jump to navigation

Kemacetan, Mimpi Buruk di Kota Besar April 2, 2012

Posted by indra kh in serbaneka, transportation.
Tags: , , ,
trackback

Orang-orang yang sedang melakukan perjalanan di ruas jalan tol BeijingTibet pada bulan Agustus 2010 lalu mungkin tidak pernah menyangka kalau mereka bisa terjebak dalam kemacetan hingga 10 hari lamanya. Saking parahnya, dalam satu hari para pengemudi di jalan itu hanya bisa memindahkan mobilnya sejauh 3 km saja. Kemacetan sepanjang 108 km itu disebabkan oleh perbaikan jalan dan adanya lonjakan jumlah truk hingga belasan ribu yang masuk ke jalan tersebut. Peristiwa ini tercatat sebagai salah satu kemacetan terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah.

Kemacetan di rute Paris - Lyon (1980). Foto diambil dari http://egotvonline.com

Beberapa kemacetan terburuk lainnya misalnya yang pernah terjadi di Paris pada 1980. Kemacetan sejauh 180 km yang melibatkan 18 juta mobil ini merupakan kemacetan paling buruk yang tercatat dalam Guinness Book of World Records. Kemacetan di Houston pada tahun 2005 yang terjadi akibat kepanikan datangnya badai Rita juga tercatat sebagai salah satu kemacetan terburuk di dunia.

Di Indonesia, saya sendiri belum menemukan data kapan pernah terjadi peristiwa kemacetan yang terparah. Mungkin bisa dipilih dari peristiwa kemacetan yang sering terjadi setiap arus mudik dan arus balik lebaran, seperti di ruas Jakarta  – Merak, Nagreg, atau di sepanjang pantura.

***

Siapa orangnya yang suka macet? Sebagian besar tentu tidak suka. Namun seiring berjalannya waktu dimana jumlah kendaraan yang terus bertambah dan juga jumlah penduduk yang pindah ke kota besar semakin banyak, kemacetan di kota-kota besar Indonesia sepertinya sulit dielakkan, terutama saat jam berangkat dan pulang kantor/sekolah. Jakarta, Bandung, Surabaya adalah beberapa contoh kota yang mengalami hal tersebut. Macet yang menyita waktu membuat orang-orang mesti menyiapkan waktu yang lebih banyak untuk sebuah perjalanan. 

Banyak hal yang dilakukan orang untuk mengantisipasi dirinya agar tidak terjebak macet, pergi lebih pagi misalnya. Demi terhindar dari kepadatan lalu lintas banyak orang di Jakarta yang rela pergi sehabis shubuh ke kantornya. Banyak orang-orang di Jabodetabek yang sudah pergi dari rumah ke tempat kerjanya sejak pukul 5 pagi, bahkan ada yang memilih mandinya nanti saja di kantor. Bagi yang masih mengantuk, ada juga yang meneruskan tidurnya di mobil sesampainya di kantor. Pulang pun demikian, mereka ini memilih pulang lebih petang atau malam dari orang lain agar tidak lama di perjalanan. Akhirnya mereka ini terpaksa seperti drakula yang takut sinar matahari: “Pergi dan pulang tak melihat mentari.”🙂

Selain memilih pergi dan pulang di waktu yang tidak umum, dalam menyiasati macet sebagian orang lagi memilih rute jalan yang tidak biasa, alias jalan tikus atau jalan alternatif. Pendek kata, tidak mengapa keluar masuk jalan sempit ke pelosok, asal tidak macet menuju ke tujuan. Lebih baik lewat jalan tikus ketimbang mesti parkir lama di jalanan utama. Kalaupun mesti lewat jalan utama para penglaju ini memilih momen yang benar-benar tepat.

jasamargalive.com, salah satu media informasi lalu lintas

Lalu bagaimana orang-orang ini memilih waktu dan jalur yang tepat? Media menjadi salah satu rujukan masyarakat dalam menentukan momen untuk pergi atau pulang. Info lalu lintas maupun informasi perjalanan menjadi sangat penting bagi banyak orang di kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Oleh karena itu jangan heran jika sekarang ini media seolah berlomba-lomba menyajikan informasi lalu lintas terkini.

Info kemacetan ternyata bisa jadi komoditas, bisa dijual. Sebagai contoh untuk televisi ada metro tv, atau tvone. Untuk radio ada Elshinta, Trijaya, Sonora, Mara, PRFM, dsb. Untuk website juga cukup banyak, yang saya tahu misalnya ada macetlagi.com, lewatmana.com, bandung247.com, atau informasi jalan tol jasamargalive.com milik PT Jasa Marga.  gambar maupun video kondisi lalu lintas pada sejumlah jalan utama bisa diakses lewat situs-situs tersebut.

Eranya citizen journalism dimana informasi dihasilkan juga dari hasil partisipasi publik membuat informasi jalan tidak hanya milik media resmi. Informasi terkini juga diakses orang kota lewat media sosial seperti Facebook dan Twitter. Orang bisa bertanya atau berbagi informasi kepada publik tentang kondisi jalan tertentu, apakah ada kemacetan atau tidak?

Kemacetan sudah menjadi momok yang menjengkelkan yang sebisa mungkin ingin dihindari oleh orang kota. Oleh karena itu jangan heran jika di masa kini hingga masa mendatang, prestasi seorang pemimpin daerah salah satunya akan dilihat dari berhasil tidaknya dalam mengatasi kemacetan.

Komentar»

1. akuiniobenk - April 2, 2012

saya beruntung, tinggal di tengah kota bogor dan aktivitas pekerjaan, ke pasar, mall bahkan kuliner umumnya semua sama2 di tengah kota. bersukur jarang menikmati kemacetan.

kecuali dulu iya, kuliah dr Kota Bogor ke kabupaten (darmaga IPB). pernah macet lawan arah, dr sana 4 banjar, dr lawan arah 4 banjar. sama2 ketemu muka angkot. stuck. akhirnya jalan kaki ke kampus

indra kh - April 3, 2012

Kalau masih bisa ditempuh dengan jalan kaki beruntung sekali. Tapi kalau ingat Bogor tetep yang luar biasa bagi saya adalah angkotnya yang banyak sekali🙂

2. za - April 3, 2012

Wah, padahal seru juga tuh ke Tibet. MRT di Beijing, murah sekali lho. Hanya sekitar Rp 4000, tarif yang sama, untuk ke belahan kota Beijing manapun.

indra kh - April 3, 2012

Waduh hampir sama dengan harga busway dong? Hehe. Kapan di Jakarta akan ada MRT ya #cumamimpi

3. muhyasir - April 5, 2012

saya sampai stress karena macet pak.. kalau 10 hari macet, gila saya…

4. yadi - April 9, 2012

itu masuk Guinness Book of World Records. yah hebat,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: