jump to navigation

Bertandang ke Tanah Sang Bumi Ruwa Jurai September 11, 2007

Posted by indra kh in Jalan-jalan, Lampung, travel and places.
trackback

Hari telah berganti. Angin yang berhembus cukup kencang malam itu belum mampu mengusir hawa panas pesisir pantai. Saat kendaraan kami mulai merapat ke dermaga Pelabuhan Merak, Banten sekilas terlihat jam di pergelangan tangan saya menunjukkan pukul 00.30 WIB. Perjalanan lebih kurang 5 jam dari Bandung menuju pelabuhan di ujung barat Pulau Jawa ini cukup melelahkan juga. Padahal kami baru menyelesaikan separuh perjalanan menuju Lampung, Sang Bumi Ruwa Jurai.

lampung1.jpg

“Suasana kapal feri malam hari di Pelabuhan Merak Banten (indrakh)”

Beruntung pada saat itu peristiwa antrian panjang kendaraan hingga belasan kilometer menuju pelabuhan Merak belum terjadi, sehingga begitu tiba kami bisa langsung naik ke atas feri. Pukul 01.00 WIB kapal yang kami tumpangi akhirnya tarik jangkar dan mulai berlayar menuju Pelabuhan Bakaheuni, Lampung. Truk tronton pengangkut bahan kebutuhan pokok sehari-hari tetap mendominasi muatan kapal malam itu, sementara kendaraan pribadi maupun bis AKDP AKAP yang menyeberang ke Pulau Sumatera tidak terlalu banyak sehingga lalu lalang penumpang di atas dek saya lihat tidak terlampau ramai. Namun sayangnya kami kebagian kapal feri milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) yang kurang terurus; kotor, kursi penumpang banyak yang sudah rusak, toilet tidak nyaman, dan lain sebagainya.

Untuk mengusir kejenuhan saya sendiri lebih memilih berkeliling kapal dari mulai haluan hingga buritan untuk menikmati udara malam di tengah hembusan angin laut, sambil mengunyah kudapan ringan dan ditemani sebotol teh hijau, serta sekali-sekali berbincang dengan penumpang lainnya. Diantara penumpang tersebut terdapat dua orang penumpang pemuda tanggung yang hanya ingin pelesiran dengan menumpang kapal feri Jawa – Sumatera PP. “Kami boncengan pakai motor, bang ! Sampai di Bakaheuni nanti kami akan balik lagi ke Merak,” ujar mereka kepada saya. Lucu juga, ternyata ada orang yang iseng jalan-jalan pulang pergi melintasi Selat Sunda saat tengah malam seperti kala itu.

Sekitar pukul 03.00 WIB kapal pun akhirnya buang sauh untuk merapat di salah satu dermaga Pelabuhan Bakaheuni, Lampung. Suara bising dari knalpot bermacam-macam kendaraan dan diselingi suara klakson seakan saling bersahutan memecah kesunyian. Satu persatu kendaraan tersebut mulai turun ke darat untuk melanjutkan perjalanan sesuai tujuan masing-masing. Sama seperti mereka, kendaraan kami pun langsung tancap gas menuju jalan trans Sumatera.

lampung2.jpg

“Salah satu contoh kerusakan di jalur trans Sumatera (indrakh)”

Jalanan yang masih lenggang dini hari itu memungkinkan para pengemudi untuk memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Sayang jalan utama yang menghubungkan wilayah-wilayah di pulau bagian barat Indonesia ini kondisinya kurang bagus, di beberapa bagian terdapat lubang menganga yang dapat membahayakan pengguna jalan, terutama di malam hari. Usaha perbaikan jalan yang dilakukan dinas PU setempat pun terkesan hanya tambal sulam. Jalan yang berlubang hanya dikupas dan diaspal pada bagian-bagian tertentu saja sehingga membuat para pengemudi harus menjalankan kendaraannya secara zig-zag untuk menghindari jalan yang rusak. Akibat kondisi jalan yang buruk sedikitnya tiga truk saya lihat mengalami patah as roda. Pada waktu terpisah (perjalanan pulang) bahkan saya sempat menyaksikan sebuah truk yang akhirnya terguling karena tidak mampu menaiki sebuah tanjakan jalan lintas Sumatera yang curam.

Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, akhirnya sampai juga ke tempat tujuan kami di Rajabasa, Lampung Selatan yang terletak tak jauh dari kota Bandar Lampung. Kunjungan saya di wilayah ujung selatan Pulau Sumatera ini tidak terlalu lama, yakni hanya 3 hari. Itu pun sebetulnya bukan karena diniatkan untuk kunjungan wisata, namun karena ada kepentingan keluarga. Yaa…sambil menyelam minum air lah🙂

lampung3.jpg

“Selamat datang di Bandar Lampung (indrakh)”

Tempat wisata di daerah berpenduduk sekitar 8 juta jiwa ini sebenarnya sangat banyak. Tampaknya sulit untuk bisa pelesiran ke semua tempat jika kita hanya punya waktu liburan satu atau dua pekan sekalipun. Website visit lampung merekomendasikan sekitar 35 lokasi yang bisa Anda kunjungi, dari mulai wisata ke Gunung Krakatau, Teluk Lampung, Air Terjun Way Lalaan, Taman Nasional Way Kambas hingga kota budaya dan sejarah Menggala.

Sayang sekali kunjungan saya sangat singkat sehingga tidak banyak menjelajah banyak tempat. Lokasi yang sempat saya kunjungi diantaranya adalah perkebunan coklat dan perkebunan pisang di Kalianda, Pantai Pasir Putih, Teluk Lampung, Pelabuhan Panjang, Pasar bambu kuning, dan kawasan penjual oleh-oleh Lampung di sekitar trans Sumatera. Jalan-jalan penuh cerita pada lokasi-lokasi tersebut akan saya kupas pada tulisan-tulisan selanjutnya.

Semoga pada kesempatan lain saya bisa mengunjungi lokasi-lokasi wisata lainnya. Atau mungkin diantara Anda ada yang memiliki pengalaman menarik seputar tanah Sang Bumi Ruwa Jurai yang bisa dibagikan di sini?

Komentar»

1. Rully - September 11, 2007

Hm … terakhir ke Lampung, berapa tahun yang lalu ya?
:: Duren 2 rebuan di pinggir jalan:mrgreen:
:: Waroeng/Cafe Diggers

@ Rully: Nah itu ruginya, pas dateng ke Lampung kemaren kebetulan sedang tidak musim durian😦

2. Taryan - September 11, 2007

Naha pa mani sakedap kunjungan teh? sanes betah di Lampung teh?

@ Taryan: bade lami ge atuda kumaha kang jalmi damel, mah😀

3. Hileud - September 12, 2007

Selamat berpuasa yah

Kuundang ntar buka bersama di Denpasar, enya cenah Lampung teh

terkenal ku kopi ? sareng Gajah ?

@ Hileud: sami-sami, teh. Muhun yeuh iraha nya bade jalan-jalan ka Denpasar😀

4. erander - September 12, 2007

Oh .. keluarganya dari Lampung toh kang? kirain dari Bandung .. asik ya sudah pulang kampung. Soalnya kalo pas diawal puasa, pasti rame banget .. bisa macet dimana2.

Saya baru tahu kalau Bumi Ruwa Jurai itu adalah Lampung. Cuma koq ga ada kisahnya ya kenapa disebut Bumi Ruwa Jurai. Mungkin lain kali aja ya menceritakan asal muasal kata itu.

Oya .. sekalian .. saya juga mohon maaf sekiranya ada kata dan tindakan saya yang menyakitkan hati .. semoga memasuki bulan Ramadan kita kembali fitri dengan menjalankan ibadah puasa semata2 hanya untuk-Nya.

@ erander: saya memang asli Bandung kok, pak. Pergi ke Lampung sih dalam rangka silaturahmi kepada kerabat yang ada di sana. Iya nih ceritanya pengen lebih panjang sebenarnya, tapi nanti malah jenuh yang baca:D

Sama-sama, pak. Mohon maaf atas segala kesalahan. Selamat menunaikan ibadah shaum. Semoga ibadah kita kali ini lebih baik dari shaum2 sebelumnya.

5. venus - September 12, 2007

belom pernah ke lampung, padahal tinggal nyebrang yak? ckckckck…kasian sekali saya ini, huehehhe…

maap lahir batin, mas. met puasa.🙂

@ venus: Lampung bisa jadi alternatif yang bagus untuk pelesiran bila sudah bosen dengan Puncak atau Bandung.

6. gies - September 12, 2007

belum pernah ke lampung, tapi di sana ada temen tuh..kapan ya bisa ke lampung?
tapi sptnya Kang Indra ini jalan-jalan terus yaa..senangnya:D

@ gies: sebenernya jalan-jalan di sela-sela kesibukan, teh, hehehe

7. roisz - September 13, 2007

issue, soalnya nggak bawa duren😀

@ roisz: sorry banged soalnya sedang tidak musim, om. Tapi kan bawa kopi, lempok durian dan kemplang, lumayan daripada tak kemplang😀

8. andri - September 14, 2007

oh.. bapak ke Lampung to?? tanhks ada photonya-sebab aqu belum pernah menginjak pulau sumatra apalagi nyeberang pulau he…he… tahunya sekarang sesepedahan di pondok hijau karena puasa he…he…

kamis kemarn sya ke Situ lembang- tempat kopasus latihan itu lho….. sya kira seperti Laut Sunda ternyata airnya dangkal banget pak,..bahkan banyak orang yang malah pada mancing, ngabuburit kali ya……

.. gk kaya poto bpk yg ada kapal gedhenya… he…he…. ditunggu cerita lainnya ya, sementara ini blogku,…. mungkin aqu isi dg ramadhan di Bdg… ato besok sabtu liputan di Situ lembang….

ya moga di ramadhan ini Allah memberkahi kita semua kemudahan, dalam rezeki juga jodoh bagi yang belum mendapatkan nya….. he…….he……

@ sandimuda: yoo jauh lah bedanya selat sama situ (danau)😀

9. andri - September 14, 2007

kisah di Lampung, luar biasa pak,……… karena aqu belum pernah ke sono, paling dongeng aji yang asal sana- kamis kemarn awal puasa… sya ke-Situ Lembang ama taryan- ternyata nggk seperti Laut Sunda pak,yng ada Kapal gedhe nya….??? karena air nya lagi surut, seperti lokasi pembuatan film Jurasic Park… he…he… anehnya kok padha mancing ya yg ke sana , …. itu fenomena ajaib kali,… ya…. mat shaum pak………….

10. Luigi Pralangga - September 15, 2007

Banyak cerita alam yang indah dan citarasa kuliner yang menjulur lidah ini.. disamping memang kondisi jalan yang lumayan ajrut2an.. paling tidak Lampung dan propinsi lainnya di Sumatera jauh lebih indah dari negeri si bau kelek disini🙂

Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari Afrika Barat
————–
PS: Ohya, Warung yang lama ini akhirnya kembali di buka, setelah lama di tinggal mudik.

@ Luigi: wah-wah-wah…..jalan-jalan ke Afrika tentu lebih extreem, yaa pak. Ok Pak Luigi selamat dibuka lagi warungnya, saya akan sering mampir nanti🙂

11. roffi - September 16, 2007

ah lampung.. pernah beberapa kali ke sana. Oleh²na teh Kiripik pisang.

@ roffi: weeh betul pisan kang kiripik pisangnya uenak. Ada lagi kripik lain yang enak: kripik nangka

12. andri - September 17, 2007

Alhamdullilah pak, saya dh punya 2 artikel baru saya pak ttg Tiket tuk mudik juga Ramadhan spesial kalo gak sibuk kasih coment ya di blog : http://sandimuda.wordpress.com/

moga ramadhan kali in i tetap semangat , sehat,….. ya………

13. alle - Oktober 18, 2007

kang Rajabasa tuh masih Bandar Lampung,.. blom kabupaten Lampung selatan,.. iya sih deket perbatasan gt

@ alle: weleh keliru saya ya, terima kasih infonya🙂

14. anto gesek - Desember 30, 2007

mohon kenalan dan izinnya mengutip materi dan foto, ke web kami kalali.blogspot.com dan ppkr3lampung.blogspot.com jika diizinkan akan dicitasi asal berita dari : https://indrakh.wordpress.com/2007/09/11/bertandang-ke-tanah-sang-bumi-ruwa-jurai/
Salam

@ anto gesek: Silahkan. Cantumkan saja sumbernya. Terima kasih.

15. anto gesek - April 2, 2008

Salam dan terimakasih atas izinnye mengutip berita dan foto ke http://kalalin.blogspot.com
AGsk

16. Eriek - Juni 26, 2008

kapan-kapan kalau ke lampung lagi, bisa hubungi saya pak ya. hehe..😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: