ekologi. Pasalnya keberadaan pohon di kota Bandung saat ini sangat vital. Suhu kota kembang yang tak lagi dingin, ditambah polusi yang kian memprihatikan sebagai efek jumlah kendaraan yang terus bertambah menyebabkan kebutuhan ruang terbuka hijau sangat dibutuhkan.

Bagaimanapun juga, satu atau dua pohon yang kita tanam akan menambah peran pepohonan dalam menyerap gas/pertikel beracun, seperti gas CO2 (karbon dioksida), gas NO2 (nitrogen dioksida), gas SO2 (sulfur dioksida), atau Partikel Pb.

Bila saya bertemu dengan mereka mungkin akan saya katakan : “Teruskan saja pak berbisnis pohon atau menjadi kolektor pohon. Asal jangan mengulang memilih aksi nekad lagi dengan membawa pohon besar di atas sepeda motor.”

Yap, ini hanya postingan ringan sebagai selingan di saat waktu senggang yang belum menghampiri untuk bisa membuat tulisan yang lebih serius. Kendati demikian, semoga Anda tetap terhibur dan ada sedikit manfaatnya.

Komentar»

1. peyek - Juli 17, 2007

hahahaha
untung pohonnya nggak ada ulat apa semut angkrang

@ peyek : kalau ada ulat ama semut dijamin jalan sepeda motornya bakal zig-zag, cak goyang kanan goyang kiri, hahaha

2. Anonim - Juli 17, 2007

yaa..bukannya dibantu bawa malah difoto..
bantu bawa satu lumayan mas,hehe..

@ bla bla bla : iya nih takut kehilangan momen sampai lupa bantuin, hehe

3. Kangguru - Juli 18, 2007

iseu bagus kang
kumaha lamun mobil-mobil kudu dipelakan tanggkal, ngarah gas CO na langsung diserap ku tatangkalan

@ wak guru : hahaha, mun dina mobilna melak duren kabayang ngantos duren jatuhan😀

4. roffi - Juli 18, 2007

indonesia mah sagala aya… hihihi
anehna teu aya pulisi anu nilang kitu?

@ Roffi : Pulisi mah seueur kang, mung jigana terlampau terkesima disangkana sirkus meureunan😀

5. xwoman - Juli 19, 2007

manawi teh aya tangkal momotoran kang hahaha… katipu ku judul😀

@ xwoman : Judulna provokatif nya, teh😀 Iraha atuh bade posting deui ?

6. Rully - Juli 19, 2007

yang ngefoto, pasti motor berkamera:mrgreen:

@ Rully : Eh motor siapa dulu, edun atuh aya kameraan😀

7. za - Juli 19, 2007

Jadi inget. Waktu aku kecil, ibu ku pernah cerita, bawa kaca meja makan naik motor diboncengin bapak ku. Aku pengen juga sih nanam-nanam, tapi masih anak kos, jadi males. Cucian aja sering terlantar.

@ za : itu berarti meja makan bermotor:mrgreen:

8. roffi - Juli 19, 2007

@ kangguru: idenya bodor euy.. kumaha lamun sakantenan dina mobil ngadamel balong, dipelakan lauk gurame🙂

9. Kucing Berlaptop « R. Ardiansyah Natakusumah - Juli 20, 2007

[…] Judulnya terinspirasi dari tulisan Indra yang ini. […]

10. xwoman - Juli 20, 2007

@ kangguru, roffi

huahaha…. brilian…. melak tatangkalan dina mobil, melak gurame dina mobil….

@Indra KH

Insya Allah kang, tapi teu acan jalan2 ieu teh😀

11. Taryan - Juli 21, 2007

Salut kanu naraek motor dengan beban tatangkalan yang beurat, dan hanya mengandalkan putaran mesin 100 cc nya :d. Teruskan perjuangan mu nak! ayo “hijaukan” Kota Bandung.

@ Taryan : Bilih bade nyobian nyandak tangkal dina motor ka Pangandaran:mrgreen:

12. Adi PutraPantai - Juli 23, 2007

wah..ini namanya proyek menghijaukan jalan

@ Adi : Coba setiap pengendara motor meniru langkah ini:mrgreen:

13. the70no - Juli 25, 2007

itu mah namanya memanfaatkan potensi yg ada…adanya motor ya pakek motor…salut dah…:mrgreen:

@ the70no: yuup, setuju pisan😀

14. iqbal - Juli 31, 2007

bukannya motor yang berpohon???

@ Iqbal: Gitu juga bisa, mas😀

15. macanang - Agustus 27, 2007

waks.. pohon apa itu ya. hebat orangnya sampe ketutupan, semoga nggak ngganggu pemandangan yang di depan😀

@ macanang: waah kalau jenis pohonnya gak tau mas😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: