jump to navigation

Ketupat dan Bunga di Hari Raya Oktober 13, 2008

Posted by indra kh in Bandung, food and drink, hidup, Jalan-jalan, lebaran, Lembang, pasar, ramadhan, serbaneka, travel and places.
Tags: , , , ,
trackback

Hampir dua pekan sudah lebaran terlewati namun nuansanya masih terasa hingga kini. Jadi tidak ada salahnya jika pernak pernik bertema hari raya saya angkat kali ini.

Kehadiran ketupat selalu jadi primadona saat hari raya di hampir seluruh pelosok nusantara. Yang membedakan antara daerah satu dengan daerah lainnya biasanya adalah kuah pendampingnya. Ada yang memilih opor ayam, gulai kambing, atau sayur nangka, lalu ada juga yang lebih memilih sayur kari, dan bahkan sayur lodeh. Semuanya dipilih tergantung selera dan kebiasaan daerah masing-masing.

Ketupat, unik dan menarik – Indra KH  From Pernak-pernik

Berbicara tentang ketupat, bagi saya selalu ada hal yang menarik dan unik. Menjelang lebaran tiba pemandangan muka setiap pasar saya amati nyaris sama: dipenuhi tukang cangkang ketupat yang menggelar dagangannya di pintu masuk pasar. Sebagian besar mereka adalah penjual musiman yang memilih berdagang cangkang ketupat setiap menjelang hari raya. Dari hasil pengamatan saya di sejumlah pasar di Bandung dan Lembang, harga seikat cangkang ketupat (biasanya berisi 10 buah) pada musim lebaran kemarin berada pada kisaran 3000 – 4000 rupiah. Jika Anda berminat membeli cangkang yang belum dirangkai tentu saja bisa lebih murah, yakni sekitar 1500 – 2000 rupiah seikatnya.

Nah ini yang menarik, bila sebelumnya kami lebih memilih membeli cangkang ketupat yang sudah jadi, namun sekira 3 tahun lalu kami jadi senang membeli bahan ketupat yang belum dirangkai. Sebenarnya menambah pekerjaan, tapi tantangan merangkai ketupat ternyata menjadi pengalaman yang mengasyikkan. Tak mudah memang. Saya masih ingat, pertama kali belajar sehari hanya bisa beberapa buah. Untung ada anggota keluarga lain yang sudah mahir. Kalau bergantung kepada saya mungkin tak jadi makan ketupat di hari lebaran. J

Nah Anda bagaimana memilih membeli cangkat ketupat yang sudah jadi atau lebih tertantang untuk merangkai sendiri?

***

Selain ketupat pemandangan unik lain menjelang hari raya adalah menjamurnya pedagang bunga. Entah siapa yang memulai kebiasaan ini. Namun kehadiran para penjual bunga dadakan di berbagai pelosok kota sungguh telah mewarnai penyambutan masyarakat yang tengah menantikan datangnya hari fitri.

Pedagang dan pembeli bunga di Pasar Sederhana Bandung – DK From Profesi

Biasanya lokasi para penjual bunga ini menempati lapak-lapak yang sebelumnya ditempati para penjual cangkang ketupat pada pagi atau siang hari.

Beraneka bunga dijajakan para pedagang ini, namun biasanya yang paling laris adalah bunga sedap malam dan bunga mawar. Pada lebaran kali ini yang saya amati di kota Bandung setangkai bunga dijual dengan harga 5000 rupiah. Cukup mahal juga. Namun toh meski begitu peminatnya tetap banyak.

***

Ya, Ramadhan dan Idul Fitri memang membawa keberkahan, pada sisi rejeki salah satunya. Senang rasanya menyaksikan para pedagang kecil yang menjadi penduduk negeri ini bisa ceria karena meraup untung lebih banyak menjelang hari raya untuk kegembiraan keluarga mereka. Meskipun berjualan ketupat dan bunga hanya mereka lakukan secara musiman.

Selamat hari Raya Idul Fitri untuk semua kawan-kawan pembaca. Mohon maaf lahir dan bathin. Taqabbalallahu Minna Waminkum Shiyamana Wa Shiyamakum. “Semoga Allah SWT menerima ibadah shaum kita,” amin.

Komentar»

1. edratna - Oktober 13, 2008

Mohon maaf lahir dan batin atas segala komentar yang kurang berkenan di hati.

Setelah tinggal di Jakarta, Lebaran memang menjadi akrab dengan ketupat, namun kalau di kampung, Lebaran ketupat baru muncul setelah seminggu Lebaran (dinamakan juga Lebaran kecil), yaitu saat orang sudah selesai menunaikan puasa Syawal.
Di kampung, bertepatan dengan hari Idul Fitri, selamatan berupa nasi uduk (tapi tak berwarna kuning), dengan lauk pauk seperti ayam, sambal goreng ati dsb nya…dan tak lupa adalah apem.

2. Rully - Oktober 14, 2008

wah, nasi uduk memang oye. oks bangget lah.:mrgreen:

3. Donny Reza - Oktober 15, 2008

Buat saya mah, yang penting isi ketupatnya … biarin aja bungkusnya mau bikin atau beli juga :))

4. hanggadamai - Oktober 16, 2008

mohon maaf lahir batin ya..
wah diriku tidak bisa menikmati ketupat karena lambung ini kumat..

5. andri - Oktober 21, 2008

Ya, ketupat identik dengan lebaran, kemarn di rumahku juga kupatan, plus walo telat tetep saling maaf-maafan ya.

6. indra1082 - Oktober 29, 2008

Masih punya ketupat bro?? hehehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: