jump to navigation

Dilema Pasar Kaget Januari 12, 2011

Posted by indra kh in culture, pasar, serbaneka, sosial.
Tags: , , ,
trackback

Pasar kaget di negeri ini biasanya muncul di tempat-tempat kerumunan orang yang berolahraga atau jalan kaki di Minggu pagi, seperti alun-alun kota, tanah lapang, atau jalan-jalan yang digunakan untuk program car free day.  Awalnya mungkin hanya penjual makanan saja yang berjualan di tempat-tempat kerumunan semacam ini, namun lambat laun pedagang berbagai macam jenis barang lainnya pun akan ikut nangkring juga untuk mengadu untung.

Pasar kaget di jalan menuju Sesko AU, Lembang (dok - indrakh)

Keberadaan pasar kaget ini memang dilematis. Di satu sisi menguntungkan untuk pertumbuhan ekonomi rakyat, dan memberikan alternatif tempat berbelanja murah bagi masyarakat, namun di sisi lain keberadaannya kerap menjadi biang kerok kemacetan dan membuat kotor kota. Pasalnya usai pasar beroperasi saya amati sampah sering dibiarkan menumpuk atau mengotori jalan begitu saja oleh para pedagang dadakan ini.

Pasar kaget memang unik. Segala jenis barang dan makanan dijajakan di sana. Dari mulai gunting kuku, peniti, gantungan gordyn, bantal-guling sampai sepeda motor ada. Dari mulai cakue mini, warung makan lesehan hingga pizza bisa ditemui di tempat keramaian semacam ini.

Berbelanja di pasar kaget memang bak berbelanja dengan konsep one stop shopping, sekali berbelanja dua tiga barang/makanan akan terlampaui. Apalagi jika Anda mahir menawar harga, niscaya akan banyak barang yang bisa dibawa pulang. Hanya masalah kualitas barang biasanya jadi nomor kesekian.

Penjual awug beras dan ikan di pasar kaget (dok - indrakh)

Namun keberadaan pasar kaget ini ternyata banyak merugikan juga. Apalagi jika berada di jalur jalan utama sebuah kota, seperti di Gasibu Bandung. Kemacetan yang disebabkan oleh pasar pekanan yang mulai ada sejak tahun 2000 ini saya amati semakin ke sini semakin parah saja, karena pedagang yang berjualan di tempat itu terus bertambah.

Belakangan ini jika akan bepergian ke arah Timur atau Selatan Bandung pada Hari Minggu, saya pun jadi enggan untuk lewat ke sana. Terpaksa harus memilih jalan lain yang memutar lebih jauh, tapi itu masih lebih baik ketimbang kendaraan terjebak di rimba pedagang Gasibu.

Kemacetan akibat pasar kaget (dok - indrakh)

Saya meyakini Pemerintah Kota plus Kepolisian pun dibuat pusing untuk mengatasi hal ini. Jika yang dilakukan adalah penertiban ala Satpol PP tentu akan lebih banyak mudharatnya. Relokasi? Bukan pilihan yang mudah juga. Para pedagang pasti tidak akan mau jika direlokasi ke tempat yang tidak strategis dan diyakini akan didatangi banyak pembeli. Di samping itu, mencari lahan yang luas untuk menampung ratusan pedagang juga bukan perkara yang simpel, apalagi di kota besar.

Entahlah apakah masalah pasar kaget ini sudah menimbulkan masalah kompleks yang sama juga di daerah Anda? Atau justru Pemkot di tempat Anda tinggal sudah memiliki solusi yang jitu untuk mengatasinya.

Anda punya opini atau sekedar komentar tentang masalah ini, silahkan berbagi di sini.

Komentar»

1. za - Januari 12, 2011

Pasar Kaget? Waduh, baik pembeli dan penjualnya pada kaget dong😀

Pasar Kaget adalah salah satu bentuk perlawanan ruang publik terhadap hegemoni mereka yang bermodal besar (komentar edisi pecinta ruang publik dan benci kapitalis).

Awug beras tea naon Mang?

2. aswadiwarman - Januari 12, 2011

Pasar Kaget seharusnya dijadikan atraksi pariwisata. Di Semarang tampaknya lebih tertata karena tidak menimbulkan kemacetan seperti di Bandung. Pasar Kaget tertua sebenarnya ada di Mekkah, ya Pasar Ukas itu, tempat Sayyidina Umar r.a. pernah menjadi premannya. Dari sisi romantisisme saya cenderung menyukai keberadaan Pasar Kaget, sebab dari Pasar Kaget Ukas-lah orang-orang Madinah pertamakali mengetahui keberadaan agama Islam yang secara diam-diam diajarkan diantara halaqoh keramaian Pasar. mudah2an Pasar Kaget di Bandung pun demikian. menjadi jalan kebaikan bagi orang banyak.

3. ais ariani - Januari 12, 2011

bener. setuju sama komen di atas saya itu. pasar kaget itu bisa jadi pariwisata,
misalnya aja pasar kaget minggu pagi di daerah kampus saya,
tiap ada temen saya yang dateng dari luar kota, saya ajak ke pasar kaget itu.
macet iyah, rame iyah, panas iyah.. tapi ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.
dan mengamati mereka yang tumpah ruah ke pasar itu, membuat kita berpikir : ini pasar tiap minggu ada loh. kenapa mash rame ajah yah?
seperti laboratorium perilaku raksasa..

4. Sugeng - Januari 12, 2011

Yang jelas pemda harus mempunyai aturan jelas dan tegas untuk masalah ini. Jangan sampai mereka menerapkan standard ganda karena itu akan membuat senjata makan tuan. Kalau tidak boleh yang tetap tidak boleh, kalau boleh harusnya dibuatkan areal yang nyaman dan tidak menganggu lalu lintas jalan yang liwat disana.😎

Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

5. adit-nya niez - Januari 12, 2011

Saya demen sama pasar2 bginian. Biasanya murah dan yg tadinya ga ada d sekitar situ jadi ada…

6. edratna - Januari 12, 2011

Saya pernah jalan-jalan ke pasar kaget Sesko AU ini saat menginap di Lembang. Memang dilema….tapi saya lihat sebetulnya yang laku juga hanya makanan, atau barang-barang kecil. Jika pembeli ingin beli pakaian yang agak awet tetap memilih di toko.

7. morishige - Januari 13, 2011

di kampus saya juga ada pasar kaget setiap minggu. terkenal dengan nama sunmor alias sunday morning. di sana penjual buka lapak baju, warung makanan, dll.. tapi tertib dan tidak begitu mengganggu lalu lintas karena pemilihan lokasinya pas.😀

8. achoey el haris - Januari 13, 2011

kalo di Cibinong tuh di daerah pusat pemerintahan (Pemda)
kalo di Tasik tuh di Dadaha
Pasar kaget😀

9. wiangga0409 - Januari 13, 2011

malah selalu seru kalo belanja di pasar kaget, soalnya barangnya murah-murah🙂

salam kena.🙂

10. farus - Januari 13, 2011

maaf baru berkunjung maklum lagi sibuk nguli
salam kenal dari farus

11. indobrad - Januari 14, 2011

idealnya pasar kaget memang dibarengi dengan car free day agar arus lalu lintas dipastikan tidak mengganggu pejalan kaki dan pedagang. toh hari minggu, warga juga berhak menikmati suasana kota tanpa asap knalpot kan?!

tapi kalau di bandung sih, mungkin udah gak ketolong ya. mending bubarkan saja pasarnya sekalian😀

salam kenal, pak.

susay - April 8, 2012

laen ya kalo orang kaya sombong
yg ngomong…🙂

komentarnya ga membangun.

12. Prima - Januari 15, 2011

Duh, di kampus IPb darmaga juga kalo dah pasar kaget, macet banget, bayangkan, gak usah ada pasar aja macet, gimana ada pasar, wkakakaka…

13. naruto - Januari 21, 2011

wihhh banyak jajanan nya tuh… tp sayang sekali jauh.

14. rumah dijual - Maret 17, 2011

saya suka sekali mampir ke pasar2 sepeti ini,deket dari rumah dan murah2 lagi barangnya.
sampe2 saya hafal jadwal pasar kaget didaerah sekitar rumah saya secara bergiliran.heheheeeee

15. obat herbal darah tinggi - Maret 25, 2011

pasar kaget terbentuk awalnya karena ketidak disiplinan masyarakat yang menjadi pembeli,karena ada pemintaan jadi ketagihan,lama2 menular ke yang lain permintaan malah terus meningkat dan seterusnya,tapi coba kalau semua pembeli disiplin hanya membeli di tempat2 resmi,pasar2 resmi dll,maka permintaan kepada merekapun kurang dan akhirnya tidak dilanjutkan

16. Papua - April 13, 2011

Dibutuhkan kesadaran kita bersama untuk menciptakan suasana yang nyaman di daerah kita masing-masing. Sebaiknya pasar kaget itu dicarikan tempat (tanah lapang), agar tidak menggangu pengguna jalan yang lain.
Bukan di jalanan umum contohnya : di Jl. Juanda Depok dan depan Kantor Pemda Cibinong.
Silahkan berusaha tapi jangan dengan mengorbankan orang lain.

17. giewahyudi - April 13, 2011

Saya beberapa hari kemarin nulis tentang pasar malam di Belanda..
Ada juga pasar gebrak yang ada di Tangsel..

18. usaha sukses - April 16, 2011

Saya suka sama pasar2 bgini. Biasanya murah dan yg tadinya ga ada d sekitar situ jadi ada.. thanks..

19. arsavin666 - April 18, 2011

pasar kaget soal’a banyak orang yang menggantungkan rejeki dari dahulu dr pasar kaget,mudah2an pasar kaget dikelola dengan baik supaya dapet bermanfaat bagi orang bnyak

20. Aom Kris - April 20, 2011

Pasar “kojengkang” di Gazibu bisa jadi objek wisata baru kota Bandung. Kabarnya perputaran uangnya ratusan juta bahkan milyaran setiap minggunya, dan itu nggak masuk ke PAD

21. Rochaksiadi - Mei 9, 2011

Mantap banget artikelnya…
Salam kenal bro Indra……
Musti banyak belajar neeh saya…
Boleh kan ..?

22. sunardi - Mei 19, 2011

gw cuma mau coment blog lo bgs bgt gimana nih bikin blog bisa kayak gini nih

23. johan - Mei 21, 2011

mengaggetkan, rame tapi g tertib, jelas mengganggu pengguna jalan, kasihan

24. Joko Sutarto - Mei 23, 2011

Pasar kaget ternyata ada dimana-mana, ya. Kadang serba salah juga kalau sudah menimbulkan kemacetan dan buat sampah berserakan di jalan. Karena di satu sisi memang bikin kumuh. Mungkin perlu belajar dari walikota Solo yang sukses merelokasi PKL di jalan Slamet Riyadi.

Lama tak mampir kesini. Apa kabar, Mas Indra?

25. agussupri - Mei 26, 2011

pasar kaget yang tidak tertata rapi bikin macet,menyulitkan pengguna jalan

26. agussupri - Juni 1, 2011

hampir di setiap kota terdapat yang namannya pasar kaget,dan selalu mengagetkan dengan permasalahannya,dan sampai sekarangpun tidak terselesaikan

27. abdurroni - Juni 6, 2011

saya suka maen klo ada pasar kaget, abiznya lebih rame dari hari biasanya, trus yang jualan juga bukan cuma dari satu daerah aja.cuma ya itu, kotor sama ga teratur tempat dagangan kadang bikin malez datang.

28. arjunasama - Juni 26, 2011

pasar kaget ada di amsterdam namanya mandagmark setiap hari senini sampai jam 1siang,hari minggu di beverwijk bazaar,
kalau di chiang may thailand pasar kaget sore sampai tengah malam setiaphari .demikian juga kawasan khaosan road bangkok. sudah terkenal keseluruh dunia sebagai dayatarik turisme dan menghasilkan devisa ratusan jutaan dolar.

29. Travel Haji - Juli 1, 2011

memang dilemma,serba slah…satu sisi mereka butuh cari uang, satu sisi lagi banyak orang yg mengeluhkan akibat/dampak dari pasar kaget tsb

30. seo, backlink - Juli 7, 2011

pasar kaget menyimpan sensasi tersendiri yang unik ya mas

31. Travel umrah - Juli 21, 2011

mudah2an pemerintah memprhatikan kebutuhan dari komunitas pasar kaget ini,walau bgaimnapun mreka lebih baik dari hanya skedar minta2 apalagi melakkan yg merugikan orang lain

32. Prudential - Agustus 19, 2011

pasar kaget,pasranya rakyat kecil,tlong bapa2 pejabat lindungi dan perhatikan mereka, walau bgaimnapun juga mereka rakyat anda

33. Travel Umrah - April 14, 2012

Pasar kaget sudah mulai menjamur, mudah2an membantu erekonomian rakyat kecil dan membantu konsumen mendapatkan barang2 murah yang diinginkan

34. umrah haji plus - Juli 17, 2012

Asal tidak mengganggu kemanan dan kenyamanan lingkungan disekitar, menurut saya pasar kaget ga maslah kalau di adain, asal tertib dan tidak merugikan konumen aja


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: