jump to navigation

Pertokoan King’s Kebakaran Juni 24, 2014

Posted by indra kh in Bandung, bencana.
Tags: , , ,
3 comments

Seusai mengantarkan istri tercinta ke tempat kerja, kupacu si biru menuju Bojongloa. Ketika berhenti di perempatan Pasirkoja, di arah timur tampak asap membubung tinggi. Kepulan berwarna hitam tampak kentara dalam pandangan mata, karena langit di atas Bandung tadi pagi sebenarnya sedang cerah tersinari matahari.

Raungan sirene mobil pemadam kebakaran terdengar bersahutan setibanya di Dewi Sartika, dan kulihat begitu banyak orang berkumpul di depan toko Yogya. Sebagian dari mereka tampak sedang membidikkan kamera ponselnya dari jauh, memotret King’s Shopping Centre yang sedang dilalap api. Garis polisi sudah melintang di mulut Kepatihan, sehingga mereka tak bisa mengambil gambar lebih mendekat lagi.

King's Shopping Centre dilalap si jago merah

King’s Shopping Centre dilalap si jago merah (foto: indra kh)

Para pekerja di sekitar Dalem Kaum dan Kepatihan hari ini terpaksa tak bisa masuk kerja, karena kebakaran menunda aktivitas mereka. Menurut berita, kebakaran Kings sudah terjadi sejak semalam tadi. Entah sampai kapan sang jago merah akan terus menyala, karena kobaran apinya belum juga mati hingga kini.

(lebih…)

Floating Market Lembang Januari 3, 2013

Posted by indra kh in Bandung, Jalan-jalan, Lembang, travel and places.
Tags: , , , , , , , ,
37 comments

Kian hari kian sedikit situ, atau danau yang masih bertahan di kota besar, terutama yang dekat ke pusat kota. Sebagian sudah beralih fungsi menjadi permukiman  atau pertokoan. Tengok saja Situ Aksan, salah satu peninggalan Danau Bandung Purba yang sekarang hanya tersisa dongengnya saja karena sudah berubah menjadi real estate.

Di Lembang, tak jauh dari pusat kotanya ada dua situ yang cukup besar, yakni Situ Umar, dan Situ Karang Putri. Keduanya masih bisa bertahan dan masih ramai dikunjungi karena menjadi arena pemancingan.

Situ Umar menjadi Floating Market Lembang

Situ Umar menjadi Floating Market Lembang (dok-indrakh)

Beberapa waktu lalu saya melihat banyak alat berat di sekitar Situ Umar. Awalnya saya merasa khawatir, jangan-jangan akan bernasib sama dengan Situ Aksan, yang berubah menjadi permukiman atau cluster mewah. Jika itu benar terjadi tentu sangat disayangkan, karena Lembang akan kehilangan satu danau penyimpan air, dan juga akan berisiko membahayakan  penduduk yang memililih bermukim di Situ Umar dan sekitarnya. Mengapa berbahaya? Karena Situ Umar ini sebenarnya merupakan salah satu bagian lereng dari patahan Lembang yang masih aktif bergerak hingga kini. Para peneliti LIPI sebagaimana yang mungkin pernah Anda lihat di program acara Cincin Api, KompasTV  telah menemukan fakta tanah yang berlapis-lapis di Situ tersebut, yang diduga akibat gempa bumi yang terjadi berulang kali.

(lebih…)

Sawah yang Tersisa Agustus 29, 2012

Posted by indra kh in Bandung, Environment, lingkungan, nostalgia.
Tags: , , , ,
5 comments

Di sekitar Coblong, Cihaur, Bangbayang, hingga Cisitu pemandangannya masih hijau menyejukkan. Sawahnya masih menghampar. Suara derasnya aliran air irigasi yang mengalir dari mulai pabrik kerupuk RDN hingga ke kawasan Cihaur, tempat saya bermain dulu masih membekas di ingatan

Perjalanan kemarin ketika sedang melewati kawasan Resort Dago Pakar sempat terhenti sejenak. Pandangan saya tiba-tiba  tertuju kepada hijaunya persawahan yang ada di samping jalan, tepatnya di perbatasan antara permukiman penduduk sekitar dan konplek perumahan. Ternyata masih ada sawah yang tersisa di Dago. Namun entah sampai kapan lahan tersebut akan mampu bertahan. Boleh jadi, tak lama lagi nasibnya akan sama dengan persawahan lain di Dago, menghilang dan berubah menjadi bangunan perumahan mewah.

“Salah satu sawah yang masih bertahan di Dago” (dok-indrakh)

Hingga pertengahan tahun 80-an atau menjelang awal tahun 90 sepengetahuan saya persawahan di Dago masih relatif banyak di temui. Di sekitar Coblong, Cihaur, Bangbayang, hingga Cisitu pemandangannya masih hijau menyejukkan. Hamparan sawahnya masih ada. Suara derasnya aliran air irigasi yang mengalir dari mulai pabrik kerupuk RDN hingga ke kawasan Cihaur tempat saya bermain dulu masih membekas di ingatan. Ya, meskipun tempat tinggal orang tua waktu itu bukan di Dago, namun banyak sekali saudara saya yang tinggal di sana, sehingga ketika musim libur tiba atau akhir pekan aktivitas masa kanak-kanak saya banyak dilakukan di daerah ini.

(lebih…)

Hijaunya Dago Tinggal Cerita? Januari 10, 2012

Posted by indra kh in Bandung, featured, lingkungan.
Tags: , ,
12 comments

Majalah Tempo edisi September 1981 memberitakan tentang kecemasan penurunan debit air bersih PDAM yang berasal dari perbukitan Dago. Salah satu yang dituding sebagai penyebabnya waktu itu adalah penggundulan bukit Pasirmuncang dan sekitarnya, yang akan dijadikan komplek perumahan dosen ITB, dan juga kampus Unisba. Dengan dalih semuanya sudah melalui tahapan perencanaan yang matang pembangunan akhirnya berjalan terus. “Lembaga perguruan tinggi tidak akan sembarangan berbuat,” demikian alasan yang dikemukakan pada masa itu.

Area hijau Dago - Punclut yang akan disulap menjadi perumahan (indrakh)

Kutipan berita di atas hanyalah salah satu contoh bahwa kawasan Dago yang hijau sebenarnya sudah terusik sejak lama. Kini setelah 3 dekade, Dago dan sekitarnya sudah jauh berubah. Tak hanya lembaga perguruan tinggi yang membangun di sana, investor besar seperti berlomba-lomba membangun kawasan ini. Alih fungsi lahan hijau menjadi pemukiman, hotel, restoran, toko, factory outlet, minimarket kian tak tertahankan.

(lebih…)

Bursa Buku Palasari Desember 15, 2010

Posted by indra kh in Bandung, buku, featured, Jalan-jalan, pasar, serbaneka.
Tags: , , ,
33 comments

Belakangan saya lihat bermunculan toko-toko buku baru di Bandung. Senang juga sih, karena itu artinya tempat untuk mencari buku jadi semakin banyak pilihan. Meskipun demikian, bursa buku di Palasari sepertinya tetap menjadi pilihan banyak orang untuk membeli buku.

Salah satu kios di Bursa Buku Palasari (dok- indra kh)

Saya amati banyak orang yang mendatangi toko-toko buku tersebut hanya untuk mencari informasi mengenai buku-buku apa saja yang jadi best seller saat ini; judulnya apa dan pengarangnya siapa? Usai itu tetap saja mereka akan membelinya ke Palasari karena harga yang lebih murah. Atau kalaupun datang ke toko buku tersebut hanya untuk numpang baca. 🙂

(lebih…)