jump to navigation

Ngabuburit & Ngabeubeurang dengan Delman Juli 1, 2014

Posted by indra kh in Budaya, Bulan Puasa, ramadhan.
Tags: , , , , , ,
11 comments

Melihat delman melintasi Jalan Merdeka, sekitar balaikota, di hari kerja bukanlah pemandangan yang biasa. Di setopan Tegalega bahkan menemukan lagi kereta kuda yang lainnya. Dipenuhi dengan penumpang bocah, beberapa diantara mereka sempat-sempatnya bergaya sambil tertawa saat istri saya terlihat membidikkan kamera ke arah mereka. Anak-anak ini terlihat ceria, “ngabeubeurang” dengan cara naik delman, keliling Tegalega.

Delman berpenumpang para bocah melintasi Tegalega (dok: Noorin)

Delman berpenumpang para bocah melintasi Tegalega (dok: Noorin)

Seusai mengantarkan istri tercinta ke tempat kerja, saya kemudian memilih Jalan Bojongloa untuk jalan pintas. Tanpa disangka di sekitar makam Astanaanyar menemukan delman lagi. Kali ini jumlahnya ada dua. Sekumpulan bocah terlihat berlomba untuk menaiki kedua delman tersebut. Oh…mungkin delman yang saya lihat di Tegalega tadi juga asalnya dari tempat ini.

(lebih…)

Iklan

Masjid-masjid di rest area Agustus 3, 2012

Posted by indra kh in hidup, Islam, Jalan-jalan, Masjid, ramadhan, rest area, serbaneka.
Tags: , , , , , , , ,
3 comments

Di zaman dulu, jika sedang melakukan perjalanan Bandung – Jakarta atau sebaliknya, rumah makan atau restoran seringkali menjadi pilihan sebagai tempat pemberhentian jika akan menunaikan shalat. Kebetulan, di sepanjang Cipanas hingga Puncak banyak sekali tempat makan yang juga menyediakan mushala bagi pengunjungnya. Seingat saya salah satu yang terkenal pada masa itu adalah restoran Roda, yang menjadi tempat pemberhentian Bus Medal Sekarwangi, sang pelopor Bus Patas Bandung Jakarta.

Masjid At Taubah, rest area km 57

Sayangnya, kebanyakan mushala di tempat makan tersebut kurang representatif. Kalau meminjam istilah Ustadz Yusuf Mansur, mushalanya ada di bagian bangunan yang ter …: terbau, terpanas, tersudut, tersempit, terkotor, dsb. Memang ada juga sih masjid yang bagus untuk tempat shalat seperti contohnya Masjid Ciloto, namun karena kebanyakan orang-orang yang melakukan perjalanan itu ingin sekalian makan juga makanya restoran lebih banyak dipilih dibandingkan masjid.

(lebih…)

Baitul Amanah, Masjid Para Musafir Jalur Selatan Agustus 16, 2010

Posted by indra kh in culture, Jalan-jalan, Masjid, ramadhan, religion.
Tags: , ,
5 comments

Seperti bulan puasa di tahun-tahun sebelumnya, pada bulan Ramadhan kali ini Saya akan kembali  menulis tentang beberapa Masjid. Tulisan kali ini adalah tentang Masjid Baitul Amanah di Jamanis, Rajapolah.

Masjid Baitul Amanah, Jamanis, Rajapolah (dok-indrakh)

Jika ditanyakan nama Masjid Baitul Amanah, Jamanis, saya yakin sebagian besar dari Anda akan sedikit mengernyitkan dahi, dimanakah lokasi tepatnya? Namun jika disebutkan nama Masjid Itje boleh jadi akan langsung terbayang. Mengapa sering disebut Masjid Itje? Karena penyanyi dangdut Itje Tresnawati-lah yang mendirikan masjid ini,hasil keuntungan dari penjualan album “Duh Engkang” yang meledak di tahun 90an.

(lebih…)

Ngabuburit September 8, 2009

Posted by indra kh in culture, hidup, Islam, ramadhan, serbaneka.
Tags: ,
18 comments

Suasana petang di Bulan Ramadhan biasanya cenderung ramai dibandingkan bulan lainnya. Waktu Maghrib menjadi momen yang paling dinanti banyak orang. Alun-alun kota, masjid raya,  pusat belanja dan berbagai area terbuka  mendadak lebih ramai oleh aktivitas orang-orang yang ingin mengisi waktu menunggu senja di bulan puasa. Kegiatan semacam itu dikenal juga dengan istilah “ngabuburit.”

"Menyimak ceramah sore di Masjid Raya Bandung, sambil ngabuburit (dok/indrakh)

"Menyimak ceramah sore di Masjid Raya Bandung, sambil ngabuburit (dok/indrakh)

Kata ngabuburit sendiri sebenarnya berasal dari Bahasa Sunda. Dalam Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan Lembaga Basa dan Sastra Sunda (LBSS) disebutkan bahwa ngabuburit adalah “ngalantung ngadagoan burit,” yang artinya kurang lebih bersantai-santai sambil menunggu waktu sore. Dugaan saya, istilah tersebut menjadi terkenal di Indonesia karena peranan orang-orang Sunda di Ibukota yang turut mempopulerkannya, yang kemudian diikuti oleh media.

(lebih…)

Nestapa Mushala di Pusat Belanja Agustus 26, 2009

Posted by indra kh in hidup, Islam, Jalan-jalan, Masjid, ramadhan.
Tags: , , ,
23 comments

Pusat perbelanjaan atau mal di negeri ini terus bertambah bak cendawan di musim hujan. Setiap tahun muncul mal baru, terutama di kota-kota besar. Namun, bila kita amati tidak banyak pusat perbelanjaan  yang menyediakan mushala yang layak dan nyaman bagi pengunjungnya. Sebagian besar pusat perbelanjaan menempatkan mushala satu lantai dengan area parkir pengunjung di basement. Padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, yang tentunya membutuhkan tempat ibadah yang nyaman untuk menunaikan shalat lima waktu.

"Petunjuk mushala di sebuah mal (doc/indrah)"

"Petunjuk mushala di sebuah mal (doc/indrah)"

(lebih…)