jump to navigation

Nasib Buku di Ruang Tunggu April 24, 2012

Posted by indra kh in buku.
Tags: , , , ,
trackback

Salah satu ciri khas yang melekat di sebuah ruang tunggu adalah buku. Ruang tunggu di kantor,  dokter, klinik, bengkel, bank, atau loby hotel hampir pasti dilengkapi dengan buku atau surat kabar untuk bahan bacaan dan pengusir jenuh saat menunggu.  Mau komik, novel, majalah, koran orang tinggal memilih. Mau terbitan lama atau baru biasanya tidak masalah, orang masih banyak yang tertarik untuk membacanya.

Gadget lebih menarik jadi teman di ruang tunggu (dok-indrakh)

Lalu, masihkah kini buku menjadi pilihan utama orang-orang saat menunggu di ruang tunggu?

Lain dulu lain sekarang. Kalau dilihat makin ke sini ketertarikan orang terhadap buku di ruang tunggu sepertinya makin surut. Para penunggu kini punya idola baru: gadget yang mereka bawa. Browsing, beraktivitas di media jejaring sosial sepertinya lebih menarik. Mungkin masih ada yang tertarik membaca e-book, tapi saya kok agak sangsi kalau jumlahnya banyak.🙂

Ya, memang tidak ada yang salah dengan hal itu. Tujuan utama dari adanya buku di ruang tunggu kan memang untuk mengusir kejenuhan orang yang sedang menunggu giliran, jadi sah-sah saja jika buku kurang menarik lagi.

Mungkin orang beranggapan buku di ruang tunggu sudah tidak up to date, ketinggalan jaman. Informasi yang berseliweran di lini masa twitter atau aliran update status di facebook lebih mewakili kekinian. Meskipun sebenarnya kalau ditelusuri lagi, artikel dalam sebuah buku atau majalah itu banyak juga yang tidak lekang dimakan jaman. Dibaca kapan pun masih enak.

***

Lalu apakah para pemilik ruang tunggu ini harus lebih kreatif lagi? Disadari atau pun tidak terkadang sebuah ruang tunggu juga bisa menjadi nilai tambah bagi para pemilik jasa/layanan. Memang belum pasti betul, tapi siapa tahu salah satu pertimbangan orang dalam memilih tempat jasa/layanan yang ditawarkan adalah karena ruang tunggunya yang menarik.

Memperbanyak buku baru, terutama yang populer mungkin bisa jadi trik jitu, tapi pasti tak banyak pengelola jasa/layanan yang berpikir gila, mau menginvestasikan lebih banyak untuk sekadar ruang tunggu. Tapi siapa tahu ada yang berpikiran semacam ini. Toh buku di ruang tunggu sebenarnya tak hanya berfungsi sebagai pengusir kejenuhan saja, tapi juga memberikan pengetahuan bagi para pembacanya.

Ruang tunggu dengan akses Internet (dok-indrakh)

Kalau sedang ada di ruang tunggu kadang saya berpikir seperti ini: Andai saja ada pengelola jasa/layanan yang menyediakan sebuah display komputer yang khusus berisi e-book bertipikal fast book yang tidak membutuhkan waktu lama untuk membacanya sepertinya seru juga. Atau ada ruang tunggu yang menyediakan beberapa komputer yang terhubung dengan Internet sepertinya mengasyikkan. Ah tapi itu hanya angan-angan saja. Kembali lagi, pengelola jasa/layanan pasti akan mempertimbangkan seribu kali untuk menyediakan ruang tunggu yang semacam ini. Sepertinya baru ruang tunggu bandara yang mau merealisasikan ruang tunggu seperti ini🙂

***

Hari buku sedunia memang telah berlalu kemarin, tapi sepertinya belum terlambat kalau saya menulis tentang tema buku. Nasib buku di ruang tunggu, hidup segan mati tak mau.

Komentar»

1. akuiniobenk - April 24, 2012

di salon jg bertebaran majalah lama. kalo saya tergantung mana yg lg asik. saat dunia OL lg rame saya mainin HP. kalo moodnya baca ya saya baca.

yg terasa kini kalo di angkutan umum. dulu saat duduk di angkot, saya mesti keluarin buku dr tas dan baca sepanjang jalan. skrng mah gadget krn lbh ringkes

2. za - April 24, 2012

Bagi pengelola lebih praktis memasang TV daripada melanggan buku/koran😐

Sekarang saya berusaha mengendalikan diri untuk tidak selalu daring dan kembali membaca.

Oh ya soal ebook kalau punya tablet barangkali lebih nyaman dibaca.

3. Imelda - April 24, 2012

kalau di sini di restoran/rumah sakit pasti ada rak buku untuk anak-anak dengan picture book/komik. Jadi anak-anak biasanya langsung baca🙂 Di sini anak SD tidak boleh bawa HP , atau kalaupun ada HP tidak bisa akses internet😀

4. Emanuel Setio Dewo - Mei 16, 2012

Saya sering berburu e-book. Tapi kadang membacanya tidak sampai selesai. Akhirnya lebih sering download e-magazine yg bisa dibaca dalam waktu singkat.
Salam

5. Ikhwan Achmadi - Maret 4, 2013

menunggu memang hal yang membosankan bukan, apalagi harus antri panjang. . waoooow, berabe tu.
Apapun penanti setia ketika menunggu, buku adalah nomor satu bagi saya, thanks bro………….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: