jump to navigation

Mengenalkan Anak Kepada Alam Januari 17, 2008

Posted by indra kh in Jalan-jalan, keluarga, Lembang.
trackback

Mencari ruang bermain bagi anak-anak di kota pada masa kini adalah bukan hal yang mudah. Pasalnya banyak tanah lapang yang sudah beralih fungsi menjadi pemukiman atau pun menjadi sentra bisnis. Para orang tua akhirnya lebih banyak menjadikan Mal atau pertokoan sebagai wahana bermain atau tempat rekreasi bagi anak-anak. Tidak salah memang, hanya saja menurut saya jika porsinya terlalu berlebihan dikhawatirkan sang anak akan cenderung menjadi lebih konsumtif pada masa mendatang.

“Rekreasi di hutan, memberikan tantangan tersendiri bagi anak (indrakh)”

Sebenarnya masih banyak tempat rekreasi yang murah namun menarik. Salah satunya jalan-jalan ke area terbuka atau hutan yang masih tersisa di pinggiran-pinggiran kota. Selain bisa mengenalkan anak kepada alam agar muncul sifat empati kepada lingkungannya, berekreasi ke tempat seperti itu juga bisa menjadi wahana belajar bagi anak-anak. Sejak dini sang bocah sudah mulai dikenalkan dengan berbagai elemen-elemen lingkungan seperti air, tanah, tumbuhan, bermacam-macam satwa (misalnya dari jenis serangga, burung, dll).

Hal lainnya yang mungkin bisa didapat dengan mengajak anak-anak berekreasi ke alam terbuka adalah kita bisa menanamkan sisi relijius pada anak. Dengan mengenalkan berbagai unsur di alam kepada anak dia pun akan lebih mengenal kepada Allah SWT, Pencipta alam ini.

“Salah satu sudut Bumi Perkemahan Cikole, Lembang (indrakh)”

Anda semua mungkin sudah mengenal tempat rekreasi alam terbuka di daerah masing-masing. Semoga saja masih banyak tersedia. Namun sebagai contoh saja, di pinggiran kota Bandung atau tepatnya di Lembang, salah satu tempat yang menarik untuk Anda kunjungi bersama anak-anak adalah Bumi perkemahan Cikole. Wana wisata yang dikelola oleh Perum Perhutani ini terletak sekitar 30 km dari Kota Bandung, tepatnya di Jalan Raya Lembang -Subang. Kawasan seluas 10 hektar yang diresmikan pada 2 Agustus 1980 ini banyak didominasi oleh pohon-pohon pinus, dan kaliandra.

“Pintu masuk bumi perkemahan Cikole yang berseberangan dengan pintu masuk Gunung Tangkuban Parahu (indrakh)”

Bumi perkemahan Cikole atau sering juga disebut Cikole Endah tak hanya menawarkan tempat yang cocok untuk berkemah, namun di tempat tersebut tersedia juga arena untuk outbond training, jungle kids, jogging track dan lain-lain. Namun demikian jika Anda berkunjung ke tempat yang terletak di ketinggian 1300 dpal ini jangan kaget jika menyentuh airnya. Sangat dingin. Apalagi pada pagi hari. Sarana pendukung seperti MCK, mushola juga ada. Meskipun berada pada kondisi minimal. Ya, namanya juga di hutan.

Hanya saja pada kunjungan saya beberapa waktu lalu cukup sedih juga karena kondisi hutan di sekitar Cikole saat ini tidak serimbun dulu. Banyak pohon-pohon yang hilang ditebang penduduk sekitar.

Untuk menjangkau lokasi ini tidaklah sulit. Jika Anda datang dari arah Bandung ikuti saja terus jalan menuju Lembang – Tangkuban Parahu. Ketika sampai di depan pintu gerbang bawah (pintu selatan) menuju Gunung Tangkuban Parahu Anda tinggal menyeberang ke arah Timur. Di sana terpampang jelas pintu gerbang menuju Bumi Perkemahan Cikole.

Harga tiket masuk ke tempat ini masih murah, di bawah Rp. 10.000/ orang. Hanya saja ketika saya jalan-jalan ke sana dua pekan lalu tidak ada yang menjaga di pintu gerbang masuk. Mungkin karena masih pagi (sekitar pukul 06.00 WIB), jadi masih gratis. 🙂

Oke, jika Anda kebingungan mencari tempat rekreasi untuk anak-anak semoga jalan-jalan ke hutan bisa menjadi pilihan alternatif.

Komentar»

1. Rayyan Sugangga - Januari 17, 2008

Hmm … Lokasinya masih asri dan segar. Paling asyik memang ke tempat-tempat seperti ini. Alam terbuka …

Jadi pengen kesana. Naik sedikit mas, ke Sari Ater, mandi air belerang. Mantap🙂

2. peyek - Januari 17, 2008

weh..kalo di Bandung masih banyak tempat-tempat seperti itu ya mas, enak, lah di tempat saya… wah jangan berharap deh mas, gersang dan panas

3. roisz - Januari 17, 2008

bayar ke saya aja lah😀

4. Iffata - Januari 17, 2008

Wah… *speechless abis liat gambar di header & foto yang kedua: father & daughter*

5. roffi moneymaker - Januari 17, 2008

ah.. kembali ke alam memang segar sekali.. ngan eta istri narik na ka arah mall wae yeuh.. kumaha atuh da..

@ roffi: uih ti leuweung nembe ka Mal, hehe

6. Praditya - Januari 17, 2008

Waduh, saya blom punya anak mas??
Gmana nih.. Musti bikin dulu??😆

@ Adit: bikin boleh tapi nikah dulu, hehehe

7. Yari NK - Januari 18, 2008

Yah…. betul sekali pak Indra, mengenalkan alam kepada anak sedini mungkin, dan juga kalau bisa memberikan penjelasan2 yang ringan kepada si anak mengenai alam. Yang bagusnya sih juga memperkenalkan juga sedikit demi sedikit flora dan fauna yang ada di alam sehingga diharapkan kelak si anak bisa mencintai lingkungan alamnya.

8. gempur - Januari 18, 2008

Ahai.. saya kemarin minggu ngajak anak saya jalan2 ke Batu daerah Malang.. main2 sepuasnya di alam.. menyenangkan pak! tapi capek juga.. hahahahaha…

@ gempur: sudah lama saya pengen jalan-jalan ke Malang, belum kesampaian juga nih😦

9. awan sundiawan - Januari 18, 2008

wow keren pemandangananya. Salam kenal

@ awan: salam kenal kembali

10. Hair - Januari 18, 2008

Saya rasa ini tips gak cuma untuk anak doank dech, tapi kita2 yang udah tua juga boleh “mengamalkan” tips ini

11. andri - Januari 19, 2008

“alhamdlh- anak mu kelihatanya dh bisa jalan ya pak?? tul pak..kalo balita diajak ke alam nanti dia dh “gedhe”juga mencintai alamnya..tentu juga ortu yang ngajak akan dicintainya.. ‘ya’.. “apalagi di Cikole.. itu kenangan terindah dalam hidupku pak..dari sanlat hingga outbond nya..”Pencerahan hidup” aqu dapatkan di tempat itu..”tahnks boss tulisann ini oke banget dech…”

12. ridu - Januari 19, 2008

Pemandangan bagus didukung kamera yang bagus menghasilkan gambar yang bagus untuk mengabadikan semua kegiatan bagus bersama anak yang bagus..🙂

@ RIDU: didukung komen yang bagus pula, hehe. Salam kenal

13. Rully - Januari 19, 2008

Para orang tua akhirnya lebih banyak menjadikan Mal atau pertokoan sebagai wahana bermain atau tempat rekreasi bagi anak-anak.

wah … no komeng ah.:mrgreen:

@ Rully: ngarasa nyak😀

14. za - Januari 19, 2008

Orang bilang, Mall adalah situs kebudayaan orang modern:)) Foto kedua, emang itu Mang Indra?😛

Kalau malas pergi jauh, bisa ke Taman Lalu Lintas, sebagai alternatif. Atau Taman Cilaki, Taman Ganesha.

@ za: yoi jek sudah lama gak ke taman lalu lintas. Kapan2 ngajak anak ke sana ah

15. kangguru - Januari 21, 2008

Subhanallah meni sagala endah kang

16. kutamaneuh - Januari 21, 2008

Wah abdimah ti kampung kang, janten kumaha nya, Pami hoyong ameng ka leuweung atanapi ka sawah teh kantun ka pengkereun bumi. He he …..:D

@ kutamaneuh: akang mah anu aneh teh ka kota justru nyak😀

17. realylife - Januari 26, 2008

iya bener banget , secara sekarang ini nyari tanah lapang yang nyaman susah banget , kebanyakan udah di ganti ama gedung – gedung bertingkat .
walah – walah
jadi kepengen mengundang buat baca tulisan ini
makasih
http://realylife.wordpress.com/2008/01/13/pulang/

18. Lintasberita - Januari 27, 2008

Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah. Salam!

http://www.lintasberita.com/Lokal/Mengenalkan_Anak_Kepada_Alam/

19. bodrox - Februari 7, 2008

wow, asyiy banget keliatannya. enak ya, kalau punya keluarga ntar, ku ajak kamping aja dah daripada ke mall.

20. titah - Februari 22, 2008

gara-gara setiap libur sekolah selalu berlibur ke rumah embahnya di desa, anak saya pengen menyulap rumahnya di surabaya jadi hutan, setiap makan buah-buahan bijinya dibuang di halaman, dan setiap tunas yang tumbuh di halaman (rumput sekali pun) enggak boleh dicabut. repot jadinya. cita-citanya asyik juga… menjadi petani!

@ titah: Waah kreatif sekali anaknya. Saat ini sudah jarang saya sudah jarang mendengar anak yang mau menjadi petani

21. Arena Bermain Anak « R. Ardiansyah Natakusumah - Februari 26, 2008

[…] Indra mungkin bilang: “mol deui, kape deui”. Lain waktu, kayaknya harus coba mengenalkan anak pada alam. […]

22. Joko - April 28, 2008

Kurang komplit situs anda, harusnya ada daftar penginapan/hotel/losmen wisma beserta taripnya dan fasilitas. Dan ini akan membantu pengunjung situs web anda, dan iklan pasti masuk. Tolong deh

23. Gojin - Oktober 5, 2008

Halo, mudah2an sudah kenal sama MrCamp ya, kalau belum salam kenal dulu dari Kami “MrCamp” merentalkan tenda/ tenda dome dan alat-alat camping/ berkemah seperti sleeping bag, matras spon, dll. Kami ada di tapos ciawi bogor 0251 2795249, 0251 910 8201, gojin 08151 9696749. Untuk lebih jelas / lengkapnya klik aja website kami di http://www.mrcamp.net atau http://www.tendaku.net

Mudah2an informasi ini bermanfaat buat kita semua ya guna memperlancar kegiatan/ aktivitas di alam terbuka

thx

24. rinaldi - Agustus 17, 2010

AKU JADI KEPENGEN PULANG KE LEMBANG EUY……….URANG CAMPING JEUNG BARUDAK JAGIR BEWAK

IYUZ - September 29, 2010

MEMANG BUPER CIKOLE TIDAK ADA DUANYA DI BANDUNG, PINGIN NGILANGIN STESS DATANGLAH KE BUPER CIKOLE, SEKARANG ADA TAMBAHAN PERMAINAN LAGI,…..ITU PERMAINAN KAYA TARSAN , LONCAT DARI P[OHON KR POHON…………..WAH POKOKNYA SERU DEH………………..

25. moch.taufik.n - Mei 24, 2011

hmmmm..BUPER.. jd ingat masa – masa SMU dulu pas ikutan GP_PALA di SMUN 1 lEMBANG

26. john - Juli 1, 2011

Salam,

Bapak/ Ibu …

bagi yang bisa bantu saya, saya mendapatkan list harga cikole, maupun dari tempat penginapannya, paket untuk makanan nya, dll.

terima kasih
john

27. Strawbery Walk, Wisata Strawbery Petik Sendiri | Indra KH - Januari 4, 2013

[…] Bumi Perkemahan Cikole […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: