jump to navigation

Sepanjang Jalan Kenangan April 13, 2012

Posted by indra kh in culture, lingkungan, sosial.
Tags: , , , ,
trackback

Jalan warga yang berada di Kampung Nyalindung, Ciumbuleuit ini tentu kalah populer dengan route 66, atau yang lebih dikenal dengan  The Main Street of America. Terlalu jauh bandingannya. Namun nasibnya kurang  lebih sama, kena gusur! Jika route 66 yang merupakan peninggalan tahun 1926 digusur akibat ambisi Presiden AS Dwight Eisenhower yang menginginkan jalan di Amerika bisa sebagus di Jerman, kalau jalan warga di kawasan Punclut ini kena gusur oleh pengembang yang ingin mengubah jalan jadi pemukiman mewah.

Jalan lama yang kini tiada (dok-indrakh)

Route 66 yang legendaris masih lebih beruntung sebenarnya, karena jalan sepanjang 3.940 km ini masih bersisa. Beberapa bagian jalan di Springfield, Missouri, dan Tulsa masih dipelihara dengan baik. Sedangkan jalan warga di Nyalindung ini nasibnya lebih merana, dibuldozer habis untuk pemukiman.

Jalan warga Nyalindung yang berada di kawasan Bandung Utara ini konon sudah ada sejak tahun sejak 1954, dan merupakan hasil jerih payah warga. Memang, meskipun letaknya menjauh dari perkampungan warga Nyalindung pihak pengembang pun sebenarnya sudah menyiapkan jalan baru yang lebih besar, namun warga tetap enggan menerima. Seperti saya kutip dari harian Galamedia, salah seorang warga bernama Atik, warga Kp Nyalindung RT 06 RW 09 Kel. Ciumbuleuit Kec. Cidadap membenarkan hal ini: “Memang ada jalan di bawah untuk penggantian jalan tersebut, tapi kami tak mau, karena itu jalan hasil jerih payah kami untuk pengerasannya.”

***

Kawasan Punclut (termasuk Nyalindung) memang sarat konflik, sarat kepentingan antara kepentingan penyelamatan lingkungan, kepentingan hajat hidup warga setempat maupun kepentingan investasi. Lebih detailnya, sahabat saya Kang Aom Krisdinar pernah menjelaskan dalam tulisan blognya yang berjudul Catatan pinggir : Konflik status lahan punclut

Jalan kenangan warga (dok-indrakh)

Alih fungsi lahan di Punclut memang luar biasa kecepatannya. Pada tahun 2008 lalu masih banyak kawasan terbuka hijau di sana, meskipun mulai mengkhawatirkan, namun sejak 2 tahun terakhir ini kondisinya benar-benar tak terkendali. Larangan pembangunan hanya sebatas slogan yang dipasang di jalan, sedangkan pada prakteknya bangunan-bangunan baru terus bermunculan bak cendawan di musim hujan.

***

Jalan bagi sebuah komunitas warga sebenarnya bukan cuma sebatas penghubung ke lingkungan di luar komunitas tersebut, namun ada jejak yang lebih besar di sana yakni jejak peradaban. Sejak tahun 50-an jalan Nyalindung ini pasti menyimpan banyak kenangan bagi penduduk sekitarnya. Jalan tersebut menjadi jalur utama mereka untuk mencari nafkah: menjual sayuran, atau berdagang. Di pinggir jalan itu, setiap sore warga menyaksikan terbenamnya matahari sambil menikmati pemandangan ke arah cekungan Bandung. Di jalan itu warga masih bisa menggiringkan ternak dombanya ke padang rumput di Punclut. Jalan itu memberikan kenangan bagi masa kanak-kanak dan remaja yang pernanh tinggal di sana. Kenangan ke sekolah, kenangan bermain, kenangan berjumpa sang kekasih, dan masih banyak kenangan lain.

Kini mereka sudah tidak bisa sebebas dulu. Apakah warga masih boleh menggiringkan hewan ternaknya di jalan baru milik pengembang? Apakah pengembang tidak akan membentengi pemukiman real estate miliknya dengan benteng-benteng tinggi pembatas kasta? Saya sendiri tidak yakin.

Jalan warga Nyalindung kini sudah habis, begitupun jejak peradabannya. Yang tersisa hanyalah tinggal kenangan-kenangan, dan sebuah cerita untuk anak cucu mereka bahwa di seberang kampung mereka, di pemukiman milik orang-orang kaya itu dulunya adalah jalan milik mereka.

Komentar»

1. za - April 13, 2012

Route 66 ini yang di film Cars, bukan Mang? Nanti bakal ada Cars versi Bandung dong terinspirasi dari cerita di blog ini.

indra kh - April 13, 2012

Iya, route 66 jadi cerita dalam film The Cars buatan Pixar. Banyak film maupun lagu yang terilhami oleh rute ini

2. indra kh - April 13, 2012

Iya, route 66 jadi cerita dalam film The Cars buatan Pixar. Banyak film maupun lagu yang terilhami oleh rute ini.

3. Gelar S Ramdhani - April 20, 2012

Wahahaha… saya banyak cerita/pengalaman menarik di daerah sini..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: