jump to navigation

Pertunjukan Egrang Kian Jarang Mei 16, 2012

Posted by indra kh in entertainment, featured, pertunjukan, seni.
Tags: , , ,
trackback

Anda pasti mengenal egrang atau jangkungan. sebuah permainan dengan menggunakan alat berupa dua batang tongkat dari bambu yang diberi tumpuan sebagai tempat untuk berpijak orang yang menaikinya. Zaman dulu egrang sering dimainkan anak-anak saat senggang. Terkadang saat perayaan 17 Agustusan, alat ini dijadikan ajang balapan anak-anak, mengadu cepat dengan menggunakan egrang.

Pertunjukan egrang dan sisingaan

Selain dimainkan oleh anak-anak di Indonesia egrang biasanya dipertunjukan dalam acara pesta khitanan atau pernikahan. Di Jawa Barat,  jangkungan ini biasanya dipertontonkan bersama sisingaan sebagai penambah atraksi, seni pertunjukan asal Subang berupa keterampilan memainkan tandu berisi boneka singa berpenunggang.

Sayangnya makin ke sini pertunjukan egrang sepertinya makin jarang terlihat. Apalagi di kota-kota besar. Nasibnya sama dengan pertunjukan tradisional lainnya. Terpinggirkan. Orang-orang kini lebih senang menanggap organ tunggal atau band. Tidak salah memang, hanya saja sungguh disayangkan kalau pertunjukkan unik semacam ini kian terkikis oleh zaman.

Masih beruntung di pedesaan atau daerah pinggiran relatif masih ada orang yang mau menanggap pertunjukan ini. Selain telah berperan dalam melestarikannya, orang-orang semacam ini seakan telah memberikan nafas kehidupan bagi para pekerja seni pertunjukan tersebut.

Menurut Kang Ganjar Kurnia, dalam Deskripsi kesenian Jawa Barat, Dinas Kebudayaan & Pariwisata Jawa Barat, Bandung (2003) seperti dikutip Wikipedia menyebutkan bahwa di Subang, Jawa Barat konon saat ini ada sekitar 200 grup sisingaan. Boleh jadi tidak semua grup sisingaan yang ada menampilkan juga atraksi jangkungan.

Filosofi dalam egrang

Permainan egrang ini sebenarnya kaya filosofi. Yang tampak jelas adalah mengajarkan tentang keseimbangan dan juga keberanian. Dengan bermain egrang seseorang diajarkan bahwa dalam menjalani kehidupan harus disertai dengan keseimbangan antara jasmani dan rohani, agar bisa bergerak.

Egrang atau jangkungan juga mengandung filosofi kepemimpinan. Zaini Alif, seorang penggiat permainan tradisional dari Komunitas Hong seperti dikutip Jurnas.com mengatakan hal tersebut. Dalam permainan egrang, kata Zaini Alif, pemimpin bangsa atau politisi ibarat berada di atas. Dengan posisi di atas, mereka akan melihat jauh ke depan dibanding rakyat yang berada di bawah. Mereka yang terlibat dalam permainan egrang, tahu bahwa kontrol tetap berada ditangannya. Sensitivitasnya ada di kaki, sehingga harus mengetahui mau kemana di melangkah. Tapi kekuatannya di bawah, diibaratkan membawa aspirasi rakyat. “Politisi mesti menerapkan filosofi dan konsep egrang itu sendiri agar seluruh garis kekuasaan dia sampai ke rakyat. Tetapi dia memiliki wawasan jauh ke depan dibanding rakyatnya,” kata Zaini Alif.

Asal mula egrang

Entah dari belahan dunia mana permainan ini mulai diperkenalkan, dan siapa pelopornya? Ada yang menyebutkan bahwa permainan jangkungan ini berasal dari Cina, namun ada juga yang menyebutkan kalau permainan ini sudah ada sejak zaman Yunani kuno.

Egrang populer di Cina bagian utara. Menurut legenda keberadaan jangkungan dimulai pada kisaran 722-481 SM.  Kala itu seorang duta besar kerajaan bernama Yan Ying kerap ditertawakan oleh para pejabat kerajaan tetangganya. Menyikapi al itu yan Ying kemudian membuat jangkungan agar membuat dirinya kelihatan lebih tinggi dari orang normal. Sejak saat itu tradisi penggunaan egrang atau jangkungan mulai menyebar ke masyarakat, dan orang-orang mulai membuatnya untuk menjadi sebuah tarian dan pertunjukan untuk merayakan sebuah peristiwa besar atau festival.

Di zaman Yunani kuno, jangkungan konon mulai dikenal pada 600 tahun sebelum Masehi.

Selain dikenal dengan nama egrang yang sebenarnya berasal dari Bahasa Lampung, permainan jangkungan ini memiliki sejumlah nama lain di Indonesia. Jika di Jawa Barat disebut jajangkungan, di Sulawesi Tengah disebut Tilako. Di wilayah Sumatera Barat dikenal dengan nama tengkak-tengkak. Di Kalimantan Selatan namanya lain lagi, jangkungan ini disebut dengan nama batungkau.

Yang menjadi pertanyaan bagi saya adalah darimanakah egrang mulai masuk dan dikenal di nusantara? Apakah dari Cina atau Yunani? Ataukah justru permainan ini memang sudah ada di Indonesia sejak dulu alias merupakan atraksi tradisional asli Indonesia?

Komentar»

1. Emanuel Setio Dewo - Mei 16, 2012

Wah, daku jadi mikir seandainya pemain engrang itu kena kabel listrik, hehehe…
Salam

indra kh - Mei 21, 2012

Kasihan kesetrum, hehe

2. za - Mei 16, 2012

Dari China kali Mang, secara budaya Indonesia termasuk dipengaruhi kuat oleh budaya China. Sampai sekarang saya belum pernah main egrang. Eh apa waktu di Solo sudah pernah ya?

Ada yang jual atau harus mesen di tukang bambu?

indra kh - Mei 21, 2012

Iya ya kemungkinan terbesar sih dari Cina. Nah itu belum tahu saya juga, kalau ada yang jual boleh juga tuh buat mainan anak-anak.

Harus nanya ke komunitas Hong, siapa tahu mereka jual juga.

3. jimmy - Mei 21, 2012

bagus sekali artikelnya, thx

indra kh - Mei 21, 2012

Trims🙂

4. Imam Fahruddin - Mei 28, 2012

Pertunjukan sirkus biasanya ada egrang ini

5. muhyasir - Mei 28, 2012

Entah berapa tahun saya tidak melihat permainan ini.. Filosofinya baru saya tahu.. Nice post..

6. belajar komputer - Mei 30, 2012

mantap bener informasinya… kayaknya kalau diadakan lomba egrang dunia, yang juara 1 Indonesia ya

7. Pusat Herbal Solo - Juni 6, 2012

sudah lama sekali tidak melihat pertunjukan egrang

8. AF - Juni 6, 2012

Saya sempat merasakan ayiknya bermain egrang waktu masih SD dulu, biasanya di daerah kami (prambanan) musim egrang tu terjadi setelah musim layangan usai. hhe

9. mainan bayi - Juni 13, 2012

tau jenis permainan ini namun baru kali tau nama jenis permainan ini.

10. taufiqadi - Juni 15, 2012

wah, udah lama saya gak naik egrang. dulu sempat main yang 2 meteran…

salam kenal…

11. Deden Taufik Hidayat - April 23, 2014

minta contact komunitas egrangnya dong untuk activity aku minggu ini, buar event minggu ini 27 april 2014, di bandung .
kalo ada hubungi saya :
DEDEN TAUFIK HIDAYAT
RADIO RADIO RAMA GROUP
P. 08170267788 / 082263355588


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: