jump to navigation

Melihat Lembang dan Bandung dari Puncak Gunung Batu Mei 18, 2014

Posted by indra kh in anak, hiking, Jalan-jalan, keluarga, pendidikan.
Tags: , , , , , , , , ,
trackback

Hari Sabtu atau Minggu adalah jadwal hiking buat keluarga kami.  Tujuan kali ini adalah puncak Gunung Batu (1228 m) di daerah Pagerwangi, Lembang (-6.830269,107.636036). Dari atas Gunung yang terbentuk dari hasil interupsi lava yang muncul ke permukaan akibat gesekan lateral patahan itu, rencananya kami ingin melihat panorama pegunungan yang mengelilingi Lembang dan Bandung serta patahan Lembang ke arah timur.

Gunung Batu dari kejauhan (foto: indra kh)

Gunung Batu dari kejauhan (foto: indra kh)

Menggunakan Delman

Dari pusat Kota Lembang sebenarnya ada beberapa alternatif moda transportasi yang bisa dipilih untuk menuju Gunung Batu. Pilihannya bisa menggunakan angkot Lembang – Cibodas, ojek, atau delman. Karena kemarin anak bungsu kami meminta untuk naik delman, akhirnya moda transportasi itulah yang dipilih. Tarif delman dari Pasar Panorama menuju Jl. Maribaya/Buni Asih sebenarnya 2000 Rupiah/orang, hanya saja karena kasihan melihat kusir delman yang tampak kelelahan kami kemudian memberi 12 ribu Rupiah untuk 4 orang.

Naik delman menuju start hiking (foto: indra kh)

Naik delman menuju start hiking (foto: indra kh)

Memulai Hiking

Kami turun di Jl. Maribaya km 2,4 (-6.825268,107.639331), dekat dengan Rumah Bunga Rizal. Selanjutnya memulai berjalan kaki menuju Gunung Batu, melewati perkampungan di sekitar Buni Asih. Setelah keluar dari perkampungan, perjalanan tampak mulai berat bagi anak-anak, karena ada sebuah tanjakan terjal di sekitar Buni Wangi. Bagi yang pernah menggunakan jalur Lembang –  Bandung lewat Buni Wangi – Bengkok dengan mobil atau motor mungkin sudah tidak asing lagi dengan ekstrimnya tanjakan ini.

Tak jauh dari ujung tanjakan. Tepatnya sebelum masjid, ada sebuah jalan baru di kanan menuju ke barat (-6.825268,107.639331). Kami lalu mengikuti jalan tersebut. Dari tempat itu sudah mulai terlihat jelas Gunung Batu yang akan menjadi tujuan. Melihat ketinggian dan bebatuan di gunung tersebut awalnya saya juga agak sangsi, apakah anak-anak akan mampu sampai ke puncak atau tidak.

Tampak Gunung Batu dari bawah (foto: indra kh)

Tampak Gunung Batu dari bawah (foto: indra kh)

Sesampainya di awal rute pendakian, saya dan istri terlebih dulu meyakinkan anak-anak bahwa kami semua pasti bisa sampai ke puncak. Bismillah, pendakian dimulai. Sempat tiga kali istirahat memberi kesempatan anak-anak untuk minum dan mengambil gambar, akhirnya sampai di 3/4 jalan menuju puncak. Si bungsu (4 th) sudah senang sekali melihat pemandangan ke arah Kota Lembang yang menakjubkan. Kebetulan pagi itu cuacanya sedang cerah.

Hampir menuju puncak, pemandangan ke arah Lembang sedang cerah (foto: indra kh)

Menjelang puncak Gunung Batu, pemandangan ke arah Lembang sedang cerah (foto: indra kh)

Sayangnya di lokasi ini ternyata ada vandalisme. Pada sebagian bebatuan yang membentuk gunung ditemukan banyak coretan. Sungguh disayangkan, mengapa harus corat-coret di situ, bukannya menjadi indah tapi malah mengganggu keindahan alam.

Vandalisme di Gunung Batu (Foto: indra kh)

Vandalisme di Gunung Batu (Foto: indra kh)

Perjalanan Menuju Puncak

Setelah beristirahat sejenak, perjalanan kami lanjutkan untuk menuju puncak. Dari titik ini jalannya sempit dan perlu menerobos ilalang. Ketika bertemu dengan formasi batuan, anak-anak belum mampu untuk naik sendiri sehingga kami perlu bekerja sama untuk melalui jalur tersebut.

Berfoto di jalur pendakian yang berbatu (Foto: indra kh)

Berfoto di jalur pendakian yang berbatu (Foto: indra kh)

Setelah berhasil melewati formasi batuan, akhirnya kami sampai di ketinggian 1228 m, tempat dimana puncak Gunung Batu berada. Alhamdulillah, anak-anak ternyata bisa! Bila melihat profil ketinggian (menggunakan Google Earth), rute hiking yang kami bersama anak-anak jalani kemarin mulai dari ketinggian 1224 m sampai 1293 m. Lumayan juga kalau untuk anak-anak.

Profil ketinggian pada rute hiking ke Gunung Batu (Foto: Indra kh)

Profil ketinggian pada rute hiking ke Gunung Batu (Sumber: Google Earth)

Berfoto sesampainya di puncak Gunung Batu (Foto: indra kh)

Berfoto sesampainya di puncak Gunung Batu (Foto: indra kh)

Subhanallah. Sesampainya di puncak pemandangan ke semua arah dari puncak gunung ini memang menakjubkan. Ketika melihat ke arah utara tampak Gunung Burangrang (2064 m), Gunung Tangkuban Parahu (2086 m), dan Gunung Putri (1338 m). Saat menatap ke arah timur terlihat Gunung Bukittunggul (2206 m), Gunung Palasari (1856 m). Di kejauhannya ada Gunung Manglayang (1850 m) dan Pangparang (1957 m). Bila memandang ke timur tampak gawir patahan Lembang yang semakin tinggi.

Pemandangan ke arah Lembang (Foto: indra kh)

Pemandangan ke arah Lembang (Foto: indra kh)

Pemandangan ke arah timur (Foto: Indra kh)

Pemandangan ke arah timur (Foto: Indra kh)

Sayangnya saat memandang ke selatan, Kota Bandung pagi itu sedang dipenuhi asbut/smog sehingga pegunungan di Bandung Selatan kurang jelas terlihat. Padahal jika cuacanya sedang bagus Gunung Malabar (2329 m), Gunung Haruman (2141 m), dan Gunung Patuha (2440 m) akan sangat indah terlihat dari kejauhan.

Bandung yang dipenuhi asbut (Foto: Indra kh)

Bandung yang dipenuhi asbut (Foto: Indra kh)

Di puncak  Gunung Batu, ada sebuah bangunan yang berfungsi sebagai alat pengukur gempa bumi. Keberadaan bangunan ini sangat penting untuk mitigasi bencana, khususnya gempa bumi, karena patahan Lembang termasuk ke dalam patahan aktif. Mengutip Keller dan Printer, Irwan Meilano berpendapat bahwa sesar aktif ini memiliki bukti pergerakan dalam masa Holosen (rentang waktu 10.000 tahun). 1]

Posko pengukur gempa di puncak Gunung Batu (Foto: Indra kh)

Posko pengukur gempa di puncak Gunung Batu (Foto: Indra kh)

Di puncak Gunung Batu juga terdapat makam. Orang menyebutnya sebagai makam Embah Jambrong. Ada sejumlah versi terkait cerita makam ini. Ada yang menyebut sebagai makam salah seorang karuhun Bandung, namun ada juga yang menyebutkan bahwa orang yang dimakamkan di tempat tersebut sebagai seorang seniman. Saya sendiri tidak tahu versi mana yang benar.

Makam di atas Gunung Batu (Foto: Indra kh)

Makam di atas Gunung Batu (Foto: Indra kh)

Setelah puas berada di puncak Gunung Batu, kami pun turun kembali. Apalagi awan hitam sudah tampak mulai menggelayut di langit sebelah selatan, sehingga khawatir hujan akan segera turun.

Tentang Gunung Batu

Gunung Batu termasuk ke dalam patahan Lembang, yakni sebuah perbukitan yang melintang dari timur – barat, lebarnya sekitar 300 meter, dan panjangnya 22 km. Pada sisi utaranya relatif turun, dengan gawir patahannya semakin tinggi ke arah Timur, dan menurun ke arah barat, dan tidak begitu kentara di sekitar Cisarua. Dinding patahan akan semakin jelas bila kita menyusuri jalan ke arah Maribaya sampai Desa Cibodas hingga perkebunan kina dan Kampung Batuloceng. 1]

***

Hiking kemarin sungguh menyenangkan bagi keluarga kami. Semoga pada hiking-hiking selanjutnya, anak-anak juga bisa berhasil sampai ke puncak gunung yang lain.

 

 

Referensi:

1] T. Bachtiar dan Dewi Syafriani, 2012. Bandung Purba, Panduan Wisata Bumi. Bandung: Pustaka Jaya.

Komentar»

1. Gusti 'ajo' Ramli - Mei 18, 2014

Banyak tempat wisata yang dijadikan tempat coret coret oleh tangan jahil.. Sayapun juga pernah nemukan hal itu disalah satu tempat wisata bukittinggi..

indra kh - Mei 18, 2014

Kebanyakan dilatarbelakangi oleh keinginan meninggalkan jejak atau kenangan. Padahal belum tentu mereka kembali ke tempat tersebut.

2. C. Masagi - Mei 18, 2014

Waktos bujangan he he… sok remen hiking ti Dago Elos – kapungkur mah rormpok teh di dinya, masih sareng Pun Bapa he he – ka Lembang, eh tapi malah mengkol ka Punclut….

Biasa weh nguriling… rute na teh… Dago Elos – Jajaway – Kampung Buni Wangi (kitu) edung tanjakannana – ngopi heula di si Euceu – lajeng ka Gunung Batu… nyalingker, kaluar nu caket bangunan nu sapertos kelenteng tea…. mengkol Punclut, muter deui ka Dago ayeuna mah perumahan mewah tea ningan…. – Terminal Dago – Finish…

Asik pisan he he….

Ayeuna mah tara deui….

indra kh - Mei 18, 2014

Ayeuna napak tilas atuh, ajakan barudak, hehe. Wah kantos di Dago Elos geuning? Abdi ge lami ampir 10 th di Bukit Dago, caket Tanggulan.

C. Masagi - Mei 18, 2014

Sumuhun… Ti 1990 dugi 2014

3. Yudhi Hendro - Mei 18, 2014

berarti kota bandung lokasinya berada di lembah dan dikelilingi beberapa gunung ya, kang

indra kh - Mei 18, 2014

Iya di cekungan, seperti di dalam mangkuk, mas

4. duniaely - Mei 18, 2014

Wow … pemandangannya bikin mupeng mas, keren sekali ya acara hikingnya bersama keluarga lagi Salut, perlu diteladani nih🙂

indra kh - Mei 19, 2014

Terima kasih. Iya bu, pemandangannya indah sekali.

5. jampang - Mei 19, 2014

paling seneng emang ngeliat dari ketinggian. pandangan jadi lebih luas

indra kh - Mei 19, 2014

Apalagi kalau cuacanya sedang bagus, bisa melihat sampau jauh. Terima kasih sudah mampir.

6. edih wijaya - Januari 4, 2015

enakan di gunung putri gan di tugu sespim polri (diketinggian 1587 mdpl) kita bisa lihat gunung gede pangrango, peg malabar, patuha, guntur, cikuray, bt tunggul, aseupan, tampomas, manglayang, batu, cangah, deretan catang agkong (gn.karamat), tp, burangrang, sunda, dll


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: