jump to navigation

Menyelamatkan Kenangan Maret 8, 2012

Posted by indra kh in culture, featured, hidup, inspirasi, Jepang, sosial.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Nilai sebuah foto bagi seseorang sulit diprediksi. Bila di mata seseorang sebuah foto dianggap foto biasa-biasa saja, belum tentu orang lain memiliki penilaian yang sama.  Boleh jadi potret tersebut dianggap sangat berharga karena menyimpan sebuah kenangan. Itulah sepertinya yang melatarbelakangi Kuniomi Shibata ketika akan membuat proyek Anata no Omoide Mamori-Tai (menyimpan kenangan) beberapa waktu lalu, yakni sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mengumpulkan foto-foto yang tercecer akibat tsunami yang meluluhlantakan kota Yamamoto, Jepang.

Kenangan yang tersisa (foto diambil dari shineyourlight-shineyourlight.blogspot.com)

Awalnya pada tahun lalu, lewat Google map Shibata sempat termenung ketika melihat sejumlah kota di Jepang yang telah hancur oleh terjangan tsunami. Peninggalan yang masih tersisa adalah foto-foto yang pernah diupload orang-orang ke Internet. Lewat foto-foto tersebut dia menjadi teringat kembali pada kenangan tentang kotanya sebelum tsunami.

Bersama dengan para sukarelawan, pria yang juga seorang profesor di Otsuma Women’s University ini mulai mengoleksi foto-foto yang masih bisa diselamatkan dari reruntuhan yang diperolehnya dari hasil pengumpulan oleh pasukan bela diri Jepang. Para sukarelawan yang terdiri dari para mahasiswa maupun siswa sekolah menengah di Jepang itu dengan hati-hati membersihkan foto-foto yang kotor terkena lumpur atau jamur. Selanjutnya potret-potret tersebut diubah menjadi format digital untuk memudahkan dokumentasi dan agar dapat  mengembalikan lagi kenangan pribadi maupun kenangan masyarakat.

***

Apakah di Indonesia ada yang melakukan hal yang sama pasca bencana? Saya sendiri kurang tahu. Yang pasti sebuah foto bisa memiliki kekuatan, mampu membangkitkan ingatan seseorang akan sesuatu. Bisa menggambarkan peristiwa yang pernah ia lalui bersama orang-orang atau tempat yang ada dalam gambar tersebut, baik itu kenangan yang menggembirakan atau pun memilukan.

Orang mungkin bisa timbul kenangannya ketika melihat foto saat sebelum menikah, sehingga senyam senyum sendiri melihat dirinya atau orang yang kini menjadi suami atau istrinya.

Orang juga bisa tiba-tiba bersedih ketika melihat foto yang menampilkan seseorang yang telah tiada saat ini. Teringat kembali kepada kebaikannya, teringat kembali kepada momen-momen yang pernah dijalani bersamanya.

Seorang ayah atau ibu akan terbangkitkan lagi kenangannya ketika melihat foto-foto anaknya. Tak terasa, sang anak yang dulunya masih ditimang saat ini sudah tumbuh besar, atau sudah berkeluarga. Foto yang dulunya dianggap biasa saja berubah menjadi bernilai karena kenangan yang disimpannya.

Orang senang mengabadikan sebuah peristiwa lewat foto sejak dulu. Yang membedakannya mungkin caranya. Bila dulu orang memotret hanya lewat kamera film, atau polaroid dan dikumpulkannya dalam sebuah album, sedangkan saat ini orang mengoleksinya dalam format digital, dan disimpan di komputer atau Internet.

Kehadiran Picasa, Flickr, Streamzoo, atau media sosial semacam Facebook, Twitter, Google plus, dsb merubah cara orang dalam menyimpan foto. Namun esensinya tetap sama yaitu untuk menyimpan kenangan.

***

Jangan sepelekan sebuah momen yang terekam oleh foto. Boleh jadi saat ini tidak bermakna apa-apa atau hanya jepretan sana-sini, tapi siapa tahu esok lusa ataupun di masa depan nanti foto tersebut menjadi bernilai karena menyimpan sebuah kenangan; kenangan akan seseorang, kenangan akan sebuah tempat, atau kenangan pada sebuah peristiwa.

* Tulisan ini terinspirasi oleh tayangan “Rebuilding Japan” di Discovery Channel Asia.

Komentar»

1. za - Maret 8, 2012

Manusia adalah makhluk yang hidup dengan kenangan.

2. roisz - Maret 8, 2012

“gambar bisa menipu, tapi mata tak kan pernah terpedaya” (kutipan dari film bangkok dangerous)
manusia kemudian ‘merekam’ hasil tangkapan mata, dan merekamnya ke dalam ingatan. kamera, membantu merekamkan agar suatu saat ingatan tersebut bisa terbuka kembali, dan berbagi kenangan bersama orang lain.

3. ambar - Maret 9, 2012

waww bagus …

jangan lupa yach kunjungi web kami http://unsri.ac.id

4. Richi Dellan - Maret 29, 2012

Saya sangat sependapat, esok lusa ataupun di masa depan nanti foto akan menjadi bernilai karena menyimpan sebuah kenangan tersendiri.

Salam,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: