jump to navigation

Ngabuburit September 8, 2009

Posted by indra kh in culture, hidup, Islam, ramadhan, serbaneka.
Tags: ,
trackback

Suasana petang di Bulan Ramadhan biasanya cenderung ramai dibandingkan bulan lainnya. Waktu Maghrib menjadi momen yang paling dinanti banyak orang. Alun-alun kota, masjid raya,  pusat belanja dan berbagai area terbuka  mendadak lebih ramai oleh aktivitas orang-orang yang ingin mengisi waktu menunggu senja di bulan puasa. Kegiatan semacam itu dikenal juga dengan istilah “ngabuburit.”

"Menyimak ceramah sore di Masjid Raya Bandung, sambil ngabuburit (dok/indrakh)

"Menyimak ceramah sore di Masjid Raya Bandung, sambil ngabuburit (dok/indrakh)

Kata ngabuburit sendiri sebenarnya berasal dari Bahasa Sunda. Dalam Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan Lembaga Basa dan Sastra Sunda (LBSS) disebutkan bahwa ngabuburit adalah “ngalantung ngadagoan burit,” yang artinya kurang lebih bersantai-santai sambil menunggu waktu sore. Dugaan saya, istilah tersebut menjadi terkenal di Indonesia karena peranan orang-orang Sunda di Ibukota yang turut mempopulerkannya, yang kemudian diikuti oleh media.

Beragam aktivitas dilakukan orang dalam rangka ngabuburit, dari mulai datang ke pengajian, mengikuti pesantren kilat, berbelanja atau pun sekedar berjalan-jalan sore. Meskipun ngabuburit lebih identik dengan bulan puasa, namun kegiatan yang dilakukan ternyata tak selamanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan. Mendatangi pusat keramaian seperti pasar dadakan atau bazaar di area terbuka masih menjadi favorit banyak orang.

"Kepadatan lalu lintas sore hari bulan puasa di sekitar Aun-Alun Bandung (dok/indrakh)"

"Kepadatan lalu lintas sore hari di bulan puasa di sekitar Aun-Alun Bandung (dok/indrakh)"

Ngabuburit milik semua kalangan, dari mulai bocah, belia, kaum muda hingga orang tua. Membahas tentang ngabuburit saya jadi teringat pengalaman kecil saya. Waktu itu bila Adzan Ashar sudah terdengar berkumandang, itu artinya tibalah saatnya saya dan teman-teman untuk berangkat ke masjid/madrasah untuk mengaji. Khusus bulan puasa jadwal mengaji kami memang diubah bila biasanya dilaksanakan seusai Maghrib menjadi Ba’da Ashar. “Itung-itung ngabuburit,” ujar guru kami waktu itu. Bila pada hari biasa kami diajarkan tentang cara membaca Al Quran, akhlaq,  aqidah, dan yang sejenisnya, namun selama bulan Ramadhan guru kami secara khusus menceritakan sejarah perjuangan Islam. Aneka kisah tarikh ini menjadi sesuatu yang saya sukai saat itu.

Zaman terus berubah, dan kebiasaan ngabuburit pun kian banyak macamnya. Tantangan bocah masa kini pun bisa dibilang lebih sulit dibandingkan pada masa kami. Tak bisa disamakan. Sebagai contoh saja  dulu itu hanya ada satu stasiun televisi yakni TVRI, sehingga daya tarik untuk menonton televisi tak seperti sekarang yang banyak sekali pilihannya. Dulu juga belum ada permainan play station yang bisa menahan banyak anak untuk berlama-lama di depan layar. Kalau pun ada permainan yang marak di bulan puasa mungkin layang-layang, adu kelereng atau adu gambar.  Salah satu tradisi yang masih bertahan hingga saat ini adalah maraknya petasan dan kembang api. Di tempat Anda mungkin lain lagi kebiasaannya.

Lalu sejak kapan kebiasaan ngabuburit mulai dilakukan orang? Saya sendiri tidak tahu pasti, mungkin diantara Anda ada yang tahu asal usulnya? Dugaan saya sih muncul begitu saja sebagai kegiatan pengisi waktu untuk menunggu waktu berbuka.

Ngabuburit sah-sah saja dilakukan namun alangkah lebih baik jika bisa memilih kegiatan yang tidak akan mengurangi pahala puasa. Justru sebaliknya semoga bisa memilih kegiatan yang bisa menambah kebaikan dan pahala kita di bulan suci ini. Bagaimana, berminat ngabuburit sore ini? Atau Anda punya pengalaman unik tentang ngabuburit, silahkan berbagi di sini.

Komentar»

1. za - September 9, 2009

Jalan-jalan ke Masjid Agung, ngajak Zahra gak Mang Indra?😉 Saya kalau di Jakarta mah, kalau hari kerja, pengennya buru-buru sampai rumah saja.

Di akhir pekan baru, kalau sedang niat, ngabuburit ke mesjid yang agak besar, di tengah kota. Kemarin sempat sekeluarga (agak besar) ke Masjid Al Azhar.

2. nengthree - September 9, 2009

Ngabuburit dirumah saja kang indra..
liatin ibu Masak..

3. oRiDo™ - September 9, 2009

wah..
ramainya alun2 kota bandung…
tidak ada yang berubah..🙂

kangen euy suasana bandung…😐

4. ABDUL AZIZ - September 9, 2009

Assalamu’alaikum,

Terima kasih sudah rurumpaheun ka rorompok. Ngabuurit-nya bagus sekali. Saya jadi terkenang ke tahun 60-an ketika saya masih di SD dan SMP, hampir setiap sore ngabuburit.

Tulisan-tulisan lainnya pun sangat menarik.

Salam dari Cianjur buat keluarga.

5. aRuL - September 9, 2009

ngabuburit sudah jadi istilah nasional…
tadi sy ngabuburit sambil baca buku di gramed😀

6. pakde - September 9, 2009

“Ngalantung ngadagoan burit”…aha kata2 yang tepat mones pisan uy…mantab.!
Itu yang tidur di photo pertama, sikang indra bukan? ngagogoler wae atuh…Aneh ya…koq mesjid dijadikan tempat tidur kang?

Disini ngabuburit sebagian waega terjebak macet. karena setiap perempatan jalan bisa dipastikan menemukan pasar dadakn, namanya pasar beduk. yang dijual kalau di sukabumi mah segala jenis pakaian yang murah meriah, tapi kalau di sini lebih di dominasi oleh makanan yang setiap meja jenisnya samaaaaaa semoa… gorengan deui gorengan deui…

Anehnya pasar beduk ini sangat khas kemunculannya. Ini moment ngabuburit dari Jambi kang. kapan mau ngabuburit ke Jambi???

7. peyek - September 10, 2009

Ngabuburit sepertinya sudah jadi milik nasional, ditempat saya saja mereka menyebutnya ngabuburit.
Hm… mmengingat kembali masa kecil saat Ramadhan memang banyak hal yang akan kita rindukan, terasa ada sebagian besar suasana ramadhan tertinggal dimasa kecil mas

8. enggar - September 10, 2009

ngabuburit di rumah aja kalo hari kerja. kang Indra tahu nggak tempat favorit orang Jakarta buat ngabuburit? jangan mall loh ya, bosen🙂

9. kips - September 11, 2009

Assalamualaikum Wr Wb.
Uraian dan tradisi dari ngabuburit kurang-lebihnya sama. Waktu kecil pernah jg diajak keliling ketempat saudara yg jarak rumahnya tidak begitu jauh tetapi dekat pun tidak. Postingan yang menarik, sip.

10. indra kh - September 11, 2009

Za, sendiri aja Zak, biasanya sambil mampir saja tidak disengaja berkunjung ke situ. Suasana Masjid selalu menenangkan.

Tri, heuheu liatin ibu masak atau n3 yang masak

Pakde, abadi moto bari ngagoler eta teh, haha

Cak Peyek, wealah di Gresik juga dikenalnya ngabuburit

Mbak Enggar, naah kalau di Jakarta gak tau tuh dimana biasanya orang2 ngabuburit. Saya sendiri biasanya ngabuburit di kantor saja

Pak KIP, Waalaikumussalam Wr Wb. Terima kasih pak, salam kenal.

11. indra kh - September 11, 2009

Kang Orido, masih tetep rame, iraha atuh ka Bandung deui, kang?

Pak Abdul Aziz, sami-sami pak, salam pangwanoh ah ti abdi.

Bang Arul, wah sudah lintas pulau juga istilah ngabuburit ini

12. sawali tuhusetya - September 11, 2009

wah, tradisi ngabuburit seperti ini agaknya beda2 di setiap daerah, mas indra, kalau di kampung halaman saya, saat nunggu buka puasa, biasanya diisi dengan main sepeda sampai jauh hingga pas pulang kembali pas kentong maghrib.

13. edratna - September 13, 2009

Kalau mau buka, Mal rame banget, juga jalan-jalan.
Tradisi ngabuburit ini juga ada dikampungku, di Jawa Timur, cuma jaman dulu kita malah berolah raga menunggu berbuka, seperti pertandingan gobak sodor, kasti dsb nya

14. adipati kademangan - September 17, 2009

ngabuburit yang paling aneh malah yang sering dicari. Bahkan penyelenggara sedang memikirkan bagaimana menampilkan acara ngabuburit agar mendatangkan pengunjung yang banyak.

15. balisugar.com - September 20, 2009

Bersilaturahmi kepada semua teman-teman

Minal Aidin Wal Faizin Mohon maaf lahir bathin

16. kips - September 23, 2009

Taqobalallahu minna wa minkum, Syiamana wa syiamakum, Minal aidin wal faidzin.
Mohon maaf lahir dan bathin.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.

Mohon dimaklum agak sedikit telat, semoga tidak mengurangi maknanya, amin. Salam hangat.

17. doelsoehono - September 29, 2009

salam .. minal aidin walfaidin mohon maaf lahir bathin

baru sekarang mulai jalan 0 jalan

18. irvan - Maret 13, 2010

tapi kalau ada ngabuburit suasana jadi rame ya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: