jump to navigation

Cincin “Halo” Matahari di Atas Langit Bandung September 27, 2007

Posted by indra kh in Bandung, daily, fenomena, ramadhan, religion, topics.
trackback

Kamis (27/9) pukul 12.25 WIB, Pak Budi menelepon saya. “Ada dimana? Coba lihat keluar, matahari dikelilingi pelangi,” katanya. “Oh gitu, pak,” jawab saya. Tanpa banyak bicara sontak saya pun bergegas keluar, dan diikuti juga oleh sejumlah rekan. Benar saja, ketika kami melihat ke langit Bandung, ada pemandangan yang indah di atas sana: “matahari dikelilingi pelangi.”

Karena penasaran ingin mengabadikan momen yang jarang terjadi, kamera pun segera saya arahkan ke atas langit. Khawatir merusak lensa, fenomena itu hanya saya bidik sebentar saja. Gambarnya seperti di bawah ini (bila ingin lebih jelas, klik pada gambar) :

halo.jpg

Cincin “halo” matahari di atas langit Bandung (indrakh)”

Konon cincin pelangi yang mengelilingi matahari ini disebut dengan istilah “halo,” yang berasal dari bahasa Yunani Kuno yang artinya “lingkaran bulan.”

Bambang Setiahadi, peneliti dari Stasiun Pengamatan Matahari Watukosek yang tercakup dalam Stasiun Pengamatan Dirgantara Lapan di Watukosek, Jawa Timur, seperti dimuat harian Kompas pada 3 Maret 2004, mengatakan bahwa “halo” yang terlihat melingkari matahari tersebut sebenarnya merupakan hasil pembelokan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer.

“Jadi, pada musim hujan ini partikel uap air ada yang naik hingga tinggi sekali di atmosfer. Partikel air memiliki kemampuan untuk membelokkan atau membiaskan cahaya matahari,” papar Bambang.

Berita selengkapnya dapat dibaca di sini: Halo matahari akibat pembiasan cahaya

Rekan saya, Risdyanto juga sempat mengirimkan sebuah URL tentang penjelasan ilmiah tentang fenomena ‘halo” ini. Selengkapnya bisa dibaca di sini: Rings around the sun

Melihat cincin “halo” matahari di atas langit Bandung seperti siang ini, saya hanya bisa berkata: Subhanallah, Allahu Akbar.

Komentar»

1. abangedi - September 27, 2007

sayang euy…barudak indocisc tidak diuji dengan hujan dollar sebagaimana kami di base camp MQ Multimedia dan Madani Group…

@ abangedi: hehehe, aya-aya wae😀

2. rayyan - September 27, 2007

Sudah hilang ya pelanginya ? Barusan saya langsung lihat keatas, sebentar saja tapi, silau.

@ Rayyan: memang hanya sebentar, mas. Kalau pun ada lagi sebaiknya memakai pelindung mata.

3. yudhieakaburet - September 27, 2007

OKs boss ngan kurang jelas…cincin na.

@ yudhie: khawatir lensa kameranya sih, bos…:mrgreen:

4. rayyan - September 27, 2007

Oh iya, izin save gambarnya ya, bagus🙂

@ rayyan: silahken..🙂

5. Rully - September 27, 2007

kuduna pas di tengah mataharina, terus fokus. jadi hasilna sip.:mrgreen:

/* ngan meureun kudu ganti kamera heula */

@ Rully: masih sayang dengan kameranya, om. Nungguan heula nu mere SLR😀 saha deuih, hehe

6. Deddy - September 27, 2007

wah keren tuh fotonya. sayang masih ada kabelnya yg sedikit mengganggu. tp sip kok!

@ Deddy: iya nih space untuk membidik gambarnya agak terbatas memang. Trims

7. sandimuda - September 27, 2007

Alhamdlh, pak keajaiban di bulan Ramadhan, bapak bisa mengabadikannya…

@ sandimuda: Alhamdulillah

8. roisz - September 27, 2007

kebetulan jendela ruangan tidak menghadap matahari,…
nggak kebagian deh

@ roisz: waaahh…

9. Halo Halo Bandung « Padepokan Budi Rahardjo - September 27, 2007

[…] Link terkait: tulisan di blog Indra. […]

10. roisz - September 27, 2007

sayang sekali, waktu ditelpon hape lagi dibungkam (silent mode=on)😀
jadi tidak terdengar, maupun tidak terasa, karena getarnya di-set hanya satu kali saja.

11. enggar - September 27, 2007

Kok tak ada yang mengabariku ya? Padahal pasti asyik sekali kalo aku bisa mengajak murid-muridku keluar sebentar untuk bisa melihat pemandangan indah seperti ini. Wuahh, sedih deh😦

@ enggar: weleh-weleh kirain sudah lebih dulu tahu

12. Liezmaya.web.id - September 28, 2007

hummm hoyong ninggal😦

@ liezmaya: sugan aya deui enjing pageto, teh. Jiga ngantosan tukang sayur wae, kedah enjing pageto, hehe

13. cacau - September 28, 2007

Pokonya Fenomena yang aneh dan indah, sayang kalo banyak yang melewatkan

14. uchie - September 28, 2007

emmm….subhanaalloh bagus banget..cuma jadi inget perjalanan matahari sudah sampe mana skr yah?? klo matahari sudah kembali ke tempatnya????? aduh merinding jdnya…..

15. za - September 29, 2007

Ya, Mahasuci Allah, tak terlukiskan kata-kata fenomena ini. Sayang aku juga gak sempat ngasih tahu banyak orang (termasuk orang tua).

16. kangguru - Oktober 1, 2007

kamearana nganggo filter atuh kang bade motret panon poemah hehhehehe

@ kangguru: hehe, filternamah rasa masih lebar kana kamerana, wak. Matak asa-asa motretna oge.

17. xwoman - Oktober 2, 2007

wah… gak tau kang😀

@ xwoman: waah lebar, teh sae pisan upami ningal mah, mung serab😀

18. uu - Oktober 3, 2007

tapi katanya banyak yang liat ada yang bergerak di sekitar matahari, apakah cuma sekedar pembiasan cahaya saja atau ada kejadian lain ??

19. funkshit - Oktober 4, 2007

huaaa…kapan ya pelanginya pindah ke jogja?

20. Anonim - Oktober 5, 2007

bgs bgt

21. Fauzan - Oktober 6, 2007

Framing fotonya keren ya…

22. ADE - Oktober 30, 2007

MASA SIH MATAHARI PAS TENGAHNYA BOLONG NGGAK DI AMBIL ?

23. Anonim - November 7, 2007

saya juga lihat ko’

24. -sRi- - Januari 8, 2008

satu kata yg bisa kuucapkan Subhanallah….

25. asri - Februari 5, 2009

salam kenal pak…
sy ijin mau copy gambarnya ya pak… terima kasih…🙂

26. QinKat - September 19, 2010

sy jg prnh liat, tp krn sakit mata ngeliat matahari teriiiik bgt akhirnya difoto lewat kaca mobil (di bandung jg)

27. DEA - Oktober 22, 2010

GAMBARNYA SEPERTI CINCIN


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: