Warung Sate Kambing Yayan Gondrong Mei 27, 2009
Posted by indra kh in Jakarta, Jalan-jalan, food and drink, kuliner, makanan, topics, travel and places.Tags: Jakarta, sate, wisata kuliner
15 comments
Sudah sejak lama Warung Sate H. Casmadi identik dengan kawasan Kuningan Barat, tepatnya Jl. KH Abd Rokhim, Jakarta. Namun hegemoni dari warung sate yang kesohor dengan sate kambing mudanya itu perlahan mulai tergeser dengan hadirnya Warung Sate Tegal Yayan Gondrong, yang terletak tak jauh dari Sate Casmadi. Tepatnya di sebelah timur Gedung Cyber, arah menuju Jl. Kapt Tendean.

"Satu porsi sate kambing muda" (doc/ya)
Satu porsi sate kambing di warung ini biasanya terdiri dari sepuluh tusuk sate yang disuguhkan menggunakan bumbu kecap yang sudah dicampur dengan biji cabai merah. Di atasnya dilengkapi juga dengan acar bawang dan irisan tomat hijau. Jika kurang suka dengan bumbu kecap Anda bisa memilih menggunakan bumbu kacang. Tentu tidak ketinggalan juga sepiring nasi putih.
Lembang dan Dunia Strawberry Mei 19, 2009
Posted by indra kh in Jalan-jalan, Lembang, food and drink, kuliner, my-life, serbaneka, topics, travel and places.Tags: Lembang, strawberry, travel, wisata kuliner
22 comments
Buah strawberry seperti sudah berjodoh dengan kota Lembang. Betapa tidak pesona buah merah berbentuk hati ini tampak kian melekat saja dengan kota di kaki Gunung Tangkuban Parahu itu. Strawberry kini menjadi salah satu tanaman idola bagi para petani di daerah tersebut. Para pengusaha pun seakan berlomba untuk memanfaatkan berbagai potensi dari buah asal negeri Paman Sam itu. Sudah banyak lahan kosong yang disulap menjadi tempat wisata dengan menjadikan strawberry sebagai daya tariknya. Bisnis makanan dan minuman olahan dari strawberry pun tak kalah menggeliatnya.

"Strawberry, buah merah yang mempesona" (doc/ikh)
Colokan Listrik di KA Argo Gede Mei 12, 2009
Posted by indra kh in Jalan-jalan, my-life, serbaneka, topics, transportation.Tags: kereta api, transportasi, travel
23 comments
Pada saat menumpang KA Argo Gede dari Bandung ke Jakarta hari Senin (11/5) lalu saya melihat ada yang baru dengan interiornya. Di dereten kursi penumpang, tepatnya di bagian bawah tempat minuman kini terdapat dua buah soket listrik, atau lebih dikenal dengan istilah colokan listrik. Saya pribadi belum mengetahui apakah fasilitas ini sudah dipasang sejak lama atau saya saja yang baru melihatnya. Meski begitu keberadaan soket listrik merupakan sebuah terobosan PT. KAI yang patut dipuji dalam usahanya meningkatkan pelayanan bagi penumpang.

"Colokan listrik di KA Argo Gede (doc/ya)"
Sekedar ingin memastikan bahwa fasilitas tersebut sudah bisa digunakan atau belum, saya kemudian mencoba menghubungkan charger notebook ke dalam colokan listrik tersebut, dan ternyata sudah bisa berfungsi. Syukurlah berarti perangkat listrik tersebut bukan hanya menjadi hiasan bagi KA yang mulai diluncurkan pada 31 Juli 1995 itu.
(lagi…)
Konro Bakar Daeng Situju, Benhil Mei 8, 2009
Posted by indra kh in Jakarta, Jalan-jalan, food and drink, kuliner, makanan, serbaneka.Tags: wisata kuliner
add a comment
Meskipun orang lebih mengenal Bandung sebagai surga kuliner, namun sebenarnya Jakarta pun tak kalah memiliki tempat-tempat makan yang enak. Salah satu etalase kuliner ibukota adalah kawasan Bendungan Hilir, atau lebih sering disebut “Benhil.” Di tempat ini terdapat sejumlah tempat makan yang layak dikunjungi, misalnya saja: Seafood Santiga, Rumah Makan Aceh Meuthia, Rumah Makan Aceh Seulawah. Ada juga beberapa rumah makan Padang seperti Sederhana, Surya, atau rumah makan khas Makassar seperti Rumah Makan H. Daeng Situju.

"Konro Bakar RM H Daeng Situju (doc:ya)"
Kali ini saya akan menyajikan tulisan tentang RM H Daeng Situju. Menu yang ditawarkan di tempat ini lebih kurang sama dengan rumah makan khas Makassar lainnya. Sop Konro, Konro Bakar, Coto Makassar, Es Pallu Butung, Es Pisang Ijo adalah beberapa pilihan makanan yang ditawarkan oleh restoran yang konon milik pebasket nasional Denny Sumargo.
Pasar Kosambi Surga Penganan Bandung Nopember 5, 2008
Posted by indra kh in Jalan-jalan.26 comments
Sudah bukan rahasia lagi bila Bandung dikenal sebagai salah satu pusat wisata kuliner di tanah air. Setiap akhir pekan dan musim liburan para wisatawan terutama asal Betawi berbondong-bondong ke kota kembang untuk mengunjungi sejumlah factory outlet maupun distro pakaian. Dan tentu saja mereka tidak akan melewatkan berburu makanan dan penganan khas Bandung untuk dijadikan oleh-oleh.
Jika Anda berniat mencari penganan dan oleh-oleh khas Pasundan tentu banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi, namun jika ingin mencari tempat yang memiliki beraneka jenis penganan Pasar Kosambi layak dikedepankan.
| “Suasana di Salah Satu Kios Oleh-oleh Pasar Kosambi” – Indra KH From bandung |
Di pasar yang terletak di Jl. Ahmad Yani ini Anda bisa leluasa memilih, pasalnya kios-kios yang menjual penganan dan oleh-oleh banyak sekali. Belum lagi pilihan kudapan di tempat ini beraneka ragam sehingga Anda tidak perlu khawatir akan membawa buah tangan yang itu-itu saja.
Masjid Agung Garut, Saksi Bisu Sejarah Kota September 12, 2008
Posted by indra kh in Islam, Jalan-jalan, Masjid, ramadhan, religion, travel and places.21 comments
Salah satu tempat yang nyaris selalu saya singgahi jika berkunjung ke kota Garut, Jawa Barat adalah Masjid Agung Garut. Suasananya yang teduh dan lokasinya yang strategis, tak jauh dari pusat keramaian membuat masjid yang satu ini kerap menjadi tempat transit bagi para pelancong dalam negeri untuk shalat dan beristirahat sejenak. Pilihan mereka tidak keliru. Terlebih di area halaman masjid dan sekitar alun-alun Garut terdapat sejumlah pedagang makanan yang bisa kita pilih untuk mengisi perut setelah lelah menempuh perjalanan. Apalagi pada bulan Ramadhan. Menjelang senja, tempat ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi para wisatawan lokal dan penduduk kota Garut untuk mencari menu tajil.
| “Masjid Agung Garut Menjelang Senja (indrakh)” From Garut |
Berbicara mengenai Masjid Agung Garut sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari tapak-tapak sejarah kota maupun Kabupaten Garut itu sendiri. Setelah sempat dibubarkan pada era Daendels akibat rendahnya produksi kopi dari daerah ini, Kabupaten Limbangan yang menjadi cikal bakal Garut akhirnya dibentuk kembali sekitar tahun 1813. Karena Suci yang sebelumnya menjadi ibukota dianggap sudah tidak layak, maka wilayah yang terletak sekitar 5 Km dari arah Suci menjadi pilihan.


