jump to navigation

Mengajak Anak Berpetualang Lewat Hiking Mei 7, 2012

Posted by indra kh in anak, family, hidup, hiking, inspirasi, Jalan-jalan, keluarga, parenting, pendidikan, perkembangan anak.
Tags: , , , , ,
13 comments

Sir James Matthew Barrie, seorang novelis dan dramawan asal Skotlandia pernah berkata seperti ini: “Buatlah kaki Anda menjadi teman.” Kutipan tersebut sering dianggap sebagai salah satu inspirational hiking quotes yang pernah ada. Meskipun ada kaitan dengan kaki, J.M Barrie yang dikenal juga sebagai pengarang tokoh “Peter Pan” sepertinya tidak bermaksud untuk mengidentikkan kata-katanya itu dengan olahraga sepakbola, namun berhubungan dengan aktivitas berjalan kaki (walking) atau hiking. 

Hiking, mendekatkan anak kepada alam (dok-indrakh)

Hiking merupakan olahraga dan rekreasi yang murah untuk semua anggota keluarga. Dengan mengajak anak-anak berjalan-jalan ke alam bebas, Anda tidak perlu mengeluarkan uang sebanyak yang dikeluarkan seperti kalau Anda mengajak anak-anak untuk pelesiran ke mal.

Hiking juga menyeimbangkan aktivitas jasmani dan rohani, karena dengan berjalan kaki menjelajah alam bebas bersama keluarga  tidak hanya sekadar untuk berolahraga, berekreasi, atau berelaksasi, namun juga bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri Allah SWT Sang Maha Pencipta alam semesta.

(lebih…)

Iklan

Pengaruh Televisi Terhadap Konsentrasi Anak April 18, 2012

Posted by indra kh in anak, family, health and wellness, keluarga, parenting, pendidikan, perkembangan anak.
Tags: , , , , ,
9 comments

Dalam sebuah kuesioner sekolah yang sempat saya baca beberapa waktu lalu terdapat sejumlah pertanyaan menarik tentang tontonan anak. Sebagai contoh: Berapa lama rata-rata anak menonton televisi dalam sehari? Apakah ada batasan jenis tontonan? Siapa yang mendampingi? Apakah anak menonton sinetron? Apakah anak menonton infotainment?

Membatasi tontonan menumbuhkan minat baca (dok-indrakh)

Sangat pentingkah pengaruh tontonan bagi seorang anak sehingga perlu menjadi bahan observasi saat akan masuk sekolah? Kalau berdasarkan pengalaman saya jawabannya adalah ya! Karena kebanyakan anak sudah mulai bersentuhan dengan tayangan televisi jauh sebelum masuk usia sekolah.

(lebih…)

Bermain Tanah dan Pasir September 29, 2011

Posted by indra kh in anak, family, hidup, inspirasi, Jalan-jalan, keluarga, kreativitas, mainan.
Tags: , , ,
18 comments

Ada permainan baru yang sedang digemari si sulung beberapa pekan belakangan ini, yakni bermain tanah. Kebetulan di halaman rumah sekarang sedang banyak gundukan pasir dan tanah liat bekas galian. Setiap pulang sekolah dia akan mengajak teman-temannya di sekitar rumah untuk bermain masak-masakan dengan menggunakan tanah, pasir, dan air sebagai bahan-bahannya.

Bermain tanah melatih kreativitas (dok - indrakh)

Saking sedang semangatnya, ketika disuruh makan siang pun susahnya minta ampun! “Sudah kenyang,” alasannya. Cuaca panas terik pun bukan halangan sepertinya. Mungkin yang ada dalam benak mereka adalah yang penting main!!

(lebih…)

Pembelajaran Instan Agustus 26, 2011

Posted by indra kh in anak, pendidikan.
Tags: , , , ,
10 comments

Kita mungkin lebih sering mendengar istilah instan yang berkaitan dengan makanan atau minuman semacam mie instan, atau kopi instan. Namun ternyata sekarang ini ada juga sekolah-sekolah yang memilih pembelajaran instan, dan mengesampingkan proses. Memilih jalan pintas, dengan harapan siswa lebih memiliki percepatan dalam kemampuannya.

Ceritanya begini, si sulung sekarang ini sudah masuk kelas B (nol besar) di Taman kanak-kanak. Beberapa hari lalu dia diberikan pekerjaan rumah menulis halus oleh gurunya di sekolah. Hahh!! Menulis halus?? Gak salah?? Saya merasa aneh saja.

(lebih…)

Sambil Menunggu “Melahap” Buku Agustus 17, 2010

Posted by indra kh in culture, daily, family, hidup, keluarga, media, serbaneka, topics.
Tags: , ,
15 comments

Bila ada pepatah menyebutkan sambil menyelam minum air maka untuk episode Saya ini mungkin yang cocok adalah sambil menunggu “melahap” buku.

Tak terasa si Sulung sudah saatnya masuk Taman Kanak-kanak. Masa trial pada pertengahan Juni lalu sebenarnya berjalan dengan sukses. Dia tak perlu ditunggu di sekolahnya, sehingga Kami hanya cukup mengantar dan menjemputnya. Namun saat masa sekolah yang sebenarnya tiba, dia menjadi berubah. Sering menangis dan tidak mau ditinggal. Al hasil mulailah episode Kami berbagi jadwal untuk menunggu si Sulung di sekolahnya. Parahnya lagi dia minta ditunggui di depan pintu kelasnya, dan tidak memperbolehkan Kami menunggu di luar kelas. Supaya bisa memastikan Kami ada, katanya.

Menunggu dengan Membaca Buku (dok-indrakh)

Hingga kini belum Kami ketahui penyebabnya. Namun dia sempat bilang kepada Saya jika dirinya tidak nyaman dengan para orang tua murid yang ikut masuk ke kelas dan menunggu di samping kursi anak mereka.

(lebih…)