jump to navigation

Mengajak Anak Berpetualang Lewat Hiking Mei 7, 2012

Posted by indra kh in anak, family, hidup, hiking, inspirasi, Jalan-jalan, keluarga, parenting, pendidikan, perkembangan anak.
Tags: , , , , ,
trackback

Sir James Matthew Barrie, seorang novelis dan dramawan asal Skotlandia pernah berkata seperti ini: “Buatlah kaki Anda menjadi teman.” Kutipan tersebut sering dianggap sebagai salah satu inspirational hiking quotes yang pernah ada. Meskipun ada kaitan dengan kaki, J.M Barrie yang dikenal juga sebagai pengarang tokoh “Peter Pan” sepertinya tidak bermaksud untuk mengidentikkan kata-katanya itu dengan olahraga sepakbola, namun berhubungan dengan aktivitas berjalan kaki (walking) atau hiking. 

Hiking, mendekatkan anak kepada alam (dok-indrakh)

Hiking merupakan olahraga dan rekreasi yang murah untuk semua anggota keluarga. Dengan mengajak anak-anak berjalan-jalan ke alam bebas, Anda tidak perlu mengeluarkan uang sebanyak yang dikeluarkan seperti kalau Anda mengajak anak-anak untuk pelesiran ke mal.

Hiking juga menyeimbangkan aktivitas jasmani dan rohani, karena dengan berjalan kaki menjelajah alam bebas bersama keluarga  tidak hanya sekadar untuk berolahraga, berekreasi, atau berelaksasi, namun juga bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri Allah SWT Sang Maha Pencipta alam semesta.

Aktivitas hiking bisa dilakukan oleh semua golongan usia. Tak terkecuali dengan anak-anak. Bahkan bayi pun tidak jadi masalah. Asal Anda mau menggendongnya saja🙂. Selain menyehatkan, tentu ada banyak manfaat lain yang bisa diperoleh. Petualangan anak-anak akan lebih seru mereka rasakan dibandingkan jalan-jalan ke Mal.

Kali ini saya ingin menceritakan sejumlah manfaat hiking terkait dengan pendidikan anak yang telah dirasakan, berdasarkan pengalaman yang telah diperoleh.

1. Mengenalkan kondisi alat transportasi umum

Ketika menuju tempat hiking, biasanya saya lebih suka menggunakan angkutan umum (angkot), dan menghindarkan diri dari membawa kendaraan sendiri karena dengan bepergian menggunakan angkot akan lebih banyak pengalaman yang bisa diperoleh anak-anak.

Sebagai contoh dari awal saja sudah ada pelajaran yang bisa diperoleh sang bocah, yakni ketika angkot ngetem menunggu penumpang. Sang anak (termasuk juga orang tuanya) berlatih bersabar untuk menunggu hingga penumpang angkot penuh.

Dalam angkot yang biasa digunakan saat menuju tempat hiking sang anak juga bisa melihat beragam aktivitas penumpangnya. Karena biasanya yang dijadikan tujuan hiking adalah alam di pedesaan jadi anak-anak akan mengalami duduk berdesak-desakan dengan orang-orang yang membawa karung berisi sayuran, kadang juga ada yang membawa ayam. Yang lucu bahkan kemarin bahan bangunan seperti triplek pun harus bisa terbawa di atas kap angkot. Itulah uniknya angkutan umum di pedesaan.

2. Melihat pemandangan dan mengenal rupa bumi

Ketika hiking anak akan diajak berpetualang ke berbagai medan: pegunungan, air terjun, sungai, tanah lapang, mata air, dsb. Minggu kemarin anak saya begitu gembira ketika harus menyeberangi air terjun menggunakan jembatan yang strukturnya menggunakan kayu.

Begitu juga ketika dia mengalami kelelahan dan saya suruh dia mencuci mukanya di cucuran air yang berasal dari mata air dia merasa senang.

Mengenalkan rupa bumi saat hiking (dok-indrakh)

Saat hiking Anda juga bisa memberitahu sedikit pelajaran tentang geografi. Misalnya dengan menerangkan  nama-nama gunung yang terlihat dari lokasi, menerangkan sedikit tentang patahan, dsb.

3. Mengenalkan flora dan fauna

Saat hiking, tentu Anda tidak akan bisa mengenalkan fauna sebanyak di kebun binantang, tetapi sejumlah serangga bisa Anda kenalkan kepada mereka. Bisa memegang belalang, kupu-kupu, capung, melihat cacing, ataupun ulat saja sudah menjadi pengalaman yang sulit untuk mereka lupakan.

Tak hanya fauna tentunya, saat hiking merupakan saat yang paling tepat untuk mengenalkan bermacam-macam tumbuhan kepada anak-anak.

Untuk mendukung tujuan tersebut makanya saya lebih senang memilih tempat hiking ke hutan lindung, atau hutan raya karena biasanya pepohonan atau tumbuh-tumbuhan banyak yang sudah diberi label/papan nama sehingga memudahkan orang tua untuk menjelaskannya kepada anak-anak.

Asyik bermain tanaman putri malu (dok-indrakh)

Selain itu kita juga bisa ikut belajar, karena siapa tahu jenis pohon yang kita kenalkan kepada anak-anak orang tuanya pun belum tahu. Kemarin saja saya batu tahu bentuk pohon pulus, kayu manis, atau ki oray.

4. Melatih keberanian dan kepercayaan diri

Salah satu masalah terbesar anak-anak biasanya adalah rasa takut dan kurang percaya atas kemampuan dirinya. Hiking bisa menjadi sarana mengurangi rasa takutnya dan melatih kepercayaan dirinya. Sebagai contoh, anak-anak terkadang tidak berani untuk menyeberang parit karena meraasa tidak akan sampai. Saat berada di lokasi hiking orang tua bisa meyakinkan anak-anaknya bahwa mereka sebenarnya bisa menyeberang. Jangan lupa untuk memuji mereka setelah berhasil.

5. Melatih fisik dan mental

Karena hiking merupakan olahraga tentu saja aktivitas ini melatih aspek fisik anak. Sebaiknya rute hiking yang dipilih jangan langsung jauh. Lakukan secara bertahap. Untuk tahap awal saya pun mengajak anak-anak hiking yang dekat dengan rumah, namun dengan medan yang bervariasi; sedikit ada tanjakannya dan juga turunan. Lama-kelamaan rute yang dipilih setiap minggu bertambah jauh. Alhamdulillah pekan kemarin anak-anak sudah kuat menempuh rute Maribaya – Hutan Raya Djuanda (Dago Pakar) sejauh + 8 sampai 10 km.

Meneruskan perjalanan di saat hujan (dok-indrakh)

Saat hiking hujan bisa turun kapan saja. Padahal boleh jadi beberapa saat sebelumnya langit sedang cerah. Masih mending jika saat turun hujan keluarga Anda sudah hampir sampai finish atau menemukan tempat berteduh, kalau tidak? Ya terpaksa meneruskan perjalanan dengan hujan-hujanan. Oleh karena itu jangan lupakan jas hujan untuk seluruh anggota keluarga.

Berjalan kaki di saat hujan sikap anak bisa berbeda-beda, kadang senang kadang juga cemberut karena sudah lelah. Di sinilah letak pendidikannya, melatih mereka supaya lebih tangguh.

6. Belajar mengonsumsi makanan sederhana

Bila melakukan hiking tentu jangan sampai melupakan satu hal penting, yakni perbekalan. Apalagi mengajak para bocah. Kekurangan makanan dan minuman akan membuat mereka rewel. Tapi ketika bisa menemukan warung di saat perjalanan adalah surga. Tak peduli warungnya sangat sederhana, yang dibangun dari anyaman bilik reyot pun tetap saja menemukan warung di saat hiking adalah sangat membahagiakan.

Mungkin jika di hari biasa anak-anak ini cenderung memilih makanan, hanya ingin mengonsumsi makanan tertentu saja. Kalau saat hiking saya yakin mereka mau makan apa yang disajikan warung yang ditemui. Bahkan terkadang makanan yang ada merupakan makanan kampung yang sudah jarang ditemui semacam keremes, bolu kering, permen jahe. Minumannya pun biasanya kalau tidak bandrek, bisa teh atau kopi.

Bagi saya pribadi sih yang jadi favorit saat bertemu warung adalah minum segelas kopi atau secangkir teh hangat. Uenakk pokoknya. Sedep bener!.

7. Mengatasi obesitas anak

Anak-anak jaman sekarang berbeda dengan jaman dulu. Anak-anak masa kini aktivitas fisiknya tidak sebanyak anak-anak jaman dulu. Lebih banyak menghabiskan di depan tv atau monitor atau bersekolah hingga full day hingga sore, sehingga risiko obesitas lebih tinggi.

Mengajak mereka hiking semacam terapi untuk mencegah atau mengatasi ancaman tersebut. Meskipun sebenarnya hal itu berlaku juga untuk orang tuanya.

***

Sebenarnya banyak manfaat lain dari hiking terutama yang terkait dengan aspek kesehatan. Saya sendiri tidak terlalu tertarik membahasnya karena sudah banyak yang menjelaskan hal tersebut.

Dalam tulisan ini saya hanya ingin berbagi pengalaman dengan apa yang sudah saya lakukan bersama anak-anak setiap minggunya: berpetualang lewat aktivitas hiking. Semoga bermanfaat.

Komentar»

1. Maximum - Mei 8, 2012

nahh itu baru orang tua yang sangat sayang terhadap keluarganya om.. ehhe.. selamat,, bener anak juga butuh pengetahuan yang luas tentang alam sekitanya.. karena memory anak sangat mudah untuk mengingat apa saja yang mereka ingat dan diingat.. kegiatan yang baik akan melahirkan ingatan yang sangat baik pula om..🙂

2. Sandal Kulit - Mei 8, 2012

Ikut menyimak artikelnya Gan🙂

Salam,

3. barkatlangit - Mei 9, 2012

wah asyik juga tuh…ajak-ajak atuh kang Indra biar rame🙂 saya setuju banyak manfaat dari kegiatan hiking ini, saya pernah nyoba hiking “nyeker” alias tanpa alas kaki, hasilnya penyakit asma saya nggak kumat-kumat dalam waktu yang lama. Jadi kepengen ngajak anak-anak nih jadinya…salam sejahtera🙂

indra kh - Mei 11, 2012

Wah “kuatan” kang hiking “nyeker,” jadi mirip dipijat refleksi oleh alam mungkin ya🙂

barkatlangit - Mei 11, 2012

lebih asyik dan lebih berasa dari refleksi🙂

4. Menghilangkan Stres - Mei 12, 2012

Saya setuju bahwa aktifitas diluar rumah juga penting dalam perkembangan seorang anak.

5. Rian | sukses itu B E B A S - Mei 15, 2012

Hiking itu murah dan sehat.
Salam,
http://suksesitubebas.wordpress.com

6. aji perwira - Mei 15, 2012

ana sangat setuju,murah meriah dan menyehatkan tentunya;salam kenal buat semua

7. ainsyar - Mei 19, 2012

kerennn… saya juga suka hiking juga sih mas..

8. geekbanget - Juli 15, 2012

menginspirasiiii

9. qqrakhmat - Maret 1, 2013

numpang copas, kang.

indra kh - Maret 1, 2013

Untuk dimana kang? Silahkan asal dicantumkan sumbernya

10. ervina - Oktober 31, 2013

saya ada rencana ikut swami nih hiking ke gng semeru ,,saya bawa bayi 10 bulan mohon tips nya dunk agar aman n enjoy ,,,pengalaman pertama ni bw bayi ke gn semeru


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: