jump to navigation

Tukang Cukur di Indonesia Desember 6, 2013

Posted by indra kh in Budaya, culture, Jalan-jalan.
Tags: , , , , , ,
15 comments

Kiprah tukang cukur di Indonesia menarik untuk ditelisik. Selama ini ada dua daerah yang dikenal sebagai penghasil tukang cukur di negeri ini, Garut dan Madura. Sejak kapan orang-orang dari kota intan dan pulau garam ini menjadi tukang pangkas rambut, dan mengapa profesi itu yang mereka pilih?

Tukang cukur Asgar - Foto: indra kh

Tukang cukur Asgar – Foto: indra kh

Pada awalnya penyebaran cikal bakal tukang cukur asal Garut dan Madura ke seluruh nusantara ini tidak terlepas dari adanya konflik di daerah masing-masing. Dede Saefudin, Kepala Desa Bagendit (salah satu desa pemasok tukang cukur Garut) dalam sebuah wawancara di Trans7  (20/11/2013) mengatakan bahwa kiprah orang Garut mulai jadi tukang cukur itu diawali pada saat adanya pemberontakan DI/TII. Dalam kurun waktu antara tahun 1949 hingga tahun 1950-an banyak orang Garut yang mengungsi ke berbagai daerah untuk menyelamatkan diri. Untuk bertahan hidup, salah seorang diantaranya ada yang memilih menjadi tukang pangkas rambut. Melihat kesuksesannya banyak pemuda asal Garut, khususnya orang Banyuresmi, Wanaraja, dan sekitarnya yang kemudian mengikuti jejak sebagai pencukur rambut.

(lebih…)

Keroncong Stasiun Gambir Oktober 3, 2013

Posted by indra kh in Jalan-jalan, music, pertunjukan, serbaneka.
Tags: , , , , ,
16 comments

Petang hampir datang di Stasiun Gambir. Di stasiun terbesar di Jakarta yang dulu bernama Koningsplein itu tampak lima orang pria sedang sibuk menyiapkan alat-alat musik keroncong: biola, ukulele, dan kontabass. Seusai menyetem  alat musik, mereka kemudian berganti kostum dengan pakaian putih-putih dan juga topi putih ala pengawas di zaman  Belanda.

Grup Keroncong Gambir Merdeka (Foto: indra kh)

Grup Keroncong Gambir Merdeka (Foto: indra kh)

Ada pemandangan unik waktu itu. Sambil mengganti kostum, salah seorang diantara pemain saya lihat meminum jamu tolak angin sachet terlebih dahulu. “Ritual supaya tidak masuk angin, mas?” Tanya saya kepadanya. Pria pemain ukulele ini hanya tertawa  saja mendengar pertanyaan saya.

10 menit jelang pukul 15.00 WIB. Beberapa saat lagi grup musik bernama Keroncong Gambir Merdeka ini akan mentas di atas panggung sebelah barat stasiun. Setiap harinya, hingga pukul 16.00 WIB, kelima pria ini membawakan sejumlah lagu keroncong untuk menghibur penumpang kereta api yang menunggu keberangkatan.

(lebih…)

Belajar Mengantre September 20, 2013

Posted by indra kh in Budaya.
Tags: , , , ,
10 comments

Sore itu saya sedang mengantre di sebuah mini market. Saat tinggal menunggu 1 orang lagi di depan saya, tiba-tiba seorang perempuan muda nyelonong begitu saja ke depan kasir. Sambil menanyakan sebuah merk rokok, dengan tenangnya dia menyimpan belanjaannya di meja kasir. “Ini, mbak! Sambil mengeluarkan dompetnya. Tapi sepertinya sang kasir pun tidak meresponnya karena sedang sibuk melayani pembeli yang mengantre di depan saya.

"Malas mengantre (dok - indrakh)"

“Malas mengantre (dok – indrakh)”

Melihat kejadian itu saya pun bereaksi. Usai orang di depan selesai membayar, langsung saja saya pindahkan belanjaan milik perempuan tersebut ke pinggir meja kasir, lalu saya katakan: “Giliran saya dulu, ya mbak! Silahkan antre di belakang. Tidak ada komentar atas pernyataan tersebut. Dia terlihat terus berbincang dengan temannya. Entah merasa malu, atau memang tidak acuh. Selesai melakukan pembayaran saya langsung ke luar mini market tersebut.

(lebih…)

Salah Tempat Duduk Agustus 23, 2013

Posted by indra kh in hidup, transportasi.
Tags: , ,
9 comments

Ini cerita tentang salah memilih tempat duduk di Kereta Api (KA). Meskipun bukan saya yang mengalami, namun kejadian salah tempat duduk di KA ini sering terjadi. Saya melihatnya tidak hanya sekali dua kali. Suka heran juga, apakah ketika sebelum naik tidak sempat memeriksa dulu dia seharusnya duduk di gerbong mana dan kursi berapa? Kurang teliti? Ataukah memang tidak tahu? Kalau tidak tahu kan sebenarnya bisa bertanya kepada petugas KA. Tapi ya itulah terkadang orang kita itu suka malas bertanya. Akhirnya malu bertanya, tersesat  di gerbong. :)

Teliti nomor kursi, sebelum duduk di kereta api (dok-indrakh)

Teliti nomor kursi, sebelum duduk di kereta api (dok-indrakh)

Mungkin menurut kita simpel sih, kalau salah ya tinggal pindah saja tempat duduk. Tapi sebenarnya tidak selalu sesederhana itu. Kalau orang yang salah tempat duduk itu bawaan barangnya banyak, luar biasa itu kalang kabutnya. Apalagi KA sudah mau berangkat. Suka kasihan. Padahal mereka itu sudah enak duduk. Tapi ya mau bagaimana lagi. Mau tidak mau mereka harus pindah, meskipun sambil repot dengan barang-barangnya yang bejibun. Padahal mungkin sebelumnya ketika dia masuk ke KA dibantu oleh porter.

(lebih…)

Sepatu Bot Hadiah Hiking Juni 9, 2013

Posted by indra kh in anak, family, hiking, parenting, perkembangan anak.
Tags: , , , , ,
19 comments

Perjalanan kami belum jauh, mungkin baru berjalan sekitar 1 kilometer, namun si bungsu (3 th) sudah minta digendong lagi pada saat hiking minggu pagi tadi. Memang sih meskipun yang ditempuh belum jauh tapi variasi ketinggian yang sudah ia jalani kalau dipikir cukup lumayan juga. Memulai di ketinggian 1220 m, lalu turun hingga 1198 m,  dan kemudian naik lagi ke elevasi 1210 m.

Sepatu bot hadiah hiking (dok-indrakh)

Sepatu bot hadiah hiking (dok-indrakh)

Untuk memotivasinya saya coba tawarkan tantangan kepadanya, sekaligus ingin tahu juga daya tahannya sampai mana. Ehhmm…begini deh, kalau ade gak digendong sampai kita selesai jalan nanti dibeliin sepatu bot, mau enggakkk? Tanya saya kepada dia. Mauuu!!! Jawabnya. Nanti sepatunya bisa dipakai untuk berkebun, tambah saya.

(lebih…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 159 pengikut lainnya.