jump to navigation

Warung dan Peradaban Mei 2, 2013

Posted by indra kh in Budaya.
Tags: , ,
19 comments

Warung itu unik. Sepintas fungsinya sekedar tempat jual beli, padahal kalau ditelusuri lebih lanjut ia memiliki fungsi-fungsi lain. Bahkan bisa juga dikatakan sebuah warung dapat memengaruhi peradaban sebuah kampung atau daerah. 

"Warung, tempat terenak untuk transit ketika hiking" (dok-indrakh)

“Warung, tempat terenak untuk transit ketika hiking” (dok-indrakh)

Warung seringkali menjadi tempat pertukaran informasi antara pembeli dan penjual. Coba saja Anda kunjungi sebuah warung, terutama yang menyediakan tempat duduk untuk pengunjungnya. Dengarkan saja apa yang sedang dibicarakan oleh penjual dan pembeli pada saat transaksi. Topik pembicaraannya pasti beragam. Bukan hanya tentang barang yang diperjualbelikan yang mereka bicarakan, terkadang ada obrolan politik, keluarga, peristiwa terkini, dan biasanya tidak ketinggalan juga tema tentang gosip. 

(more…)

Lahang yang “Terbuang” Maret 26, 2013

Posted by indra kh in culture, featured, food and drink, nostalgia.
Tags: , , ,
28 comments

Lain dulu lain sekarang. Makin ke sini pedagang lahang kian kesulitan ruang. Jika dulu sempat disuka orang, namun sekarang pembelinya makin jarang.  Makanya, tidak heran jika pedagang pun enggan berjualan lahang. Terbuang.

"Pedagang lahang, mencoba bertahan di ibukota (dok - indrakh)

“Pedagang lahang, mencoba bertahan di ibukota (dok – indrakh)

Anda kenal lahang, atau pernah mencobanya? Minuman tradisional ini berasal dari nira yang disadap dari pohon aren.  Lahang biasanya dikemas dalam beberapa batang bambu yang disusun dalam pikulan. Jika ada pembeli, pedagang lahang akan menuangkan lahang yang ada di dalam batang bambu ke dalam gelas. Alasan penggunaan bambu sebagai wadah mungkin agar terasa dingin saat akan diminum. Rasanya manis, dingin dan menyegarkan. Meskipun ada juga orang yang kurang suka dengan baunya yang dianggap tidak enak.

(more…)

Belajar Membuat Kompos Maret 15, 2013

Posted by indra kh in Environment, inspirasi, lingkungan, Sampah.
Tags: , , , , ,
35 comments

Satu hal yang melatarbelakangi keinginan untuk mengolah sampah menjadi kompos adalah jauhnya TPS (Tempat Pembuangan Sementara) dari rumah Kami. Jika akan membuang sampah harus berangkat menuju TPS di kota kecamatan, yang terlalu jauh untuk dijangkau dengan cara berjalan kaki. Akibatnya aktivitas membuang sampah menjadi sesuatu yang menyulitkan.

Tong pembuat kompos (dok-indrakh)

Tong pembuat kompos (dok-indrakh)

Untuk jenis sampah anorganik mungkin masih bisa diakali dengan cara membakarnya, namun untuk sampah organik seperti  sampah yang berasal dari dapur tidak mungkin dilakukan dengan cara semacam itu. Parahnya lagi sebagaimana yang terjadi di semua rumah, timbulan sampah organik inilah yang jumlahnya paling besar. Bisa dibilang 60% timbulan sampah yang dihasilkan rumah tangga setiap hari adalah sampah organik.

Kesulitan dalam membuang sampah ini ternyata ada hikmahnya juga. Membuat Kami jadi berpikir bagaimana caranya untuk menangani masalah sampah rumah tangga. Sempat juga mencoba pengolahan dengan cara membuat lubang di pekarangan yang diisi sampah organik, namun ternyata jadi banyak lalat dan bau. Pada akhirnya saya dan istri sepakat untuk mencoba mengolah sampah dengan cara membuatnya menjadi kompos.

(more…)

Kisah si Cepot dan Sikat Gigi Februari 18, 2013

Posted by indra kh in anak, featured, keluarga, parenting, perkembangan anak.
Tags: , , ,
19 comments

Meskipun judulnya ada kaitannya dengan  Astrajingga alias si Cepot, tulisan saya kali ini sebenarnya tidak akan bercerita tentang dunia pewayangan. Bukan pula akan mengupas tentang lakon Ramayana dan Mahabarata. Di sini saya akan menceritakan peranan tokoh wayang yang sering melucu ini dalam kaitannya dengan tips parenting.

Cepot dan Sikat gigi

Cepot dan Sikat gigi

Tokoh astrajingga alias cepot mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda. Meskipun sebagian orang kurang tertarik dengan cerita wayang golek, namun jika yang tampil tokoh yang satu ini biasanya orang bisa jadi suka. Lelucon atau lawakan si Cepotlah yang membuat orang tertarik dengan wayang golek. Karakter itulah yang coba saya gunakan dalam teknik membujuk anak-anak. (more…)

Floating Market Lembang Januari 3, 2013

Posted by indra kh in Bandung, Jalan-jalan, Lembang, travel and places.
Tags: , , , , , , , ,
32 comments

Kian hari kian sedikit situ, atau danau yang masih bertahan di kota besar, terutama yang dekat ke pusat kota. Sebagian sudah beralih fungsi menjadi permukiman  atau pertokoan. Tengok saja Situ Aksan, salah satu peninggalan Danau Bandung Purba yang sekarang hanya tersisa dongengnya saja karena sudah berubah menjadi real estate.

Di Lembang, tak jauh dari pusat kotanya ada dua situ yang cukup besar, yakni Situ Umar, dan Situ Karang Putri. Keduanya masih bisa bertahan dan masih ramai dikunjungi karena menjadi arena pemancingan.

Situ Umar menjadi Floating Market Lembang

Situ Umar menjadi Floating Market Lembang (dok-indrakh)

Beberapa waktu lalu saya melihat banyak alat berat di sekitar Situ Umar. Awalnya saya merasa khawatir, jangan-jangan akan bernasib sama dengan Situ Aksan, yang berubah menjadi permukiman atau cluster mewah. Jika itu benar terjadi tentu sangat disayangkan, karena Lembang akan kehilangan satu danau penyimpan air, dan juga akan berisiko membahayakan  penduduk yang memililih bermukim di Situ Umar dan sekitarnya. Mengapa berbahaya? Karena Situ Umar ini sebenarnya merupakan salah satu bagian lereng dari patahan Lembang yang masih aktif bergerak hingga kini. Para peneliti LIPI sebagaimana yang mungkin pernah Anda lihat di program acara Cincin Api, KompasTV  telah menemukan fakta tanah yang berlapis-lapis di Situ tersebut, yang diduga akibat gempa bumi yang terjadi berulang kali.

(more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 116 pengikut lainnya.