jump to navigation

Lahang yang “Terbuang” Maret 26, 2013

Posted by indra kh in culture, featured, food and drink, nostalgia.
Tags: , , ,
trackback

Lain dulu lain sekarang. Makin ke sini pedagang lahang kian kesulitan ruang. Jika dulu sempat disuka orang, namun sekarang pembelinya makin jarang.  Makanya, tidak heran jika pedagang pun enggan berjualan lahang. Terbuang.

"Pedagang lahang, mencoba bertahan di ibukota (dok - indrakh)

“Pedagang lahang, mencoba bertahan di ibukota (dok – indrakh)

Anda kenal lahang, atau pernah mencobanya? Minuman tradisional ini berasal dari nira yang disadap dari pohon aren.  Lahang biasanya dikemas dalam beberapa batang bambu yang disusun dalam pikulan. Jika ada pembeli, pedagang lahang akan menuangkan lahang yang ada di dalam batang bambu ke dalam gelas. Alasan penggunaan bambu sebagai wadah mungkin agar terasa dingin saat akan diminum. Rasanya manis, dingin dan menyegarkan. Meskipun ada juga orang yang kurang suka dengan baunya yang dianggap tidak enak.

***

Aktivitas menyadap nira untuk lahang biasanya dilakukan di pagi hari, jauh sebelum matahari bersinar atau di sore hari sebelum matahari terbenam. Tujuannya agar air nira yang disadap belum terbentuk menjadi asam cuka atau tuak. Bagian pohon aren yang di sadap adalah tangkai bunga jantan. Pohon aren mulai bisa di sadap pada usia 5 tahun, dan puncak produksi antara 10-20 tahun. Dari satu pohon bisa menghasilkan sedikitnya 15-20 liter nira aren per hari. Demikian menurut informasi dari Majalah Tempo edisi 41/XII, 11 Desember 1982 yang saya baca.

"Melepas dahaga di siang hari dengan lahang (dok-indrakh)"

“Melepas dahaga di siang hari dengan lahang (dok-indrakh)”

Oh ya, yang saya belum tahu adalah apakah nama lahang ini hanya dikenal di tanah Sunda saja, atau di tempat lain pun sebutannya sama?

Memang ada yang menyamakan lahang dengan minuman legen. Mungkin karena rasanya yang mirip. Namun setahu saya nira yang diambil untuk keduanya berasal dari jenis pohon yang berbeda. Kalau lahang dari pohon aren, sedangkan kalau legen dari pohon siwalan atau lontar.

***

Zaman dulu, penjual  lahang mudah dijumpai. Apalagi di siang hari, ketika sinar matahari tengah teriknya. Meskipun sewaktu kecil saya sendiri lebih sering membeli segelas lahang usai bermain sepakbola di sore hari. Karena biasanya jika ada yang sedang bermain bola di lapangan kampung, tukang lahang akan sengaja standby di pinggir lapangan, menunggu pemain yang kehausan. Maklum di tahun 80-an masih jarang pedagang air mineral. Pilihannya hanya membeli es plastik ( di kampung saya menyebutnya dengan istilah es gayot), atau membeli lahang.

Anda punya kesan atau cerita tentang minuman jadoel yang satu ini? Silahkan berbagi di sini.

Komentar»

1. ucha - Maret 26, 2013

Lahang itu mengandung alkohol gak sih?

indra kh - Maret 27, 2013

Setahu saya tidak. Makanya air nira yang diambil dari pohon aren harus yang awal/pagi2, karena kalau ditunda hingga siang bisa jadi air cuka/tuak.

2. Dunia Ely - Maret 26, 2013

Aku pernah lihat penjual lahang ini mas, tapi lupa apa ya namanya di kampungku sana
salut kl msh ada yg berjualan, di jaman spt ini

indra kh - Maret 27, 2013

Bisa jadi tiap daerah punya nama sendiri2 untuk minuman ini ya, mbak.

duniaely - April 4, 2013

iya bener mas, pernah juga sih dulu beli tapi lupa rasanya bgmn😛

btw, blogku skrg sdh pindah nih di http://duniaely.com ..

indra kh - April 4, 2013

Waah pindahan rumah ya? Siap Mbak Ely saya segera meluncur ke TKP🙂

3. Yudhi Hendro - Maret 26, 2013

duu waktu masih anak-anak, sering beli legen. apalagi habis olahraga, rasanya manies

indra kh - Maret 27, 2013

Wah kalau legen enak ya, sekarang masih banyak yang jual, sudah dikemas dalam botol yang bagus lagi.

4. PT. Widyaloka Pool's Jasa pembuatan kolam renang - Maret 27, 2013

saya malah ga tau lahang itu apa :O
tp banyak makanan2 zaman dulu yg dikangenin. kue cubit, ice cream roti, manisan gula, sama apa lg yaa lupa namanya😦
childhood

5. indra kh - Maret 27, 2013

Wah kue cubit, kayaknya kalau ada tertarik beli juga. Udah mulai jarang itu🙂

6. Emanuel Setio Dewo - Maret 28, 2013

Ehm… saya belum pernah meminumnya. Pengen juga sih ngerasain kalau ketemu penjualnya. BTW, Lahang bisa dikemas dalam kemasan industri?

indra kh - Maret 28, 2013

Mungkin bisa. Tapi kalau legen sudah mulai jadi industri rumah tangga, tidak sekedar dijajakan berkeliling seperti lahang

7. whysooserious - Maret 28, 2013

saya pikir sama dengan legen, ternyata beda ya🙂
kalau legen, sampai sekarang masih bisa dijumpai di pinggir jalan walaupun tidak banyak

indra kh - Maret 28, 2013

Iya dulu juga saya nyangkanya sama, ternyata beda sumber air niranya🙂

8. lovelyristin - Maret 29, 2013

Salam kenal pak! Kunjungan balik nih..🙂 btw aku baru tau nih ada nama minuman lahang, legend hihihi… Jadi penasaran sama minuman lahang, kayaknya segar ya? Dan saya juga belum pernah lihat ada org jualan minuman pake bambu gitu… Beneran deh jadi penasaran hehe

indra kh - Maret 30, 2013

Trims sudah berkunjung balik🙂 Iya pedagang lahang sudah makin jarang, kalau legen relatif masih bisa dijumpai di jatim sana,

9. Ina - Maret 30, 2013

makasih sudah follow….
lahang? baru dengar nih pak. kenalnya cuman legen aja. koq bisa rasanya mirip yah…legen setau saya bisa melunturkan batu ginjal, klo lahang ada khasiatnya juga gak yah?

indra kh - April 1, 2013

Mungkin karena sama2 berasal dari air nira jadi rasanya mirip. Nah kalau untuk khasiatnya saya juga belum tahu, mbak🙂

10. Ni Made Sri Andani - Maret 31, 2013

lahang itu sama dengan tuak yang belum jadi kan ya?

indra kh - April 1, 2013

Iya betul, mbak. Nantinya bisa jadi asam cuka atau tuak.

11. Nathalia DP - April 4, 2013

engga pernah liat yang jual lahang di bandung..

indra kh - April 4, 2013

Iya teh udah susah, ini juga justru nemunya di Jkt😀 Kadang-kadang suka lihat sih di Punclut.

12. capung2 - April 5, 2013

di jkt kyknya udah gag ada ya sekarang… apa msh ada penjual lahang ini?! Slm kenal !

indra kh - April 5, 2013

Salm kenal kembali, trims sudah mampir. Iya sudah jarang sekali, waktu itu kebetulan saya nemu di sekitar Kuningan Barat, seperti dalam foto yang ditampilkan dalam tulisan ini.

13. ratutebu - April 6, 2013

saya malah baru tahu kalo namanya lahang..
belum pernah nyicip juga mas.. hihihihi.. maklum saya sekarang menetap di tengah kebon tebu.. hihihihi..

14. pursuingmydreams - April 6, 2013

Di Jakarta kadang masih sering dijumpai penjual lahang, saya baru tau namanya lahang. Saya belum pernah beli, mungkin rasanya spt air tebu kah?😉.

15. rezhafalaq - April 10, 2013

oalah pantesan waktu itu belinya sore abis futsal eh malah agak keleyengan abisnya…. hhhhaa

oia siapa tau yang mau berinvestasi tanah atau usaha perikanan ane lagi jual tanah nih dijwatimur tulungagung

http://layarrusak.wordpress.com/2013/04/10/jual-tanah-strategis-tulungsgung-jawa-timur/?blogsub=confirmed#blog_subscription-2

16. Artie - April 13, 2013

wah lahang ini sekarang bisa dijumpai dimana ya?

17. saeful99 - Agustus 15, 2013

kalo d bandung yang ualan lahang daerah mana ya?

18. Indra Krishna - September 8, 2013

lahang enak nih walau harganya 5rb , tadi saya beli di balkot🙂

19. Mas Fay - Oktober 8, 2013

Masih lumayan gampang kok,… saya hampir setiap pagi mampir minum lahang ini istirahat sejenak sehabis naik motor perjalannan dari depok plasa senayan lewat bawah putaran senayan city,…adanya persis di pinggir jalan raya GOR pertamina simpruk jakarta selatan sebelah kiri l berasal dari Rangkasbitung lumayan seger masih asli pula seuger makyos Hehehe hanya 3000 rupiah,..silahkan memburunya ya,…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: