jump to navigation

Buku Bekas, Meski Lawas Tetap Berkelas Juni 18, 2012

Posted by indra kh in buku, pendidikan, perkembangan anak.
Tags: , , , ,
trackback

Lewat majalah bekas saya jadi tahu tentang adanya Gua Krubera, gua terdalam di dunia. Gua yang berada di Abkhazia, di bibir laut hitam ini berhasil dijelajahi hingga sedalam 2080 meter oleh 56 orang penjelajah gua yang berasal dari 7 negara. Untuk menaklukkannya para penjelajah tersebut mesti membawa perlengkapan hingga 5 ton.

Jika dilihat sepintas, dibandingkan dengan pembaca buku bekas, peminat buku baru tentunya lebih banyak. Toko buku yang memajang buku-buku baru biasanya lebih ramai pengunjungnya dibandingkan dengan pasar loak buku atau penjaja buku kaki lima yang menawarkan buku-buku usang. Temanya yang memuat kekinian dan bentuknya yang masih gres tak berdebu membuat buku baru lebih diburu ketimbang buku jadul.

“Buku lawas, murah tapi masih punya kualitas” (dok-indrakh)

Sebenarnya jika berbicara konten, ilmu yang bisa diperoleh dari buku bekas juga tak kalah. Banyak sekali tulisan yang tak lekang dimakan zaman, tak pupus dimakan usia, dan bermanfaat untuk masa kini. Lewat buku bekas Anda masih mungkin menjelajah dunia, karena masih banyak sekali pengetahuan yang belum diketahui.

Buku bekas memang terkesan hanya menceritakan masa lalu, namun sesungguhnya pencapaian banyak hal  yang ada di masa kini buah pembelajaran dari yang pernah diperoleh di masa lampau. Sejarah memang kadang kala seperti cerita usang, padahal sebenarnya membawa banyak sekali pelajaran di dalamnya.

Oleh karena itu saya termasuk yang tidak alergi dengan buku jadul atau buku lawas. Meskipun bekas, selalu saja ada tulisan yang  menarik untuk dibaca dan diambil intisarinya. Kadang lebih banyak ungkapan oohh….begitu ya? Daripada hmmm…. yang seperti ini sih sudah tahu!

***

Di saat senggang, salah satu hobi keluarga Kami adalah mencari buku bekas. Sekalian saja, sambil mengajak jalan-jalan anak-anak juga sambil mencari bacaan. Itung-itung mengenalkan minat membaca kepada mereka.

Pedagang buku kaki lima di pasar-pasar kaget hari Minggu biasanya menarik untuk dikunjungi. Bila kita jeli, diantara tumpukan buku atau majalah berdebu yang dipajang secara tergeletak itu terkadang terselip satu atau beberapa buku yang menarik untuk dibeli. Harganya juga cukup murah, dan masih memungkinkan untuk ditawar lagi. Ada yang harganya 10 ribu, 5 ribu, bahkan ada yang hanya 3 ribu rupiah.

Seperti hasil perburuan hari Sabtu kemarin misalnya. Saya membeli sebuah buku tentang kapal kargo dan kapal tanker terbitan tahun 2008. Harganya memang cuma 5 ribu rupiah saja, tapi banyak hal yang saya baru tahu setelah membaca buku tersebut. Seperti tentang adanya kapal pemecah es CCGS Louis St Laurent yang berjasa dalam memasok logistik  bagi masyarakat di pantai Arktik. Dengan 5 ribu rupiah tadi, saya juga dapat bercerita kepada anak tentang kapal Mighty Servant 3 yang memiliki kemampuan untuk mengangkut anjungan gas ribuan ton, dan alat-alat pengeboran minyak untuk di lepas pantai.

Buku tersebut juga memuat ulasan tentang Berge Stahl, kapal pengangkut muatan terbesar di dunia. Saking besarnya kapal yang memiliki panjang lambung hingga 372 meter ini hanya bisa bersandar di pelabuhan Brasilia, Afsel dan Belanda saja.

***

Beberapa bulan lalu juga saya pernah memborong majalah National Geographic  Indonesia yang dijual 10 ribuan. Kendati hanya melihat daftar isinya saja ketika membeli, namun sesampainya di rumah benar-benar puas dengan kontennya, karena banyak hal yang baru saya tahu.

Lewat majalah bekas tersebut saya kemudian menjadi tahu tentang adanya gua terdalam di dunia. Gua Krubera namanya. Gua yang berada di Abkhazia, di bibir laut hitam ini berhasil dijelajahi hingga sedalam 2080 meter oleh 56 orang penjelajah gua yang berasal dari 7 negara. Untuk menaklukkan Gua Krubera itu para penjelajah ini mesti membawa perlengkapan hingga 5 ton.

***

Tak hanya buku bekas di kaki lima yang menarik, terkadang buku-buku discount seperti yang sering dilakukan Gramedia juga ada yang menarik. Memang sih harganya tak semurah jika membeli di kaki lima, namun jika sedang beruntung Anda bisa mendapatkan buku-buku yang unik.

Seperti kemarin, tanpa sengaja saya memperoleh buku tentang “What we can learn from Japan earthquake tsunami.” Buku dengan kertas glossy setebal 80 halaman yang memuat tulisan tentang tsunami disertai dengan foto-foto ekslusif ini saya beli hanya 30 ribu rupiah. Saya harus cepat, karena buku tersebut cuman ada satu. Terlambat sedikit bisa-bisa keduluan dibeli oleh peminat lainnya.

Salah satu tulisan yang menarik pada buku itu adalah tentang terjadinya Himalaya. Tumbukan hebat yang terjadi antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia di masa lalu telah menyebabkan lautan Tethys terangkat tinggi. Inilah sebabnya mengapa fosil-fosil kehidupan laut bisa ditemukan di Puncak Himalaya. Ternyata pegunungan tersebut dulunya merupakan daerah bekas pesisir dan bekas lautan. Hal yang mirip juga ditenggarai terjadi pada asal mulanya Gunung Kidul di Yogyakarta.

***

Dengan membaca kadang kita baru sadar bahwa ilmu yang kita punya tak seberapa. Dari buku bekas saja terlampau banyak hal yang belum kita ketahui.

Buku boleh saja bekas, usang, namun sebenarnya ia tetap punya kelas, karena isinya tak pernah sirna dimakan usia. Tetap bermanfaat untuk masa kini maupun masa depan.

Komentar»

1. akuiniobenk - Juni 18, 2012

saya setuju. bahkan majalah2 lawas yang kerap disuguhkan di salon saat lagi nyalon jg menarik dibaca. saya baca kisah2 orang lain yg mkn sbsnrnya terjadi beberapa tahun lalu. tp hikmah dan pesannya ttp bisa kita petik saat ini

2. za - Juni 18, 2012

Salut untuk semangatnya Mang Odonk mencari buku bekas berkelas! Barangkali orang zaman modern sekarang sudah semakin pragmatis. Cari saja semuanya dari mesin pencari.

Padahal informasi di buku belum kalah. Bagi saya, kekuatan buku adalah di ceritanya. Informasi di Internet cenderung datar, hanya menyajikan data tanpa emosi.

3. Emanuel Setio Dewo - Juni 20, 2012

Seringkali banyak buku lawas yg kita cari karena perlukan namun sudah tidak dicetak atau dijual di toko buku. Di sinilah asyiknya hunting buku bekas, hehehe…
Salam

4. giewahyudi - Juni 20, 2012

Dulu waktu kuliah, karena uang cekak mulu, buku bekas dan Koran bekas menjadi bacaan ideal. Bahkan saya pernah mendapatkan majalah Intisari tahun 1980-an..

5. Explore IPTEK - Juni 21, 2012

Banyak pengetahuan dan informasi yang saya dapatkan dari situs Anda, terutama yang saya baca saat ini tentang buku bekas, sepertinya saya harus banyak belajar, terima kasih dan salam persahabatan

6. Claser - Juni 24, 2012

dulu buku2 saya di kiloin, cuma dapet ceban, duh sayang banget, krna kepepet!!!

7. Liaaa - Juli 6, 2012

yang paling menarik dari buku baru itu wanginya hehe..

pengen ah cobain hunting buku bekas di pasar kaget.. slama ini cuman sempet hunting buku bekas lewat online..

8. Liaaa - Juli 6, 2012

yang paling menarik dari buku baru itu wanginya hehe..

pengen ah cobain hunting buku bekas di pasar kaget.. slama ini cuma sempet hunting buku bekas lewat online..

9. Dapah blog - Juli 23, 2012

Meski pun buku bekas yang terpenting isinya berkualitas.

10. jevign - Agustus 1, 2012

ya tuh, kalau gw ke tempat loak buku bekas-bekas harganya ga murah lo. Ya memang isinya banyak yang berbobot walaupun buku lawas. nice information🙂
visit to http://www.jevignhouse.co.nr

11. gogo - Agustus 17, 2012

bener banget, terkadang sec tak sengaja kita nemu sbuah hal menarik dr buku bekas..
cuman klo iseng nyari malah g dapet2.. harus g sengaja kali alias nasib😀

12. 41n9 - September 13, 2012

upami di Bandung sok ngagaleh di palasari atanapi di Jl. Dewi sartika, simkuring resep pisan meser buku2 tulisan/pemikiran tokoh kapungkur, sapertos Bung Karno, Tan Malaka, M. Natsir, HOS Tjokroaminoto jrrd, sok sanaos mirah tapi berbobot tur tos langka dina ukuran zaman kiwari mah

13. Dhidhit - Oktober 15, 2012

kadang asyik membaca buku buku lawas

14. jack geronimo - Desember 13, 2012

Dapet majalah National Geographic bekasnya dimana om?? Ane juga hunting buat ngelengkapin koleksi..

Doo - Desember 4, 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: