jump to navigation

“Tamasya” Warung Tegal Mei 31, 2014

Posted by indra kh in Budaya, Jalan-jalan, kuliner.
Tags: , ,
1 comment so far

Suatu hari anak-anak pernah bertanya kepada saya tentang Warung Tegal. Untuk memupus rasa kepenasaran mereka, tadi pagi – sebelum hiking – saya ajak anak-anak untuk sarapan di Warteg.

Warteg, inspirasi teknologi touchscreen dan voice command :) (Foto: Indra KH)

Warteg, inspirasi teknologi touchscreen dan voice command :) (Foto: Indra KH)

Bila melihat respon pelayanannya, Warteg sebenarnya lebih layak disebut sebagai rumah makan cepat saji, dibandingkan sejumlah rumah makan ala barat yang mengklaim sebagai fast food restaurant.

(lebih…)

Jalan Alternatif Bandung – Lembang Mei 22, 2014

Posted by indra kh in Jalan-jalan, Lembang.
Tags: , , , , , , , ,
3 comments

Salah satu tulisan di blog ini yang banyak dikunjungi orang adalah tentang “Rute alternatif Bandung – Lembang.” Dugaan saya, informasi jalan alternatif pada postingan tersebut dibutuhkan karena Anda ingin menghindari kemacetan yang biasa menyergap Lembang di akhir pekan, atau memang sedang ingin mencoba rute yang baru, karena bosan melewati jalur yang itu-itu saja.

Jalan alternatif Bandung - Lembang (indra kh)

Jalan alternatif Bandung – Lembang (indra kh)

(lebih…)

Melihat Lembang dan Bandung dari Puncak Gunung Batu Mei 18, 2014

Posted by indra kh in anak, hiking, Jalan-jalan, keluarga, pendidikan.
Tags: , , , , , , , , ,
11 comments

Hari Sabtu atau Minggu adalah jadwal hiking buat keluarga kami.  Tujuan kali ini adalah puncak Gunung Batu (1228 m) di daerah Pagerwangi, Lembang (-6.830269,107.636036). Dari atas Gunung yang terbentuk dari hasil interupsi lava yang muncul ke permukaan akibat gesekan lateral patahan itu, rencananya kami ingin melihat panorama pegunungan yang mengelilingi Lembang dan Bandung serta patahan Lembang ke arah timur.

Gunung Batu dari kejauhan (foto: indra kh)

Gunung Batu dari kejauhan (foto: indra kh)

Menggunakan Delman

Dari pusat Kota Lembang sebenarnya ada beberapa alternatif moda transportasi yang bisa dipilih untuk menuju Gunung Batu. Pilihannya bisa menggunakan angkot Lembang – Cibodas, ojek, atau delman. Karena kemarin anak bungsu kami meminta untuk naik delman, akhirnya moda transportasi itulah yang dipilih. Tarif delman dari Pasar Panorama menuju Jl. Maribaya/Buni Asih sebenarnya 2000 Rupiah/orang, hanya saja karena kasihan melihat kusir delman yang tampak kelelahan kami kemudian memberi 12 ribu Rupiah untuk 4 orang. (lebih…)

Tukang Cukur di Indonesia Desember 6, 2013

Posted by indra kh in Budaya, culture, Jalan-jalan.
Tags: , , , , , ,
21 comments

Kiprah tukang cukur di Indonesia menarik untuk ditelisik. Selama ini ada dua daerah yang dikenal sebagai penghasil tukang cukur di negeri ini, Garut dan Madura. Sejak kapan orang-orang dari kota intan dan pulau garam ini menjadi tukang pangkas rambut, dan mengapa profesi itu yang mereka pilih?

Tukang cukur Asgar - Foto: indra kh

Tukang cukur Asgar – Foto: indra kh

Pada awalnya penyebaran cikal bakal tukang cukur asal Garut dan Madura ke seluruh nusantara ini tidak terlepas dari adanya konflik di daerah masing-masing. Dede Saefudin, Kepala Desa Bagendit (salah satu desa pemasok tukang cukur Garut) dalam sebuah wawancara di Trans7  (20/11/2013) mengatakan bahwa kiprah orang Garut mulai jadi tukang cukur itu diawali pada saat adanya pemberontakan DI/TII. Dalam kurun waktu antara tahun 1949 hingga tahun 1950-an banyak orang Garut yang mengungsi ke berbagai daerah untuk menyelamatkan diri. Untuk bertahan hidup, salah seorang diantaranya ada yang memilih menjadi tukang pangkas rambut. Melihat kesuksesannya banyak pemuda asal Garut, khususnya orang Banyuresmi, Wanaraja, dan sekitarnya yang kemudian mengikuti jejak sebagai pencukur rambut.

(lebih…)

Keroncong Stasiun Gambir Oktober 3, 2013

Posted by indra kh in Jalan-jalan, music, pertunjukan, serbaneka.
Tags: , , , , ,
16 comments

Petang hampir datang di Stasiun Gambir. Di stasiun terbesar di Jakarta yang dulu bernama Koningsplein itu tampak lima orang pria sedang sibuk menyiapkan alat-alat musik keroncong: biola, ukulele, dan kontabass. Seusai menyetem  alat musik, mereka kemudian berganti kostum dengan pakaian putih-putih dan juga topi putih ala pengawas di zaman  Belanda.

Grup Keroncong Gambir Merdeka (Foto: indra kh)

Grup Keroncong Gambir Merdeka (Foto: indra kh)

Ada pemandangan unik waktu itu. Sambil mengganti kostum, salah seorang diantara pemain saya lihat meminum jamu tolak angin sachet terlebih dahulu. “Ritual supaya tidak masuk angin, mas?” Tanya saya kepadanya. Pria pemain ukulele ini hanya tertawa  saja mendengar pertanyaan saya.

10 menit jelang pukul 15.00 WIB. Beberapa saat lagi grup musik bernama Keroncong Gambir Merdeka ini akan mentas di atas panggung sebelah barat stasiun. Setiap harinya, hingga pukul 16.00 WIB, kelima pria ini membawakan sejumlah lagu keroncong untuk menghibur penumpang kereta api yang menunggu keberangkatan.

(lebih…)

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 183 pengikut lainnya.