jump to navigation

Geliat IT di Bangalore dan Gwangju November 10, 2007

Posted by indra kh in Bandung, IT.
trackback

Hingga kini Bangalore memiliki 103 tempat pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di bidang IT, 11 universitas, 135 sekolah teknik, 465 sekolah tinggi, 144 sekolah medis dan kesehatan, 186 politeknik, dan 686 perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan (training ). Belum lagi perusahaan IT terkemuka dunia semacam HP, IBM, Microsoft, dll yang membuka channelnya di wilayah ini

Sejumlah penggiat dan praktisi ICT yang tergabung dalam komunitas BHTV (Bandung High Tech Valley) Jumat (9/11) kemarin berkumpul di IZI Consulting, Jl. Ambon, Bandung. Diskusi berjalan santai. Namun acara brainstorming malam kemarin bagi saya menyisakan banyak cerita menarik, diantaranya tentang geliat bisnis ICT di Bangalore India, bisnis game dan anime di Seoul dan Gwangju, Korea Selatan.

“Passport Cinderamata dari Bangalore yang memuat informasi perusahaan ICT (indrakh)”

Bapak Dr. Ir. T.A Sanny yang menjadi salah satu pembicara dalam sesi tersebut mengatakan nilai investasi bisnis IT di Bangalore kini menyentuh angka 250 juta USD. Pertumbuhan bisnis ICT di salah satu kota yang besarnya tak beda jauh dengan Bandung ini memang mencengangkan. Setiap pekan sedikitnya berdiri 1 perusahaan yang bergerak di bidang ICT. Hingga kini Bangalore memiliki 103 tempat pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di bidang IT, 11 universitas, 135 sekolah teknik, 465 sekolah tinggi, 144 sekolah medis dan kesehatan, 186 politeknik, dan 686 perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan (training ). Belum lagi perusahaan IT terkemuka dunia semacam HP, IBM, Microsoft, dll yang membuka channelnya di wilayah ini.

“Pak Sanny sedang menceritakan hasil kunjungannya ke Bangalore (indrakh)”

Geliat bisnis ICT di Bangalore tak hanya diusung oleh para pengusaha, tapi juga turut disokong oleh pemerintah setempat. Sebagai contoh pada sisi komunikasi pemasaran (marketing communications), otoritas Bangalore menerbitkan sebuah marketing tool (berbentuk passport) yang merilis daftar perusahan-perusahan yang bergerak pada sektor andalan wilayah tersebut. Bangalore memiliki 4 core bussiness, yakni: ICT, bioteknologi, manajemen global marketing dan teknologi ruang angkasa.

Dari sisi kemudahan usaha, pemegang regulasi Bangalore pun memperhatikan start up company. Pemerintah membebaskan pajak (tax) selama 2 tahun untuk memberi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan tersebut berkembang. Tak hanya itu, Pemerintah Bangalore juga menyediakan lahan untuk para pengusaha ini. Jadi para pebisnis menjalankan bisnisnya di atas tanah negara.

Bisnis teknologi informasi Bangalore berkembang sangat pesat. Bahkan 26% sumber APBN India berasal darui sektor ini. Memang di negeri yang terkenal dengan bisnis film Bollywood-nya ini kemiskinan masih tampak mengemuka, namun konon hal tersebut bukan disebabkan masalah ekonomi namun karena penerapan kasta.

***

Kisah di Gwangju, Korea Selatan (Korsel) lain lagi. Pakar telekomunikasi Bapak Dr. Ir. Dimitri Mahayana yang sempat berkunjung ke negeri Ginseng ini pada awal Ramadhan lalu menuturkan bahwa bisnis game dan animasi (anime) kini menjadi ladang baru para penggiat bisnis IT di sana. Bahkan mampu menyaingi Jepang, padahal Korsel baru melirik game dan anime 10 tahun lalu. Saat ini ada 70 universitas yang membuka khusus jurusan game development. Para mahasiswa peminat game/ anime di Korsel bisa memilih salah satu konsentrasi; game planner, game programmer, atau desain grafis.

Para mahasiswa game/ anime Korsel juga tidak mengenal istilah skripsi. Tugas akhir mereka adalah membuat game atau program anime secara berkelompok. Setiap tahun sedikitnya ada 10% mahasiswa jurusan ini yang dinyatakan tidak lulus.

Hingga kini korsel memiliki sekitar 3000 perusahaan game/ anime (developer), dengan didukung sekitar 25 ribu pekerja dan profesional. Diantara perusahaan tersebut memang hanya sekitar 80 perusahaan saja yang dinyatakan sehat. Namun yang hebat mereka tidak ada yang mau dinyatakan pailit. Para technopreuneur ini lebih memilih menunggu untuk dimerger (diambil perusahaan besar) atau bersabar untuk menunggu bisnisnya bisa berjalan mulus. Kendati tidak ada jaminan bisa diraih dalam waktu singkat.

Salah satu temuan yang menarik dan mengagetkan, menurut Pak Dimitri adalah tentang jumlah SDM yang terlibat. Semula ia memperkirakan untuk membuat produk animasi sehalus disney dibutuhkan pekerja antara 30-100 orang. Namun di Korea produk semacam itu bisa dikerjakan hanya oleh 4 orang.

 

Pusat pengembangan game dan anime di Korsel saat ini tersebar di tiga wilayah; Seoul, Gwangju, dan Busan. Bahkan income utama Seoul yang sebelumnya tertinggal jauh di bawah Gwangju kini mampu menggeser Busan yang notabene merupakan tempat raksasa negeri ginseng macam LG dan Samsung berada.

Pembicara lainnya pada acara kemarin adalah Zaki Akhmad. Ia mempresentasikan tentang “Panduan Penelitian Open Source Software, lalu ada Anton dari ITB yang mempresentasikan hasil penelitiannya tentang “Virtual Office

Pada sesi terakhir ada Pak Jhony yang memandu brainstorming tentang “fiber optic” Jakarta-Bandung.

Cerita terkait juga bisa dilihat di blognya pak Budi, dan Yan

 

Komentar»

1. Rully - November 10, 2007

pertamax!
selagi hangat … selagi hangat.
duh, bisa poho kieu. lebar euy eta sate.:mrgreen:

@ Rully: yang hangat yang hangat satu lagi, hehe. Wueh padahal sate anggrek mang, pedo tah rasana, cudem pisan lah

2. roisz - November 10, 2007

Terima kasih pada panitia atas
Moccacino, Lemon Tea, dan Cafe Latte dalam bentuk sachet yang kebetulan saya bawa pulang atas Rekomendasi Professor Hunain😀

@ roisz: teu beja-beja euy, ternyata bisa dibawa pulang nyak😀

3. pudakonline - November 10, 2007

Nampaknya dunia IT masih memegang peranan ya mas?
salam kenal

@ pudakonline: salam kenal kembali, trims sudah mampir🙂

4. kurtubi - November 11, 2007

duuh iyaa yaa, jika diamati, negara lain begitu antusias membela para kreator untuk memajukan negaranya.. Tidak heran Chna sebelum bangkit membuat jalan-jalan bagus hingga ke daerah2. sementara negara India (kota bangalore) membebaskan pajak dan dukungan pemerintah yang luar biasa.

Korea pun sangat sayang sekali kepada para pemudanya..
sekarang giliran negara kita… SUMPAH PEMUDA PUN “dikorupsi” alias tidak diakui sehingga anak-anak muda kreator itu pada pindah keluar negeri…

@ Kurtubi: begitulah kondisi negara bapak😀 dan negara saya juga, hehe

5. Yari NK - November 11, 2007

Saya mendengar bahwa Malaysia adalah negara pertama di dunia yang mengeluarkan paspor berteknologi biometrik. Moso kita kalah nih???

**hati jadi panas, kepala dijaga tetap dingin**:mrgreen:

@ Yari NK: soalnya kalau kepala ikut panas jadi demam pak, hehe

6. mochkurniawan - November 12, 2007

salam kenal

tgl 20-22 ada kipnas LIPI di mercure hotel. Prof Abdul Kalam, scientist India dan mantan President India akan datang. mungkin tertarik..

iwan

@ Iwan: salam kenal kembali. Terima kasih informasinya, mas🙂

7. almascatie - November 13, 2007

semu bersemangat untuk mengejar keunggulan masing2
kita mengejar dari belakang aja ah.. ga usah maju tapi cukup dibelakang pas aja 😆

@ almascatie: minimal internet untuk masyarakat bisa gratis dulu saja, ya bang😀

8. Donny Reza - November 13, 2007

btw, saya yang duduk di depan pak Budi waktu itu🙂 salam kenal😉

@ Donny Reza: salam kenal juga, mas. waktu itu saya duduk di belakang, keasyikkan makan sate, hehe

9. Dewi - November 22, 2007

Saya ada rencana akan menyekolahkan anak saya ke india untuk mendalami IT khususnya belajar tentang multimedia. Kemana saya dapat informasi mengenai universitas dan kehidupan di india? Bisa bantu saya? Anak saya sekarang kelas 2 SMU jadi tinggal 3 semester lagi tamat sma. Tks

@ Dewi: Coba ibu kontak lewat form pertanyaan yang ada di http://www.bhtv.or.id, mudah-mudahan ada yang bisa membantu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: