jump to navigation

Tukang Cukur di Indonesia Desember 6, 2013

Posted by indra kh in Budaya, culture, Jalan-jalan.
Tags: , , , , , ,
23 comments

Kiprah tukang cukur di Indonesia menarik untuk ditelisik. Selama ini ada dua daerah yang dikenal sebagai penghasil tukang cukur di negeri ini, Garut dan Madura. Sejak kapan orang-orang dari kota intan dan pulau garam ini menjadi tukang pangkas rambut, dan mengapa profesi itu yang mereka pilih?

Tukang cukur Asgar - Foto: indra kh

Tukang cukur Asgar – Foto: indra kh

Pada awalnya penyebaran cikal bakal tukang cukur asal Garut dan Madura ke seluruh nusantara ini tidak terlepas dari adanya konflik di daerah masing-masing. Dede Saefudin, Kepala Desa Bagendit (salah satu desa pemasok tukang cukur Garut) dalam sebuah wawancara di Trans7  (20/11/2013) mengatakan bahwa kiprah orang Garut mulai jadi tukang cukur itu diawali pada saat adanya pemberontakan DI/TII. Dalam kurun waktu antara tahun 1949 hingga tahun 1950-an banyak orang Garut yang mengungsi ke berbagai daerah untuk menyelamatkan diri. Untuk bertahan hidup, salah seorang diantaranya ada yang memilih menjadi tukang pangkas rambut. Melihat kesuksesannya banyak pemuda asal Garut, khususnya orang Banyuresmi, Wanaraja, dan sekitarnya yang kemudian mengikuti jejak sebagai pencukur rambut.

(lebih…)

Iklan

Lahang yang “Terbuang” Maret 26, 2013

Posted by indra kh in culture, featured, food and drink, nostalgia.
Tags: , , ,
31 comments

Lain dulu lain sekarang. Makin ke sini pedagang lahang kian kesulitan ruang. Jika dulu sempat disuka orang, namun sekarang pembelinya makin jarang.  Makanya, tidak heran jika pedagang pun enggan berjualan lahang. Terbuang.

"Pedagang lahang, mencoba bertahan di ibukota (dok - indrakh)

“Pedagang lahang, mencoba bertahan di ibukota (dok – indrakh)

Anda kenal lahang, atau pernah mencobanya? Minuman tradisional ini berasal dari nira yang disadap dari pohon aren.  Lahang biasanya dikemas dalam beberapa batang bambu yang disusun dalam pikulan. Jika ada pembeli, pedagang lahang akan menuangkan lahang yang ada di dalam batang bambu ke dalam gelas. Alasan penggunaan bambu sebagai wadah mungkin agar terasa dingin saat akan diminum. Rasanya manis, dingin dan menyegarkan. Meskipun ada juga orang yang kurang suka dengan baunya yang dianggap tidak enak.

(lebih…)

Sepanjang Jalan Kenangan April 13, 2012

Posted by indra kh in culture, lingkungan, sosial.
Tags: , , , ,
4 comments

Jalan warga yang berada di Kampung Nyalindung, Ciumbuleuit ini tentu kalah populer dengan route 66, atau yang lebih dikenal dengan  The Main Street of America. Terlalu jauh bandingannya. Namun nasibnya kurang  lebih sama, kena gusur! Jika route 66 yang merupakan peninggalan tahun 1926 digusur akibat ambisi Presiden AS Dwight Eisenhower yang menginginkan jalan di Amerika bisa sebagus di Jerman, kalau jalan warga di kawasan Punclut ini kena gusur oleh pengembang yang ingin mengubah jalan jadi pemukiman mewah.

Jalan lama yang kini tiada (dok-indrakh)

Route 66 yang legendaris masih lebih beruntung sebenarnya, karena jalan sepanjang 3.940 km ini masih bersisa. Beberapa bagian jalan di Springfield, Missouri, dan Tulsa masih dipelihara dengan baik. Sedangkan jalan warga di Nyalindung ini nasibnya lebih merana, dibuldozer habis untuk pemukiman.

(lebih…)

Menyelamatkan Kenangan Maret 8, 2012

Posted by indra kh in culture, featured, hidup, inspirasi, Jepang, sosial.
Tags: , , , , , , ,
4 comments

Nilai sebuah foto bagi seseorang sulit diprediksi. Bila di mata seseorang sebuah foto dianggap foto biasa-biasa saja, belum tentu orang lain memiliki penilaian yang sama.  Boleh jadi potret tersebut dianggap sangat berharga karena menyimpan sebuah kenangan. Itulah sepertinya yang melatarbelakangi Kuniomi Shibata ketika akan membuat proyek Anata no Omoide Mamori-Tai (menyimpan kenangan) beberapa waktu lalu, yakni sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mengumpulkan foto-foto yang tercecer akibat tsunami yang meluluhlantakan kota Yamamoto, Jepang.

Kenangan yang tersisa (foto diambil dari shineyourlight-shineyourlight.blogspot.com)

Awalnya pada tahun lalu, lewat Google map Shibata sempat termenung ketika melihat sejumlah kota di Jepang yang telah hancur oleh terjangan tsunami. Peninggalan yang masih tersisa adalah foto-foto yang pernah diupload orang-orang ke Internet. Lewat foto-foto tersebut dia menjadi teringat kembali pada kenangan tentang kotanya sebelum tsunami.

(lebih…)

Keberanian untuk Merantau Juni 9, 2011

Posted by indra kh in culture, hidup, inspirasi, serbaneka, sosial.
Tags: , , , , , ,
18 comments

Namanya Syahrizal, sebut saja seperti itu. Siang itu ketika saya datang ke kiosnya, dia terlihat bingung mendengar omongan saya dalam bahasa Sunda: “Ngagentos jok sabaraha ieu? Tiasa diantosan teu? (Kalau mau mengganti jok motor berapa harganya? Bisa ditunggu tidak?” tanya saya kepadanya. “Maaf Pak, Saya belum mengerti bahasa Sunda,” ujarnya. “Ohhh …. Saya kira orang Sunda, hehe” kata saya.

Merantau: dari Pesisir Padang ke Bandung (dok-indrakh)

Akhirnya saya lanjutkan obrolan dalam bahasa Indonesia saja. Ternyata Syahrizal ini baru tiga bulan tinggal di Bandung, sehingga masih kesulitan memahami bahasa Sunda. Dia ikut berdagang untuk membantu kakaknya yang lebih dulu merantau ke Tanah Priangan yang membuka kios servis jok sepeda motor dan mobil. Pemuda ini asal Minangkabau, tepatnya dari wilayah pesisir Padang.

(lebih…)