Juli 5, 2008
Menjamurnya bisnis travel point to point atau shuttle service Bandung – Jakarta belakangan ini tidak serta merta membuat mudah bagi konsumen untuk memilih. Jumlah travel memang banyak, apalagi saat ini lokasi point-nya kian bertambah. Namun mencari travel yang aman dan nyaman, itu yang gampang-gampang susah.
Bila saya amati nampaknya belum ada pengusaha travel yang mampu mengkombinasikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh travel-travel saingannya sebagai nilai jual mereka.
Berbicara kenyamanan, kalau boleh memilih travel-travel yang mengusung 6 seat plus 1 (di depan) dan menyediakan mobil-mobil gres bagi konsumennya adalah yang layak dikedepankan. Di jajaran ini misalnya hadir City Trans, Transporter, atau Teletrans.
Namun bila ukuran kenyamanan itu adalah bagi travel yang memberikan kesempatan transit di rest area, maka Cipaganti salah satu nominatornya.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Jalan-jalan, serbaneka, transportation, travel and places | yang berkaitan: travel |
Permalink
Ditulis oleh indra kh
Juni 20, 2008
Anak adalah amanah. Anak adalah mutiara keluarga. Para orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik dalam segala hal untuk anaknya. Mulai kasih sayang, perhatian, makanan, pendidikan, termasuk tontonan mereka. Nah masalahnya ternyata tak mudah mendapatkan tontonan yang bisa menjadi tuntunan untuk anak. Jika Anda memilih televisi sebagai andalan, siap-siaplah untuk kecewa. Kotak ajaib itu cenderung lebih menggiring para bocah untuk menjadi lebih konsumtif, dan mungkin hedonis maupun permisif di masa depannya.

“Alternatif tontonan untuk anak (indrakh)”
Maraknya televisi swasta sekitar tahun 90-an ternyata tidak serta merta membuat tontonan anak yang mendidik menjadi banyak pilihan. Sepertinya kuantitas tayangan bermuatan pendidikan masih lebih lumayan ketika negeri ini baru memiliki satu stasiun televisi, TVRI. Si Unyil, Gemar Menggambar bersama Pak Tino Sidin, Cepat Tepat dan Cerdas Cermat, Ayo Menyanyi, Taman Indria bersama Pak Kasur dan Bu Kasur adalah beberapa tayangan yang bisa menjadi tuntunan pada masa itu.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
family, film, hidup, keluarga, my-life, serbaneka, topics | yang berkaitan: keluarga, pendidikan, televisi |
Permalink
Ditulis oleh indra kh
Mei 15, 2008
Langkah kaki Mak Inah, sebut saja begitu, terlihat sudah melambat meski tidak gontai. Tubuh ringkihnya membungkuk menanggung beban setumpuk kayu bakar hasil pencariannya di sekitar kaki Gunung Putri. Menilik usianya semestinya ia tinggal menikmati hidup saja. Namun kondisi ekonomilah yang memaksanya harus mencari bahan bakar gratisan yang tak membutuhkan biaya, seperti potongan-potongan bambu atau kayu-kayu bekas. Sesekali kayu bakar itu ia jual untuk menyambung hidupnya.

“Langkah Mak Inah demi seikat kayu bakar (indrakh)”
Kendati begitu Mak Inah masih bisa lebih tenang. Ia tak terlalu dipusingkan dengan kian langkanya minyak tanah di tanah Pasundan. Ia tak risau seperti masyarakat lain yang kelimpungan dengan lenyapnya gas elpiji di Negorij Bandong dan sejumlah daerah lainnya. Satu pertanyaan yang mungkin masih melintas dalam benaknya: “Masih terbelikah bahan makanan pada saat BBM naik kelak?
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
daily, ekonomi, hidup, my-life, serbaneka, topics |
Permalink
Ditulis oleh indra kh
Mei 12, 2008
Salah satu profesi unik yang tetap eksis hingga kini, bahkan akan bertahan hingga nanti adalah tukang urut. Konsumen para tukang urut ini pun tak dibatasi usia maupun golongan. Sangat beragam. Dari mulai anak sekolahan, atlet hingga para eksekutif, dari mulai penghuni rumah di gang-gang hingga apartemen dan real estate. Yang pasti, mereka akan menjadi orang paling dicari ketika seseorang mengalami patah tulang, terkilir, keseleo, masuk angin, ataupun hanya pegal-pegal.

“Tukang urut, profesi unik sepanjang masa (indrakh)”
Tingkat kemahiran tukang urut ini memang berbeda-beda. Sehingga ada yang memijatnya terasa sakit, ada juga yang tidak. Pun begitu dengan alat atau ramuan yang digunakan. Ada yang menggunakan minyak tawon, minyak sereh, balsem, air putih, air hangat, hingga ramuan khusus yang mereka buat dari berbagai macam rempah-rempah dan bahan lainnya.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
health and wellness, my-life, serbaneka, topics |
Permalink
Ditulis oleh indra kh
Mei 6, 2008
Masih ingat dengan rute klasik Bandung – Jakarta melewati Padalarang, Puncak hingga Ciawi? Bagi Anda yang pernah menempuh rute tersebut mungkin belum lupa dengan panorama deretan bukit karst di sekitar Citatah Rajamandala. Perbukitan batu gamping peninggalan sekitar 20 juta tahun yang lalu itu masih menyisakan pemandangan yang menakjubkan setiap kita lewati. Pun begitu yang saya rasakan ketika melewati kawasan tersebut beberapa pekan lalu.

“Panorama salah satu bukit gamping di Citatah Rajamandala (indrakh)”
Dulu saya merasa aneh tentang kawasan ini, mengapa di daratan yang jauh dari lautan bisa ditemukan fosil koral dan terumbu karang? Apakah dulunya daerah ini memang berada di bawah permukaan laut. Ternyata setelah saya menelusuri berbagai literatur tentang geologi Bandung diketahui bahwa sekitar 30 – 20 juta tahun yang lalu daerah Bandung ke utara merupakan laut. Daratan utamanya sendiri adalah daerah sekitar gunung api di daerah sekitar pegunungan selatan Jawa Barat sekarang. Sekitar Gunung Patuha hingga Papandayan mungkin, ya?
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Bandung, Environment, Jalan-jalan, lingkungan, serbaneka, topics, travel and places |
Permalink
Ditulis oleh indra kh
April 28, 2008
Sejak ada undangan ngumpul-ngumpul blogger Bandung dari Aki Herry bulan Februari lalu, baru pada event bebersih Bandung jilid 3 hari Minggu (28/4) kemarin bisa menyempatkan datang. Selain blogger dan Flexter, acara yang digelar sejak pagi hingga siang di Taman Lansia itu disemarakkan juga oleh kehadiran rekan-rekan dari Klub Linux Bandung (KluB), Starbucks, BBV, Id Apple Mac lovers, Qwords, hingga masyarakat yang bergabung dadakan usai melihat standing banner yang dipajang di depan tenda panitia.


- “Barrista Starbucks dan sejumlah Blogger sedang bergaya <atas> (indrakh)”
- “Kopdar” sejumlah Blogger sebelum acara dimulai <bawah> (indrakh)”
Aktivitas bebersih taman yang berada di sebelah timur gedung Gouvernements Bedrijven, atau kini dikenal dengan nama Gedung Sate itu baru bisa dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Mundur sedikit dari jadwal semula, jam 08.00 WIB. Berbekal keresek hitam dan topi dari Flexi, para partisipan kemudian dibagi menjadi 3 kelompok oleh Mas Koen, salah seorang juragan hajat, untuk menentukan wilayah operasi pemungutan sampah.
Ramainya wilayah sekitar Gasibu di hari Minggu memunculkan hiburan tersendiri bagi para partisipan. Banyaknya pedagang kaki lima dan aneka pertunjukan di Taman Lansia, dari mulai topeng monyet, odong-odong sewaan, pengamen hingga tontonan ular sanca membuat sebagian orang tak hanya sibuk memungut sampah, namun juga sesekali melirik dagangan yang digelar maupun menyaksikan aksi para seniman mingguan.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Bandung, Environment, Jalan-jalan, seni, serbaneka, topics |
Permalink
Ditulis oleh indra kh
April 23, 2008
Sedikit menyinggung tentang hari bumi, namun kali ini saya ingin mencermati kondisi yang terjadi secara lokal saja, khususnya Bandung. Dulu, bila ditanya kesan tentang Bandung kepada para pendatang jawabannya cukup melegakan. “Bandung itu sejuk banyak pepohonan. Airnya juga dingin menyegarkan,” Demikian kesan yang sering saya dengar waktu itu. Konon saking dinginnya air di kota Bandung membuat para pendatang enggan untuk mandi pagi. Namun jika pertanyaan tersebut ditanyakan saat ini jawaban yang didapat sepertinya akan berbeda. “Bandung jadi panas, sumpek, macet, bahkan susah air.”

“Pembangunan di sekitar Curug Dago (indrakh)”
Kian sulitnya pemenuhan air bersih di kota kembang tercermin dari mudah ditemuinya gerobak-gerobak penjual air bersih di sejumlah pemukiman. Di Cipadung sejumlah warga bahkan saat ini terpaksa menggunakan air selokan untuk kebutuhan mandi dan mencuci karena suplai air bersih dari pabrik di sekitar pemukiman mereka terhenti. Miris memang, tapi itulah kondisi Bandung. Semakin rusaknya lingkungan Bandung dan sekitarnya juga dapat dilihat dari sulitnya PDAM mencari sumber air baru untuk air baku. Di sisi lain sumber air yang ada debitnya terus menurun.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Bandung, topics |
Permalink
Ditulis oleh indra kh