jump to navigation

Reminisensi Damri, dari Tata Hingga Mercy April 30, 2012

Posted by indra kh in featured, Jalan-jalan, nostalgia, transportasi, transportation.
Tags: , , ,
trackback

Saat melintas di terminal Leuwipanjang, Bandung beberapa hari lalu pandangan saya tertarik pada sebuah bis Damri yang sedang berhenti menunggu penumpang. Baru sadar, ternyata bis Mercedes Benz butut yang sering disebut goyobod itu masih beroperasi. Saya kira sudah dikandangkan seperti Tata dan Hino yang melegenda.

Bis Mercy Damri jadul, masih bertahan hingga kini (dok-indrakh)

Kalau diingat-ingat kapan yah terakhir kali naik bis kota di Bandung? Sepertinya sudah lama sekali. Terakhir ingat sih jaman mahasiswa dulu, karena setiap hari naik bis Damri jurusan Dipatiukur-Jatinangor.

***

Menarik juga jika mencermati armada bis kota milik Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia ini. Untuk melayani masyarakat kota Bandung entah sudah berapa kali Damri gonta-ganti penyedia armada bisnya.

Di tahun 60-an konon perusahaan angkutan peninggalan Jepang ini pernah menggunakan bis buatan Ikarus untuk armadanya. Namun karena kesulitan suku cadang seiring dengan merenggangnya hubungan dengan negara di kawasan Eropa Timur pasca G30S, penggunaan bis asal Bulgaria ini tidak berlanjut. Saya sendiri tidak mengalami masa-masa itu.

Ada sedikit pertanyaan dalam benak saya, apakah Damri pernah menggunakan bis Dodge seperti yang dipakai PPD di tahun 70-an? Mungkin diantara pembaca ada yang tahu? Bagi Anda yang pernah menonton film-film warkop atau Benyamin S jaman dulu pasti tidak akan lupa dengan tongkrongan bis Dodge ini.

Bis Damri produksi Tata yang legendaris (foto diambil dari http://www.koranbaru.com)

Yang melekat dalam ingatan saya adalah saat Damri menggunakan armada bis kota buatan Tata di era 80-an. Saat saya kecil sering sekali diajak ayah bepergian menumpang bis produksi India ini. Sejak kapan Damri  mulai menggunakan Tata saya juga tidak tahu pasti. Mungkin sekitar awal tahun 1980, karena majalah Tempo edisi Maret 1979 pernah menurunkan tulisan tentang rencana Damri yang akan mengimpor 400 buah bis kota buatan Tata saat itu.

Masa SMP menjelang tahun 90 adalah masa ketika saya mulai sering menumpang bis kota untuk pergi ke sekolah. Seingat saya waktu itu bis buatan Tata sudah tidak digunakan lagi. Bis Mercy mungkin sudah dipakai namun tidak banyak, yang paling banyak justru yang buatan Hino.

Bis Damri produksi Hino (gambar diambil dari yuldhas's album)

Tarif karcisnya kalau tidak salah masih 100 rupiah sekali jalan. Pengalaman lucu yang masih teringat adalah ketika pulang sekolah bersama teman-teman waktu itu sering sekali menawar tarif bisnya. Jika ditawari kondektur untuk naik, Kami pasti minta diskon supaya bisa bayar setengahnya. Kalau kondektur setuju barulah Kami naik.

***

Di era 90-an sih armada bis kota Damri seingat saya sudah Mercy semua, hanya beberapa sisa bis Hino yang masih saya lihat pada beberapa trayek pinggiran. Bis kota jenis Mercy yang digunakan didominasi oleh bis kota dari karoseri superior coach dan GMM. Saya sendiri tidak akan bercerita tentang karoseri bis di Indonesia ini, untuk Anda yang tertarik silahkan bisa membacanya di sini.

Meskipun masih menyisakan bis-bis jadul, sekarang saya lihat bis kota Damri sudah bagus-bagus. Sudah banyak yang AC, kemudian pernah juga saya lihat di jalan bis kota Damri yang penampilannya bagus, mirip dengan busway. Sayangnya hanya melihat saja, sudah lama saya tidak menumpang bis kota jadi tidak tahu rasanya menggunakan bis Damri yang sudah bagus-bagus itu.

***

Lalu, apakah ke depan bis Damri bisa menjadi pilihan transportasi massal yang bisa diandalkan sehingga orang mau membatasi penggunaan kendaraan pribadi dan memilih menggunakan bis kota? Entahlah hanya waktu yang akan bisa menjawabnya.

Bagaimana pun bis kota memang identik dengan transportasi rakyat kecil, yang tidak nyaman. Dalam sebuah lirik lagunya, grup rock legendaris God Bless bahkan pernah menggambarkan bagaimana tidak nyamannya menumpang bis.

Kulari mengejar laju bis kota
Berlomba-lomba saling berebutan
Tuk sekedar, mendapat tempat di sana

Kucari dan terus kucari-cari
Namun semua kursi telah terisi
Dan akhirnya akupun harus berdiri
Bercampur dengan peluh semua orang
Dan bermacam aroma
Bikin kupusing kepala

Serba salah, nafasku terasa sesak
Berimpitan berdesakkan, bergantungan
Memang susah, jadi orang yang tak punya
Kemanapun naik bis kota.

Semoga saja di masa depan Damri bisa menjadi penyedia tranportasi publik andalan, di saat harapan terhadap adanya MRT dan monorel yang masih seperti gila di abun-abun, hanya berupa angan-angan.

About these ads

Komentar»

1. za - April 30, 2012

Goyobod bukannya nama minuman Mang? Hihi bisa aja, naik bus minta diskon.

indra kh - April 30, 2012

Iya, goyobod nama minuman jaman dulu. Damri jadul itu disebut juga goyobod karena sama-sama peninggalan masa lalu :)

2. Yudhi Hendro - April 30, 2012

Di Kalbar, DAMRI masih tetap eksis dan melayani trayek dari Pontianak ke kota lainnya bahkan ke Kuching Malaysia dan Brunei.

indra kh - Mei 1, 2012

Oh layanannya lintas negara juga mas? Hebat juga ya, baru tahu saya.

3. barkatlangit - Mei 3, 2012

hehehe…goyobod atau buyungkut kang Indra? ngomong-ngomong kalo kerja di dunia IT bisa ngajarin kita dong nih…salam damai

4. Maximum - Mei 4, 2012

wahhh,, om ini.. di jakarta Damri tetep jalan dari terminal rawamangun ke bandara.. hehehehehe.. :D

5. asaz - Mei 7, 2012

saya juga dulu penumpang damri antar atahun 1986 s.d tahun 1990 dari Jln (Sukarno Hatta) by pas- Ledeng masih tarif Rp 150. dan pernah kecopetan, tidak tahu sekarang apa masih banyak copet atau tidak

Timur Pe Novia - Juni 27, 2012

bus Damri yang dulu dinaikin itu, masih buatan Tata ga ya?

intrias - Oktober 12, 2012

lin-2 ledeng mah pake hino bulet yg difoto atas itu kang… pangkalannya dulu di daerah cigereleng moh.toha bypass…

6. fitri suryani - Juni 8, 2012

damri kendaraan yg tetap oke…yg masih dipilih pelanggannya ya..sippp deh

7. trihari - Juni 16, 2012

Di kota Bandung kalo gak salah sekitar tahun ’60an pernah ada armada bis kota dengan merk ‘Robur’ (itu kata ortu-ku lho.!) dan kebetulan saat itu lagi banyak makanan ‘kue balok’ yang juga sering disebut kue Robur

8. Antyo - Agustus 30, 2012

Yeah, Damri terkena penyakit BUMN. Kayak PPD yang BUMD. Buktinya meski busnya payah, Mayasari Bhakti masih bisa bertahan, kan?

9. gogo - Agustus 30, 2012

hidup DAMRI

10. dony - Maret 24, 2013

saya adalah penumpang setia DAMRI jurusan cibeureum-cicaheum jaman sd sampe smp dan selalu menggunakan karcis langganan yang dibelikan oleh kakek di pool kebon kawung…nepika hapal kondekturnya :)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 159 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: