jump to navigation

Memilih dan Memilah Informasi Bencana September 12, 2012

Posted by indra kh in bencana, gunung berapi.
Tags: , , , , , ,
trackback

Rabu,  5 Mei tahun 1982. Pagi itu seperti biasanya saya sudah diantarkan ayah ke sekolah, hanya saja ada yang aneh dengan suasana di hari itu. Langitnya kenapa masih gelap? Dalam hati saya bertanya, “apakah ini waktu malam atau pagi?” Tentu saja ada rasa ketakutan. Maklum namanya juga anak-anak.

Tak berapa lama saya sudah dijemput lagi untuk segera pulang. Begitu pun dengan anak-anak yang lain. Orang tua mereka seperti tergesa-gesa untuk menjemput anaknya. Sesampainya di rumah saya pun tidak diperbolehkan untuk ke luar, harus tetap berada di dalam rumah. Ada gunung meletus! Ujar ibu saya ketika itu. Dari balik jendela saya melihat seperti turun hujan, tapi kenapa bukan air? Yang terlihat seperti butiran-butiran debu.

Belakangan saya baru tahu bahwa saat itu Gunung Galunggung meletus. Meskipun cukup jauh dari Bandung namun letusannya cukup dahsyat sehingga dampaknya terasa sampai jauh.  Aktivitas letusan gunung api tersebut bahkan berlangsung hingga 9 bulan.

Cuplikan kondisi Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu via CCTV

Waktu itu sumber informasi tidak banyak. Mungkin hanya berasal dari TVRI atau RRI. Belum bisa mengakses informasi terkini secara cepat seperti sekarang ini. Hanya saja waktu itu langkah yang diambil bisa lebih terkoordinir, karena masyarakat tidak mengalami bias informasi. Mereka hanya menunggu informasi dari perangkat masyarakat dan mungkin radio, karena radio saat itu lebih up to date dibanding televisi.

***

Sekarang setelah beberapa dekade saya mengalami kekhawatiran yang mirip, ketakutan yang mirip, namun dengan tingkat kekhawatiran lebih tinggi karena sudah mengerti. Jika saat Gunung Galunggung saya masih kanak-kanak, kalau sekarang sudah punya anak.

Status Gunung Tangkuban Parahu beberapa pekan belakangan ini sempat mengkhawatirkan keluarga Kami. Betapa tidak, jarak dari rumah ke Kawah Ratu (kawah terbesar – red) jika dihitung kasar kurang dari 10 km, sehingga tempat tinggal Kami sebenarnya masuk ke dalam ring 1. Mengingat kondisi tersebut maka yang paling dibutuhkan adalah informasi yang aktual dan benar mengenai status gunung api, agar bisa memilih langkah yang  tepat dengan segera. Misalnya apakah masih waspada, atau berubah menjadi siaga? Atau bahkan sudah awas? Apakah masih dimungkinkan untuk  beraktivitas seperti biasa? Sudah perlukah berkemas barang-barang penting? Atau apakah perlu mengungsi untuk sementara waktu?

Sayangnya terdapat sejumlah perbedaan informasi yang diberitakan. Apa yang diberitakan di televisi, berbeda dengan yang ditulis di sejumlah media di Internet. Belum lagi ditambah dengan kerjaan orang yang tidak bertanggung jawab dengan membuat berita bohong (hoax) yang meresahkan.

Itulah era informasi, jika di zaman dulu sulit mengakses informasi, di zaman sekarang justru saya lihat kita kebanjiran informasi. Setiap pihak, setiap orang bisa mempublikasikan informasi. Adanya sosial media semacam facebook dan twitter membuat orang dengan mudah membuat berita. Terkait informasi bencana saja jika Anda coba searching di twitter akan ada banyak account yang mempublikasikannya.

Kepandaian kita dalam memilih dan memilah informasilah yang akhirnya menjadi penentu. Agar tidak kebingungan sebaiknya pilihlah informasi yang berasal dari lembaga yang berwenang menangani masalah tersebut agar tidak terjadi kekeliruan informasi. Misalnya jika terkait dengan status gunung api, carilah informasi yang diberitakan oleh PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) lewat websitenya.  Atau mencari informasi ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Nasional).

Memang terkadang kita kurang percaya dengan informasi yang berasal dari instansi pemerintah, karena biasanya informasi yang dipublikasikan sudah kadaluarsa karena jarang diupdate, namun khusus untuk lembaga PVMBG saya patut acungkan jempol! Tak hanya status gunung api yang dipampang di sana, namun juga disertai data pendukung lainnya seperti gempa vulkanik, tremor, kadar zat kimia, dsb. Bahkan khusus untuk Gunung Tangkuban Parahu kita juga bisa melihat tampilan CCTV mengenai kondisi Kawah Ratu terkini. Jika penasaran ingin melihatnya bisa mengakses link berikut ini.

Makanya ketika pekan lalu masyarakat di sekitar Kami banyak yang panik karena melihat informasi kenaikan status Tangkuban Parahu pada running text di salah satu televisi, ditambah broadcast sms dan bbm yang menyebutkan statusnya naik menjadi Siaga (level 3), saya sendiri memilih mencari informasi yang benar, agar tidak salah langkah. Ketika diperiksa ke websitenya ternyata masih tetap berada pada status waspada (level 2). Telepon maupun sms dari saudara dan kerabat yang menanyakan kebenaran running text di televisi itu cukup membuat saya sibuk juga. Saya mencoba meyakinkan mereka bahwa Kami tidak apa-apa. Kadang saya heran juga dengan pemberitaan sekarang ini, banyak yang lebih memetingkan kecepatan publikasi ketimbang kebenaran informasinya.

Apa yang dilakukan PVMBG menurut saya layak mendapatkan apresiasi. Semoga saja ke depannya bukan hanya informasi via website. Mungkin akan lebih baik lagi jika lembaga ini memiliki account twitter yang khusus menginformasikan kondisi pemantauan gunung api, agar masyarakat bisa lebih cepat lagi memperoleh berita terkini. Karena yang ada sekarang ini, selain website, kita hanya bisa menelepon atau mengirim fax.

Meskipun begitu sebagai masyarakat, saya cukup terbantu dengan adanya CCTV yang disediakan oleh PVMBG tersebut. Semoga saja informasi yang disampaikan dapat berlangsung dengan lancar, sehingga akan memudahkan pemantauan dan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi agar tidak salah langkah. Dan yang paling penting semoga Gunung Tangkuban Parahu kondisinya bisa kembali normal. Amin.

***

Namun kadang muncul juga dalam pikiran ini, bagaimana dengan orang-orang yang belum paham teknologi, khususnya Internet? Darimana mereka bisa mendapatkan informasi yang akurat? Ini jadi PR bagi kita semua yang “ngeh” dengan teknologi untuk mentransfer informasi kepada orang terdekat. Tetangga di satu RT misalnya. Agar mereka tidak mudah percaya begitu saja dengan berita yang mereka terima dari sms, atau media televisi.

Komentar»

1. peyek - September 12, 2012

“memilih informasi yang berasal dari lembaga yang berwenang menangani masalah tersebut agar tidak terjadi kekeliruan informasi”

Analisa yang jeli, saya setuju dengan kalimat anda yang saya kutip diatas, sepanjang memang benar-benar lembaga resmi pemerintahan itu selalu update informasi mengenai bencana yang terkait, tapi sayangnya tidak semua demikian. Untuk informasi status bencana mungkin iya, terlebih ketika bencana itu menjadi perhatian publik, tapi untuk informasi yang lain selain informasi bencana dimana publik perlu untuk tahu, lembaga terkait masih menyajikan data yang tidak valid dan kedaluwarsa, yang semestinya sudah menjadi kewajiban bagi mereka.

indra kh - September 13, 2012

Betul, itulah yang disayangkan, Cak. Semestinya instansi pemerintah menjadi yang terdepan dalam menyajikan informasi bagi pemerintah, bukan malah paling tertinggal. Kadang kecewa ketika mengakses websitenya ternyata beritanya sudah ketinggalan sekian tahun.

2. lola - September 12, 2012

memilih info bencana tu emang gampang2 susah..ga tau bener apa salah

3. gogo - September 12, 2012

nah itu dia, bagaiman pihak terkait yg bertanggung jawab dlm menyalurkan n mengolah informasi yg tepat aktual bg publik.

indra kh - September 13, 2012

Iya, masak kalah sama berita perseorangan yang gak dapat gajihan yah🙂

4. Yudhi Hendro - September 12, 2012

Memilih informasi dari sumber resmi yang terpercaya, Kang

indra kh - September 13, 2012

Betul mas, dahulukan dari sumber resmi

5. yisha - September 13, 2012

tetap waspada ya, ka……..

6. Pondok Print - September 17, 2012

sumber informasi jangan salah pilih, biasanya di tv suka melebih-lebihkan berita yang ada

7. ibinmuksin - September 22, 2012

blogwalking

8. bang jay ngeblog - November 24, 2012

keren gan artikelnya, salam kenal ya gan
Bang Jay Ngeblog

9. nengthree - Januari 9, 2013

5 mei 1982 kang indra sudah jadi anak-anak..hebat..
Saya belum lahir loh
#salahfokus

indra kh - Januari 10, 2013

2013 mah sudah punya anak ya, mau nambah bahkan, hihi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: