jump to navigation

“Tamasya” Warung Tegal Mei 31, 2014

Posted by indra kh in Budaya, Jalan-jalan, kuliner.
Tags: , ,
1 comment so far

Suatu hari anak-anak pernah bertanya kepada saya tentang Warung Tegal. Untuk memupus rasa kepenasaran mereka, tadi pagi – sebelum hiking – saya ajak anak-anak untuk sarapan di Warteg.

Warteg, inspirasi teknologi touchscreen dan voice command :) (Foto: Indra KH)

Warteg, inspirasi teknologi touchscreen dan voice command :) (Foto: Indra KH)

Bila melihat respon pelayanannya, Warteg sebenarnya lebih layak disebut sebagai rumah makan cepat saji, dibandingkan sejumlah rumah makan ala barat yang mengklaim sebagai fast food restaurant.

(lebih…)

Dari Lembang ke Manchester, dari Stadion Bentang Menuju Old Trafford Mei 31, 2014

Posted by indra kh in Jalan-jalan, Lembang, sepakbola.
Tags: , , , , , ,
2 comments

Sinar mentari masih terasa hangat dan belum menyengat di pagi itu. Seusai hiking, keluarga kami mampir sejenak di Stadion Bentang, karena si bungsu ingin masuk ke bangunan tersebut. Ini kali kedua dia saya ajak memasuki stadion. Tadinya saya berharap ada tim yang sedang bertanding, agar sambil duduk-duduk di tribun sambil menikmati makanan ringan Smax Ring, anak-anak juga bisa menonton pertandingan sepakbola. Sayangnya waktu itu hanya ada sebuah tim yang sedang berlatih di satu sisi, dan sejumlah anak-anak yang bermain sepakbola di sisi lainnya. Meskipun begitu, aksi mereka tetap membuat anak-anak senang, apalagi di sisi utara stadion ada pemandangan lain yang juga tak kalah menarik dan indah, yaitu Panorama Gunung  Tangkuban Parahu.

Menonton sepakbola, menikmati Smaxx, dan menyaksikan Tangkuban Parahu (Foto: Indra KH)

Menonton sepakbola, sambil menikmati Smax Ring, dan melihat panorama Tangkuban Parahu (Foto: Indra KH)

Bercerita sedikit mengenai Stadion Bentang, lahan stadion ini dulunya merupakan milik Lembangsche Melkerij Ursone, perusahaan pemerahan susu di Lembang yang terkenal di zaman Belanda dan menjadi salah satu pemasok susu sapi bagi Bandoengsche Melk Centrale (BMC). Stadion satu-satunya di kota Lembang ini merupakan pengganti dari Stadion Gunung Sari. Berlokasi di wilayah Desa Lembang, tak jauh dari SDN Lembang 3 dan 10, bagi yang sudah ke Floating Market Lembang akan sangat mudah menemukan bangunan ini, karena ketika keluar dari area tempat wisata tersebut akan terlihat jelas Stadion Bentang di sebelah barat.

(lebih…)

Jalan Alternatif Bandung – Lembang Mei 22, 2014

Posted by indra kh in Jalan-jalan, Lembang.
Tags: , , , , , , , ,
3 comments

Salah satu tulisan di blog ini yang banyak dikunjungi orang adalah tentang “Rute alternatif Bandung – Lembang.” Dugaan saya, informasi jalan alternatif pada postingan tersebut dibutuhkan karena Anda ingin menghindari kemacetan yang biasa menyergap Lembang di akhir pekan, atau memang sedang ingin mencoba rute yang baru, karena bosan melewati jalur yang itu-itu saja.

Jalan alternatif Bandung - Lembang (indra kh)

Jalan alternatif Bandung – Lembang (indra kh)

(lebih…)

Melihat Lembang dan Bandung dari Puncak Gunung Batu Mei 18, 2014

Posted by indra kh in anak, hiking, Jalan-jalan, keluarga, pendidikan.
Tags: , , , , , , , , ,
11 comments

Hari Sabtu atau Minggu adalah jadwal hiking buat keluarga kami.  Tujuan kali ini adalah puncak Gunung Batu (1228 m) di daerah Pagerwangi, Lembang (-6.830269,107.636036). Dari atas Gunung yang terbentuk dari hasil interupsi lava yang muncul ke permukaan akibat gesekan lateral patahan itu, rencananya kami ingin melihat panorama pegunungan yang mengelilingi Lembang dan Bandung serta patahan Lembang ke arah timur.

Gunung Batu dari kejauhan (foto: indra kh)

Gunung Batu dari kejauhan (foto: indra kh)

Menggunakan Delman

Dari pusat Kota Lembang sebenarnya ada beberapa alternatif moda transportasi yang bisa dipilih untuk menuju Gunung Batu. Pilihannya bisa menggunakan angkot Lembang – Cibodas, ojek, atau delman. Karena kemarin anak bungsu kami meminta untuk naik delman, akhirnya moda transportasi itulah yang dipilih. Tarif delman dari Pasar Panorama menuju Jl. Maribaya/Buni Asih sebenarnya 2000 Rupiah/orang, hanya saja karena kasihan melihat kusir delman yang tampak kelelahan kami kemudian memberi 12 ribu Rupiah untuk 4 orang. (lebih…)

Tukang Cukur di Indonesia Desember 6, 2013

Posted by indra kh in Budaya, culture, Jalan-jalan.
Tags: , , , , , ,
21 comments

Kiprah tukang cukur di Indonesia menarik untuk ditelisik. Selama ini ada dua daerah yang dikenal sebagai penghasil tukang cukur di negeri ini, Garut dan Madura. Sejak kapan orang-orang dari kota intan dan pulau garam ini menjadi tukang pangkas rambut, dan mengapa profesi itu yang mereka pilih?

Tukang cukur Asgar - Foto: indra kh

Tukang cukur Asgar – Foto: indra kh

Pada awalnya penyebaran cikal bakal tukang cukur asal Garut dan Madura ke seluruh nusantara ini tidak terlepas dari adanya konflik di daerah masing-masing. Dede Saefudin, Kepala Desa Bagendit (salah satu desa pemasok tukang cukur Garut) dalam sebuah wawancara di Trans7  (20/11/2013) mengatakan bahwa kiprah orang Garut mulai jadi tukang cukur itu diawali pada saat adanya pemberontakan DI/TII. Dalam kurun waktu antara tahun 1949 hingga tahun 1950-an banyak orang Garut yang mengungsi ke berbagai daerah untuk menyelamatkan diri. Untuk bertahan hidup, salah seorang diantaranya ada yang memilih menjadi tukang pangkas rambut. Melihat kesuksesannya banyak pemuda asal Garut, khususnya orang Banyuresmi, Wanaraja, dan sekitarnya yang kemudian mengikuti jejak sebagai pencukur rambut.

(lebih…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 185 pengikut lainnya.