Pelesir ke Perkebunan Kina Bukit Tunggul Januari 18, 2010
Posted by indra kh in Jalan-jalan, Lembang, keluarga, lingkungan, travel and places.Tags: Jalan-jalan, Lembang, wisata pegunungan
22 comments
Kisah Sangkuriang dan Dayang Sumbi begitu melegenda di Tatar Sunda. Deretan Gunung Tangkuban Parahu (2.084 meter), Burangrang (2.064 meter), Bukit Tunggul (2.209 meter), Gunung Putri hingga wilayah Ujung Berung kerap disebutkan dalam epik yang berakhir tragis itu. Salah satu bagian dalam alur cerita tersebut adalah tentang asal muasal bahan Perahu Sangkuriang yang dikisahkan berasal dari pohon di wilayah timur, yang tunggulnya kemudian berubah menjadi Gunung Bukit Tunggul.
Selama ini dalam benak saya keindahan Gunung Bukit Tunggul belum bisa mengalahkan eloknya Gunung Tangkuban Parahu atau pun Gunung Burangrang. Pasalnya kedua gunung yang disebut terakhir itu lebih tersohor keindahannya dibandingkan Bukit Tunggul. Namun dugaan saya itu keliru, karena Bukit Tunggul ternyata juga memiliki pemandangan yang tak kalah eksotis.
“Derenten,” Bertahan di Tengah Kepungan Gedung dan Permukiman Oktober 24, 2009
Posted by indra kh in Environment, Jalan-jalan, keluarga, lingkungan.Tags: Bandung, Jalan-jalan, keluarga, travel
22 comments
Meneer Hoogland dan para aktivis Bandungse Zoological Park yang hidup pada tahun 1930-an mungkin tidak pernah mengira jika taman botani di sekitar Huygensweg (Tamansari) yang mereka pilih untuk Kebun Binatang Bandung akan bernasib seperti sekarang, terkepung oleh banyak bangunan. Salah satu hutan kota yang masih tersisa dan salah satu tempat rekreasi murah bagi warga kota kembang ini entah sampai kapan bisa bertahan dari desakan permukiman, perkantoran dan tempat usaha.

"Beberapa pengunjung di Kebun Binatang Bandung (dok/ikh)"
Sekedar informasi orang Sunda tempo dulu menyebut kebun binatang ini dengan istilah “Derenten,” yang diambil dari Bahasa Belanda Derentuin yang artinya kebun binatang.
Lansia Bukan Halangan Berkarya Oktober 16, 2009
Posted by indra kh in Jalan-jalan, culture, fenomena, hidup, my-life, serbaneka.Tags: Jalan-jalan, lansia, singapura, travel
16 comments
Akhir pekan lalu saya berkesempatan mengunjungi negeri tetangga, Singapura. Banyak hal yang bisa diceritakan dari hasil kunjungan tersebut, mudah-mudahan satu per satu bisa saya kupas di sini. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah bagaimana cara negeri singa itu dalam mengaryakan para lansia.

"Lansia penjual es di kawasan Bugis st, Singapura (dok/ikh)"
Ketertarikan sudah saya rasakan sejak di Bandara Internasional Changi. Dalam hati saat itu timbul pertanyaan, mengapa para petugas kebersihan di bandara tersebut orang tua semua, dan tidak ada orang muda? Ah mungkin itu hanya kebetulan di bandara saja, pikir saya.
(lagi…)
Ngabuburit September 8, 2009
Posted by indra kh in Islam, culture, hidup, ramadhan, serbaneka.Tags: lomba blog dijaminmurah.com, ramadhan
17 comments
Suasana petang di Bulan Ramadhan biasanya cenderung ramai dibandingkan bulan lainnya. Waktu Maghrib menjadi momen yang paling dinanti banyak orang. Alun-alun kota, masjid raya, pusat belanja dan berbagai area terbuka mendadak lebih ramai oleh aktivitas orang-orang yang ingin mengisi waktu menunggu senja di bulan puasa. Kegiatan semacam itu dikenal juga dengan istilah “ngabuburit.”

"Menyimak ceramah sore di Masjid Raya Bandung, sambil ngabuburit (dok/indrakh)
Kata ngabuburit sendiri sebenarnya berasal dari Bahasa Sunda. Dalam Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan Lembaga Basa dan Sastra Sunda (LBSS) disebutkan bahwa ngabuburit adalah “ngalantung ngadagoan burit,” yang artinya kurang lebih bersantai-santai sambil menunggu waktu sore. Dugaan saya, istilah tersebut menjadi terkenal di Indonesia karena peranan orang-orang Sunda di Ibukota yang turut mempopulerkannya, yang kemudian diikuti oleh media.
Nestapa Mushala di Pusat Belanja Agustus 26, 2009
Posted by indra kh in Islam, Jalan-jalan, Masjid, hidup, ramadhan.Tags: Islam, Masjid, mushala, ramadhan
22 comments
Pusat perbelanjaan atau mal di negeri ini terus bertambah bak cendawan di musim hujan. Setiap tahun muncul mal baru, terutama di kota-kota besar. Namun, bila kita amati tidak banyak pusat perbelanjaan yang menyediakan mushala yang layak dan nyaman bagi pengunjungnya. Sebagian besar pusat perbelanjaan menempatkan mushala satu lantai dengan area parkir pengunjung di basement. Padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, yang tentunya membutuhkan tempat ibadah yang nyaman untuk menunaikan shalat lima waktu.

"Petunjuk mushala di sebuah mal (doc/indrah)"


